<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Business Indonesia - Social Media Insight - Online Marketing Agency Blog &#187; media online</title>
	<atom:link href="http://fauzan.dhezign.com/tag/media-online/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzan.dhezign.com</link>
	<description>Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 11:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fauzan.dhezign.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Marketeer&#8217;s Power Lunch February Edition review (or Not)</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Startup]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[startup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[
Senin 22 Januari ini saya akhirnya mendapatkan undangan dari MarkPlus dan Marketeers untuk menghadiri power lunch. Sepertinya event ini rutin diadakan bulanan oleh MarkPlus dan Marketeers, mengingat bulan januari yang lalu juga diadakan acara serupa.
Hanya, Januari yang lalu yang diundang sebagai tamu kehormatan adalah the infamous @tifsembiring, menkominfo kita paling tidak untuk saat ini. Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-816" href="http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/attachment/marketeers-logo/"><img class="aligncenter size-full wp-image-816" title="Marketeers logo" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/Marketeers-logo.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=334&amp;h=66&amp;hash=9b5c03f2e5876ccdfd6d5820c053dc95" alt="Marketeers logo" /></a></p>
<p>Senin 22 Januari ini saya akhirnya mendapatkan undangan dari MarkPlus dan Marketeers untuk menghadiri power lunch. Sepertinya event ini rutin diadakan bulanan oleh MarkPlus dan Marketeers, mengingat bulan januari yang lalu juga diadakan acara serupa.</p>
<p>Hanya, Januari yang lalu yang diundang sebagai tamu kehormatan adalah the <span style="text-decoration: line-through;">in</span>famous <a href="http://twitter.com/tifsembiring" target="_blank">@tifsembiring</a>, menkominfo kita <span style="text-decoration: line-through;">paling tidak</span> untuk saat ini. Dan januari yang lalu adalah deklarasi dari&#8230; what do you call it&#8230; New Wave Marketing. From senior to youth, men to women, citizen to netizen. Baca <a href="http://the-marketeers.com/web/?show=news&amp;id=62" target="_blank">reviewnya</a> untuk<span id="more-814"></span> lebih jelasnya.</p>
<p>Btw, saya nggak dapat invitation januari yang lalu :p. Mungkin utamanya adalah karena saya masih under the radar. Karena baru move in di Jakarta kurang dari 3 bulan, most people doesn&#8217;t know me&#8230; Yet anyway. Dan diundangnya ke event bulan ini menandakan bahwa i made a progress <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan bulan ini acaranya berfokus pada youth, jadi kali ini yang diundang sebagai stars adalah banyak pemuda yang memiliki dan sudah menorehkan prestasi internasional. Sebut saja diantaranya <a href="http://babarafi.com" target="_blank">Hendy Kebab Turki</a> dan <a href="http://kristiono-setyadi.net/2010/02/bancakan-20-komunitas-startup-dan-apps-development-di-yogyakarta/" target="_blank">Kristiono Setyadi</a>, pemenang Yahoo Open Hack Day SEA 2009.</p>
<p>Tentu saja nggak hanya mereka, banyak sekali pemuda hebat dari berbagai bidang. 5 Bidang yang disebutkan oleh Hermawan Kertajaya. Politik, Science, Art, Sport, dan Entrepreneurship. 5 Bidang dimana remaja pada umumnya berkiprah. Just FYI, menurut undang-undang terbaru dari Menpora, remaja di Indonesia itu yang masuk kategori umur 16-30 tahun. Apakah anda termasuk remaja? Well, saya yakin kebanyakan pembaca blog ini sudah bukan (ups).</p>
<p>Seharusnya, acara hari ini dihadiri oleh MenPora. Bapak Andi Malarangeng. Sayang sekali karena ada keperluan mendadak, terutama karena urusannya adalah dengan presiden, pak HK kalah level, dan tentu saja kepentingan presiden lebih diutamakan.</p>
<p>Anyway, di event ini saya bertemu dengan @unwinged @salsabeela @ilmanakbar @hendysetiono @dwirianto @andjrot @leonisecret @ksetyadi @anakcerdas @villahadis -&gt;(yang ngundang nih) @yoris @billyboen @pandji @mahadaya dan masih banyak yang lainnya. Tentu saja hal ini menyebabkan istilah &#8216;power lunch&#8217; jadi agak rancu di perut saya siang tadi. Karena saking serunya, nggak sempat makan. Cuma sempet nyomot 2 slice tipis pudding&#8230; dan jus jambu (i believe that&#8217;s NOT what you usually call a lunch eh?).</p>
