<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Business Indonesia - Social Media Insight - Online Marketing Agency Blog &#187; pemerintah</title>
	<atom:link href="http://fauzan.dhezign.com/tag/pemerintah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzan.dhezign.com</link>
	<description>Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 11:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fauzan.dhezign.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Bagaimana membangun bisnis B2B dengan pelat merah, Sisfo style!</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/646/entrepreneurship/bagaimana-membangun-bisnis-b2b-dengan-pelat-merah-sisfo-style/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/646/entrepreneurship/bagaimana-membangun-bisnis-b2b-dengan-pelat-merah-sisfo-style/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 23:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[teknopreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[
Oke, sesuai janji saya sebelumnya, saya akan menulis tentang hasil wawancara singkat yang saya lakukan dengan Bapak Zen, dari Sisfo Infotech, salah satu pemenang TeknoPreneur Award 2009 kemarin. Informasi yang saya tuliskan di sini bisa jadi penting bagi anda yang membangun bisnis B2B, atau non-retail, yang ingin mendapatkan project dari pemerintah.
Tentu saja, yang saya tuliskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/1suap.JPG"><img class="aligncenter size-full wp-image-647" title="1suap" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/1suap.JPG&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=534&amp;h=338&amp;hash=0abd909fa3c94a9d85b372a62c6685e8" alt="1suap" /></a></p>
<p>Oke, sesuai janji saya sebelumnya, saya akan menulis tentang hasil wawancara singkat yang saya lakukan dengan Bapak Zen, dari Sisfo Infotech, salah satu pemenang <a href="http://fauzan.dhezign.com/637/indonesia-startup/malam-penghargaan-teknopreneur-award-2009-unofficial-report/">TeknoPreneur Award 2009</a> kemarin. Informasi yang saya tuliskan di sini bisa jadi penting bagi anda yang membangun bisnis B2B, atau non-retail, yang ingin mendapatkan project dari pemerintah.</p>
<p>Tentu saja, yang saya tuliskan di sini nggak akan spesifik membahas detail karena saya sendiri hanya punya waktu kurang dari lima menit untuk wawancara kemarin. Tapi saya akan coba gabungkan dengan knowledge saya pribadi. Mohon maaf karena setelah saya cari-cari&#8230; saya lupa mengambil gambar dari Bapak Zen&#8230; mohon dimaafkan.</p>
<p>Sebagai informasi, sebelumnya saya nggak membawa recorder jadi saya akan tuliskan catatan saya.</p>
<p>Sisfo sendiri didirikan pada tahun 2003. Belum terlalu lama tapi memang seperti itulah biasanya sebuah perusahaan berbasis teknologi. Tidak semua pertanyaan saya akan tuliskan di sini, namun akan saya ambilkan yang terpenting saja untuk dipelajari.</p>
<p><strong>Pertanyaan pertama: Apa yang menjadi tantangan terberat Sisfo dalam membangun bisnisnya pada fase awal?</strong></p>
<blockquote><p>Pada fase awal, Bapak Zen berkata bahwa yang paling sulit adalah<span id="more-646"></span> <strong>menyatukan visi</strong>. Kemudian menentukan <strong>kemana arah perusahaan</strong>, menggunakan flagship <strong>produk apa</strong>. Serta untuk tetap <strong>fokus</strong> dalam semua yang sudah ditentukan.</p></blockquote>
<p><strong>Menyatukan visi</strong></p>
<p>Jujur, saya yang juga memulai perusahaan startup, bingung awalnya dengan jawaban menyatukan visi ini.</p>
<p>Namun setelah saya pikirkan lebih dalam, ternyata memang benar. Kebanyakan startup dimulai tidak oleh seorang pribadi, namun melalui partnership. Dan seandainyapun dimulai oleh pribadi (seperti <a title="web developer indonesia, jakarta web design" href="http://www.dhezign.com">DheZign</a>), tetap membutuhkan tim yang mau berkorban dan memiliki militansi tinggi dalam membangun perusahaan.</p>
<p>Di sinilah saya menyadari pentingnya jawaban Pak Zen. Bahwa menyatukan visi adalah hal yang menjadi tantangan terberat sebuah perusahaan berbasis teknologi di tahun-tahun pertamanya.</p>
<p>Karena hanya dengan bersatunya visi, seluruh tim yang ada mampu untuk bekerja bersama, bahkan melebihi kewajibannya untuk tercapainya visi tersebut. Tanpa adanya visi yang satu, maka tim akan tercerai-berai. Semua hanya melakukan hal-hal yang sesuai dengan tujuannya sendiri-sendiri. Yang seringkali berbeda dengan tujuan perusahaan.</p>
<p><strong>Menentukan kemana arah perusahaan</strong></p>
<p>Sama seperti menentukan visi, kemana arah perusahaan bergerak dan strategi apa yang ditempuh juga biasanya sulit untuk diputuskan pada masa masa awal perusahaan. Kenapa? Karena semua terlihat menarik dan banyak sekali peluang yang terbentang.</p>
<p>Tapi, sebagai perusahaan startup, biasanya resource yang dimiliki sangat terbatas.</p>
<p><strong>Produk apa yang akan difokuskan dan dijadikan flagship</strong></p>
<p>Untuk menjadi besar dan dikenal, menentukan produk apa yang akan difokuskan adalah keputusan krusial. Sekali lagi karena startup biasanya tidak memiliki biaya research yang besar. Dan resource yang dimiliki sangat terbatas. Mengerjakan lebih dari satu produk secara serius seringkali bukan menjadi sebuah pilihan.</p>
<p><strong>Fokus</strong></p>
<p>Penyakit terbesar dan sumber dari mengapa banyak bisnis tidak bisa berkembang menjadi raksasa.</p>
<p>Pada fase tertentu, biasanya entrepreneur akan <em>stuck</em> dengan bisnisnya. Kehabisan ide dan cara tentang bagaimana cara membesarkan bisnisnya. Dan pada saat inilah, entrepreneur (seperti sifatnya yang suka memulai sesuatu yang baru) membangun bisnis baru. Mulai tertarik dengan hal lain dan sedikit demi sedikit meninggalkan bisnisnya yang sudah berjalan.</p>
<p>Jangan bilang ke saya bahwa anda sebagai seorang pebisnis tidak mengetahui hal ini. Banyak dari rekan saya yang terjebak perangkap ini dan akhirnya semua bisnisnya menjadi so-so. Bahkan saya sendiri nyaris terjebak secara tidak sadar jika tidak diingatkan oleh Pak Nukman (baca juga <a href="http://sudutpandang.com/2008/04/tiga-syarat-jadi-pengusaha/" target="_blank">posting beliau tentang fokus</a>). Padahal diantara kolega dan rekan rekan saya, saya adalah seseorang yang <strong>paling getol</strong> menyerukan untuk fokus.</p>
<p>Jadi, ingat bahwa kendala dan tantangan terbesar di tahun-tahun pertama sebuah perusahaan startup adalah <strong>menyatukan visi, kemana arah perusahaan</strong>, <strong>produk apa yang dikembangkan, dan fokus!</strong></p>
<p>Kita lanjutkan ke pertanyaan selanjutnya</p>
<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/korupsi.jpg"><img class="size-medium wp-image-648 alignleft" title="korupsi" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/korupsi-300x300.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=300&amp;hash=16bc76b6f289d554b6acb641059e0f53" alt="korupsi" /></a><strong>Pertanyaan kedua: Bagaimana dengan urusan suap menyuap yang terkenal di pelat merah? Solusi dalam menjalaninya?</strong></p>
<blockquote><p>Bapak Zen bercerita bahwa, memang suap dan KKN adalah hal yang identik dengan project-project yang berhubungan dengan pemerintahan kita. Itu tidak bisa dipungkiri karena memang kenyataan dilapangan seperti itulah kejadiannya.</p></blockquote>
<blockquote><p>Lalu beliau bercerita bahwa untuk lepas dari praktek-praktek tersebut Sisfo harus mengambil jalan memutar untuk mendapatkan project dari pemerintahan Indonesia. Memutar lebih tepatnya dengan cara <strong>mendapat pengakuan</strong> dari perusahaan Internasional atau pihak di luar negri terlebih dahulu, baru kemudian balik lagi ke Indonesia.</p></blockquote>
<p>Begitu beliau bercerita. Saat saya bertanya, bagaimana cara untuk mendapat pengakuan, sementara tidak ada portfolio dan pencapaian yang bisa kita capai tanpa mengerjakan project?</p>
<p>Pak Zen bilang bahwa caranya yaitu dengan menguatkan produk terlebih dahulu. Berinvestasi dalam produk dan menjadikannya benar-benar sebagai produk yang terbaik. Setelah itu, pihak swasta dan asing biasanya akan tertarik dan akan mulai masuk.</p>
<p>Baru setelahnya anda bisa berkiprah di pemerintahan yang merupakan market utama untuk pengembangan teknologi di Indonesia. Begitu papar beliau.</p>
<p>Nah, dari sini saya mendapatkan masukan tentang salah satu strategi yang bisa dilakukan. Memang sampai titik ini saya masih sedikit enggan untuk bersentuhan dengan pemerintah, dan berfokus di sektor swasta. Alhamdulillah, ternyata ini langkah yang benar.</p>
<p>Sedikit bonus wejangan yang saya sempat catat dari @anindyabakrie, &#8220;Bisnis mau besar mau kecil tetap sama susahnya. Makanya kita harus berjuang&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan anda? Apakah anda mempunyai tips sendiri untuk masalah suap menyuap di pemerintahan? Silahkan sharing di sini.</p>
<p><em>Image is courtesy of abduh1.blogspot.com &amp; for-the-better-world.blogspot.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/646/entrepreneurship/bagaimana-membangun-bisnis-b2b-dengan-pelat-merah-sisfo-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam penghargaan TeknoPreneur Award 2009 (un)Official report</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/637/indonesia-startup/malam-penghargaan-teknopreneur-award-2009-unofficial-report/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/637/indonesia-startup/malam-penghargaan-teknopreneur-award-2009-unofficial-report/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Startup]]></category>
		<category><![CDATA[award]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknopreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Last night was a BLAST! Ini adalah kali pertama saya datang ke sebuah event nasional yang kursinya nggak cukup sehingga banyak peserta (termasuk saya) harus berdiri. Hahaha&#8230;
Kidding. Saya berbicara tentang teknopreneur award 2009 yang di gelar di Ballroom 1 Ritz Carlton hotel jakarta kemarin malam. Teknopreneur Award 2009 sendiri diselenggarakan oleh Teknopreneur.com, Ikatan Alumni ITB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_639" class="wp-caption aligncenter" style="width: 502px"><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/16122009185.jpg"><img class="size-full wp-image-639" title="16122009185" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/16122009185.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=492&amp;h=368&amp;hash=4e1814d8a4c2599413b2480807360323" alt="Bapak Cahyana dari KADIN" /></a><p class="wp-caption-text">Bapak Cahyana dari KADIN</p></div>
<p>Last night was a BLAST! Ini adalah kali pertama saya datang ke sebuah event nasional yang kursinya nggak cukup sehingga banyak peserta (termasuk saya) harus berdiri. Hahaha&#8230;</p>
<p>Kidding. Saya berbicara tentang teknopreneur award 2009 yang di gelar di Ballroom 1 Ritz Carlton hotel jakarta kemarin malam. Teknopreneur Award 2009 sendiri diselenggarakan oleh Teknopreneur.com, Ikatan Alumni ITB, dan TeknoVentura. Kalo nggak salah ingat, ini adalah penyelenggaraan kali kedua.</p>
<p>Tentu saja, saya beruntung diundang di event tersebut. Walaupun ngerasa agak &#8217;salah tempat&#8217; karena kebanyakan yang datang adalah alumnus ITB. Kenapa? Karena saya punya kesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang hebat disana.</p>
<p>Dan tentu saja ini adalah event yang tepat untuk mempelajari seperti apa sebenernya pemerintahan bergerak menanggapi Industri Kreatif dan teknologi. Spesifiknya, di bidang internet dan online.</p>
<p>Walaupun di penghujung acara itu ada talkshow, yang salah satu pembicaranya adalah @anindyabakrie membahas tentang industri teknologi dan startup<span id="more-637"></span> yang tidak mungkin bisa mendapatkan pendanaan dari bank. Dan kemudian dibahas juga tentang contoh-contoh dari startup seperti facebook, google, yahoo, microsoft.</p>
<p>Lucu (dan anehnya), walaupun kebanyakan yang dijadikan contoh itu adalah Industri Online atau website, sepertinya kok mereka tetap aja lupa dan selalu mengarahkannya kepada teknologi secara umum. Bukannya jelek ato gimana, tapi it&#8217;s So&#8230;. last decade! untuk bergantung pada industri teknologi secara umum.</p>
<p>Kenapa? Proprietary technologynya tidak kita kuasai. Dan capital yang dibutuhkan untuk research sangat besar. Belum lagi untuk marketingnya. Berbeda dengan industri Online atau internet yang relatif nggak butuh research budget dan marketingnya pun kebanyakan buzz. Memang dititik ini saya berpihak pada industri online dan pendapat saya sangat subjektif hehe&#8230;</p>
<p>Anyway, seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya mengenai <a href="http://fauzan.dhezign.com/436/entrepreneurship/teknopreneur-award-2009-salah-sasaran/">teknopreneur award</a> ini. Ajang kompetisi ini &#8217;salah sasaran&#8217;. Yang ternyata setelah di konfirmasi merupakan strategi dari penyelenggara untuk mencari role model bisnis yang bisa dijadikan panutan atau contoh startup yang sebenarnya.</p>
<p>Dan bersyukurlah. Insya Allah tahun depan startup akan bisa mengikuti ajang ini karena ada kategori tersendiri. (<strong>horeee!</strong>)</p>
<p>Acara ini dihadiri oleh 2 mentri, Hatta Radjasa dan @tifsembiring, <span style="text-decoration: line-through;">mentri pantun </span>eh, menkominfo. Lumayan bagus pidatonya Pak Hatta, sayang @tifsembiring masih bawa text, lain kali pede aja pak. Berpantun jago masak pidato make catetan :p</p>
<div id="attachment_640" class="wp-caption aligncenter" style="width: 493px"><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/16122009175.jpg"><img class="size-full wp-image-640" title="16122009175" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/16122009175.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=483&amp;h=363&amp;hash=1fbdb8182536ae456d74b809135f5db7" alt="@tifsembiring pidato pembukaan" /></a><p class="wp-caption-text">@tifsembiring pidato pembukaan</p></div>
<p>Selain itu acara ini juga dihadiri oleh Bapak Cahyadi dari KADIN. Pak Budi Sadikin, Direktur Bank Mandiri yang juga jadi salah satu sponsor dan pendukung acara ini. Mbak @shintabubu juga datang, sayang nggak sempat ketemuan karena entah ada dimana si mbak.</p>
<p>Inti apa yang disampaikan oleh bapak-bapak mentri kemarin adalah bahwa mereka sadar sebenarnya bahwa startup ini success ratenya kecciiiill&#8230; sekali. Dan mereka sadar bahwa bank itu tidak mungkin bisa membantu startup karena nggak punya kolateral.</p>
<p>Sementara itu, bunga bank tetap tinggi yang menyebabkan orang lebih suka investasi dibidang finance. Dan bahwa entrepreneur di Indonesia masih dibawah 1%. Padahal butuh diatas 4% untuk mensejahterakan negara.</p>
<p>Pertanyaan besar saya adalah, sudah tahu gitu&#8230; kok ya nggak ada langkah kongkrit??</p>
<div id="attachment_641" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/16122009170.jpg"><img class="size-full wp-image-641" title="16122009170" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/16122009170.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=468&amp;h=351&amp;hash=1f52ca5bf52a8890014337636b55065b" alt="Banyak yang harus berdiri karena gak ada tempat duduk" /></a><p class="wp-caption-text">Banyak yang harus berdiri karena gak ada tempat duduk</p></div>
<p>Saya salut terhadap @anindyabakrie yang sedang dalam proses mendirikan ICT Foundation, sebuah ventura yang akan memberikan dana untuk para startup. Sedih memang karena nggak fokus di dunia online, tapi itu sudah merupakan sebuah langkah yang bagus. Semoga saja benar benar ventura, bukan pinjaman yang &#8216;nyamar&#8217; jadi ventura hehe&#8230;</p>
<p>Selamat juga pada para pemenang tadi malam. PT Zamrud Khatulistiwa, PT Sisfo Technology, dan PT Balerang. Saya nggak hafal urutannya. Tapi buat anda yang menyaksikan <a href="http://twitter.com/dhezign" target="_blank">live tweet saya</a> semalam insya Allah bisa dicek disana.</p>
<div id="attachment_642" class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/16122009189.jpg"><img class="size-full wp-image-642" title="16122009189" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/16122009189.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=474&amp;h=355&amp;hash=fd2f2fa4d02d7886e82b801102016068" alt="Mentri yang satu ini lagi mau cabut..." /></a><p class="wp-caption-text">Mentri yang satu ini lagi mau cabut...</p></div>
<p>Alhamdulillah kemarin sempat melakukan sedikit wawancara dengan Bapak Zen Rosdy Nur, President Commisioner dari PT Sisfo Indonesia, salah satu pemenang TeknoPreneur award kemarin. Walaupun wawancara saya dengan @anindyabakrie gara gara keduluan sama orang TV One. Ya maklum lah&#8230; kalah level hahaha&#8230;</p>
<p>Saya akan tulikan hasil interview singkat saya di post saya selanjutnya. Informasi ini penting bagi anda yang membangun bisnis B2B yang ketakutan dengan adanya praktek <span style="text-decoration: line-through;">sulap</span> suap.</p>
<p>Penutupan acara diakhiri dengan cerita yang sangat inspiratif oleh Pak Adie Marzuki, ketua panitia yang juga moderator talkshow.</p>
<div id="attachment_643" class="wp-caption aligncenter" style="width: 492px"><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/16122009192.jpg"><img class="size-full wp-image-643" title="16122009192" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/16122009192.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=482&amp;h=362&amp;hash=2ad5818c23475d4ea4c87ba9fb0e35f8" alt="Talkshow, parahnya saya lupa siapa tuh yang paling kanan. hahaha..." /></a><p class="wp-caption-text">Talkshow, parahnya saya lupa siapa tuh yang paling kanan. hahaha...</p></div>
<p>Beliau menggunakan sebuah cerita khayalan untuk mengilustrasikan tentang bagaimana nilai project yang diajukan oleh orang Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan vendor dari US atau Jepang. Semua disebabkan karena praktik KKN dan suap <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apakah anda juga pernah punya pengalaman tentang hal ini? Silahkan sharing disini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/637/indonesia-startup/malam-penghargaan-teknopreneur-award-2009-unofficial-report/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai dari yang Kecil, Membenahi dari Awal</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/232/bisnis/cara-untuk-menghindari-masalah-menjadi-besar/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/232/bisnis/cara-untuk-menghindari-masalah-menjadi-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 13:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[dari awal]]></category>
		<category><![CDATA[dari kecil]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[penggusuran]]></category>
		<category><![CDATA[UUD 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini jika anda tinggal di Surabaya dan sekitarnya, anda pasti merasakan sesuatu yang berbeda saat melintasi jalan-jalan utama yang ada di pinggir sungai kota Surabaya. Banyak dari bangunan yang ada di sana sudah dibongkar, penghuninya digusur (walaupun belakangan sudah mulai banyak yang berani membangun kembali di area yang sama).
Tidak hanya di Surabaya saja, jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/06/penggusuran.jpg"><img class="size-medium wp-image-233  alignleft" title="penggusuran" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/06/penggusuran.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=143&amp;h=94&amp;hash=f91f533553ebc3bd6f38bee8cdb40fb5" alt="" /></a>Belakangan ini jika anda tinggal di Surabaya dan sekitarnya, anda pasti merasakan sesuatu yang berbeda saat melintasi jalan-jalan utama yang ada di pinggir sungai kota Surabaya. Banyak dari bangunan yang ada di sana sudah dibongkar, penghuninya digusur (walaupun belakangan sudah mulai banyak yang berani membangun kembali di area yang sama).</p>
<p>Tidak hanya di Surabaya saja, jika anda pernah menonton mata kamer di TVOne, di salah satu episodenya, penggusuran juga terjadi di Ibu kota. Mirip dengan daerah manapun di Indonesia, pemerintah hanya akan melakukan penggusuran saat penghuni liar dan bangunan liar sudah merajalela. Sudah dibangun semi permanen dengan batu bata dan semen, dan sampai ada yang sudah layak huni seperti rumah pada umumnya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menghuni bangunan liar tersebut memiliki KTP resmi dari pemerinta. Belum pernah saya <span style="text-decoration: line-through;">dengar<span id="more-232"></span></span> tahu ada penggusuran yang dilakukan saat masalah masih kecil, saat masih sedikit orang yang menghuni. Saat masih sedikit ada bangunan liar.</p>
<p>Tentu saja seperti yang kita semua tahu, setiap penggusuran terjadi masyarakat selalu dirugikan. Yang paling minimal mungkin karena adanya kemacetan jalan. Tapi yang paling merasakan tentu saja penghuni-penghuni bangunan tersebut. Dan saat ini terjadi, saya tidak pernah mengetahui langkah nyata pemerintah untuk memperbaiki kondisi ini. Padahal mengingat salah satu pasal di UUD 1945, &#8220;fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara&#8221;</p>
<p>Celetukan salah satu tim saya, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=580478918&amp;ref=mf" target="_blank">Imam</a>, negara hanya memelihara mereka, bukan mengurusi. Kalo dipikir ya nggak salah apa yang dia katakan <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bukan maksud saya menjelek-jelekkan pemerintahan kita, tapi anda pasti bisa menilai sendiri. Dan tentu saja kita bisa mengambil pelajaran dari sana.</p>
<p>Dalam bisnis, banyak pebisnis sukses yang mempunyai prinsip bahwa untuk dapat sukses dan berhasil anda <strong>harus</strong> merasakan proses bisnis anda dari bawah. Ibaratnya jika anda ingin sukses berbisnis makanan, anda harus pernah merasakan secara langsung bagaimana caranya berjualan, caranya memasak, caranya mempersiapkan bahan bahan, caranya belanja, dan seterusnya.</p>
<p>Jika dilihat dari perspektif yang sedikit berbeda, apa yang menjadi prinsip banyak pebisnis sukses ini didasari karena alasan yang sangat kuat. Yaitu apabila anda pernah merasakan dan tahu semua kegiatan yang menjadikan bisnis anda utuh, anda <em>bisa mengetahui masalah sebelum masalah tersebut menjadi besar</em>.</p>
<p>Menyelesaikan masalah saat masalah itu masih menjadi tunas, dan belum memiliki akar yang kokoh adalah satu hal yang sebisa mungkin anda lakukan dalam manajemen bisnis atau kantor anda. Masalah yang belum berakar biasanya dapat dengan mudah diselesaikan karena masalah belum melebar kemana mana. Ibaratnya, tidak akan ada banyak korban jika seandainya pemerintah mau menertibkan bangunan-bangunan liar saat masih belum banyak jumlahnya dan belum permanen bangunannya.</p>
<p> </p>
<p>Apakah anda sudah berusaha mengatasi masalah saat masalah masih kecil? Ataukah anda biasa menunda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/232/bisnis/cara-untuk-menghindari-masalah-menjadi-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Digital Media dan Internet di Mata Pemerintah dan Birokrat Indonesia</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/208/bisnis/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/208/bisnis/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 May 2009 16:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[digital media]]></category>
		<category><![CDATA[inaicta]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri web]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Banyak dari kita sudah mulai sadar akan kekuatan media internet dan segala turunannya. Dan tentu saja, banyak orang kaya baru yang berawal dari kiprahnya di digital media dan internet, tapi tahukah anda bahwa digital media dan internet masih menjadi semacam &#8216;underdog&#8217; di mata birokrasi dan pemerintahan Indonesia?

Kenapa saya bicara seperti ini? Pada kunjungan saya ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom: 0in;"><img class="alignleft" title="inaicta" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/themes/inaicta_baru/images/logo-inaicta.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=214&amp;h=102&amp;hash=9dc7598ea2a72b40481f7816176b9420" alt="" />Banyak dari kita sudah mulai sadar akan kekuatan media internet dan segala turunannya. Dan tentu saja, banyak orang kaya baru yang berawal dari kiprahnya di digital media dan internet, tapi tahukah anda bahwa digital media dan internet masih menjadi semacam &#8216;underdog&#8217; di mata birokrasi dan pemerintahan Indonesia?</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Kenapa saya bicara seperti ini? Pada kunjungan saya ke Jakarta minggu ini, saya mengikuti sebuah event yang diadakan di Depkominfo. Sebuah seminar yang didukung oleh teknopreneur.com dan <a href="http://intelcapital.com" target="_blank">IntelCapital. </a>Belakangan saya baru tahu atas informasi dari pak <a href="http://zahiraccounting.com" target="_blank">Muhammad Is</a> bahwa acara tersebut sebenarnya adalah &#8216;gawe&#8217; dari Intelcapital yang mencari &#8216;mangsa&#8217;.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Mengenai IntelCapital akan saya bahas lain kali saja. Kali ini saya ingin menulis tentang digital media dan internet di mata pemerintahan Indonesia.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Jika anda adalah salah satu dari banyak orang yang bergerak di bidang IT, termasuk telekomunikasi dan internet kemungkinan besar anda pasti pernah mendengar <a href="http://inaicta.web.id" target="_blank">INAICTA</a>. Sebuah ajang kompetisi<span id="more-208"></span> dan penghargaan bagi pelaku ICT (information and communication technology) di Indonesia. INAICTA sendiri bukan sebuah ajang yang baru. Ini adalah ajang yang relatif lama yang bahkan pada tahun 2003 sudah ada.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Apa hubungannya dengan pandangan pemerintah pada digital media dan internet? INAICTA adalah acara resmi dan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia, Depkominfo lebih khususnya. Dan&#8230; sampai pada saat ini (INAICTA 2009) anda tidak akan menemukan kategori perlombaan untuk digital media dan internet.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Yang ada hanyalah sub kategori dari kategori besar yang pesaingnya pun nggak hanya di media internet. Jika pemerintah Indonesia sendiri menganggap digital media dan internet itu begitu penting, maka seharusnya ada kategori tertentu (beberapa bahkan malah) untuk memfasilitasi dan mendorong kemajuan industri internet dan web di Indonesia.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Padahal, hampir 70% apa yang dikatakan oleh IntelCapital (sebuah perusahaan ventura yang berinvestasi pada perusahaan tahap growth) adalah semuanya tentang digital media dan Internet. Terlihat sekali perbedaan penghargaan antara orang asing (pembicara dari intelcapital orang bule) dan orang Indonesia (terutama birokrat dan pemerintahan) terhadap industri internet di Indonesia.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Birokrat dan pemerintahan masih menganggap industri web dan internet dapat dijadikan satu dan sama dengan industri telekomunikasi dan software. Padahal, perbedaannya sudah sangat jauh dan mendasar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Selain itu, tahun 2009 dicanangkan sebagai tahun industri kreatif indonesia, dan seperti yang sudah anda duga, dari 14 kategori industri &#8216;kereatif&#8217;, tidak ada satupun yang berfokus di digital media dan internet. Kalo mereka mau mengelak, pasti bilangnya masuk ke bidang software.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Sedih juga melihat apresiasi terhadap media baru ini. Walaupun begitu, kita harus melihat sisi baiknya. Bill Gates mendirikan sebuah perusahaan Software pada tahun 70an. Tahun dimana orang bahkan tidak mengerti apa itu software, untuk apa fungsinya, dan apa perlunya. Dan anda lihat sekarang kiprahnya di Dunia. <a href="http://apple.clom" target="_blank">Steve Jobs</a> &#8216;mencuri&#8217; mouse dan graphical user interface dari insinyur insinyur xerox, yang bahkan top level management mereka tidak melihat pentingnya mouse dan GUI. Saat ini, hampir semua teknologi mengadopsi konsep yang sama.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Saat sebuah teknologi belum dilirik oleh pemain pemain besar, maka itu adalah saat dimana kita punya kesempatan untuk berkiprah (dan mendulang sukses) disana. Kita tidak perlu khawatir akan persaingan yang ketat dan kalah modal, karena mereka tidak memahami pentingnya teknologi baru ini.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Jadi, ketidakpedulian pemerintah pada <a href="http://www.dhezign.com">industri internet</a> dan media digital sebenarnya menurut saya adalah blessing in disguise, sampai kita cukup mampu dan punya backing modal yang cukup kual untuk bersaing dengan pemain besar lainnya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
<p style="margin-bottom: 0in;">Jadi, apakah anda sudah siap?</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/208/bisnis/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