<p>Nggak ngerti apakah acara di bulan Januari kemaren se crowded ini. Tapi ruang yang ada PENUH SESAK saking luar biasanya. Dan bukan penuh sesak oleh orang-orang sembarangan, mereka adalah para pemuda yang selain sudah menorehkan prestasi yang luar biasa saya yakin masih banyak yang menunggu mereka di masa depan nanti.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-817" href="http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/attachment/22022010374/"><img class="alignleft size-medium wp-image-817" title="22022010374" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/22022010374-300x225.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=225&amp;hash=b9d81a0038b63515f0a02d0915358568" alt="22022010374" /></a>Menurut beberapa rekan yang juga hadir di event januari yang lalu, pembicaraan dan sesi kali ini agak bias dan tidak fokus. Well, that&#8217;s what happened if you gather people based on demography (which is young) but do not share relatively the same interest.</p>
<p>Banyak yang berbicara tentang art. Satu tentang science. Beberapa tentang entrepreneurship. Yang ngomongin sport sedikit sekali. Yang ngomong politik cuma satu, tapi kesannya powerful banget (aduh&#8230; sampe lupa nama aslinya, cuma inget mbak Tere, anggota DPR).</p>
<p>Puncak acara ditandai dengan dimasukkannya dream yang dituliskan oleh 22 pemuda berprestasi internasional yang dimasukkan ke dalam semacam time capsule untuk dibuka persis 10 tahun dari sekarang. 22-02-20. Satu persatu memasukkan kertas bertuliskan dreamnya ke time capsule tersebut dan difoto bersama deputi menpora (yang mewakili pak Andi Malarangeng).</p>
<p>Foolish for me because i didn&#8217;t get any worthy picture. Starting to feel that i will need to buy my own camera. At least a dedicated camera so when my smartphone&#8217;s battery is drained, i can still write a good blog accompanied with a good picture <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  (<span style="text-decoration: line-through;">ada yang mau sponsorin dan ngasih saya kamera anyone?</span> *mode berkhayal).</p>
<p>Tetep, seperti biasa what i value most dari acara-acara seperti ini adalah after eventnya. Setelah sholat, langsung lanjut ngobrol. Karena memang dijadwalkan sebelumnya, mau ngobrol sedikit banyak tentang bisnis bareng <a href="http://twitter.com/ksetyadi" target="_blank">@ksetyadi</a>. Thinking of partnering up and start our own startup in online utility tools.</p>
<p>Nggak lama, datang @leonisecret. Lama nggak ketemu, saya ngobrol banyak (dan belajar banyak juga) dari pengalaman mbak Leonita ini (check out <a href="http://leonisecret.com/lindungi-musik-indonesia-kalau-bukan-kita-siapa-lagi/" target="_blank">her latest blogpost</a> btw!). Ternyata, Leonita ini baru saja sekitar setahunan memasuki dunia online. Nggak seperti yang saya kira sebelumnya. Dan ternyata, kerjanya di semut api (marcomm partner Kaskus). Padahal selama ini saya kira kerja bareng rama.</p>
<div id="attachment_818" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-818" href="http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/attachment/22022010376/"><img class="size-medium wp-image-818" title="Leonita" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/22022010376-300x225.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=225&amp;hash=3a872d65fe9ddc9b612e9c652237d3f3" alt="Ini nih, Leonita" /></a><p class="wp-caption-text">Ini nih, Leonita</p></div>
<p>Leoni cerita banyak soal personal branding. How she got through into the barrier of online communities. Gimana cara dapat &#8216;pengakuan&#8217; dalam waktu singkat. Gimana caranya agar kita bisa dengan cepat dikenal dan &#8216;nancep&#8217; di mind and heart para stakeholder kita. Sesuai dengan spesialisasi utamanya, personal branding.</p>
<p>Satu kunci yang diberikan oleh Leoni adalah tentang &#8216;being different&#8217;, &#8216;being brave&#8217;, dan &#8216;being yourself&#8217;. Dapat &#8216;kuliah gratis&#8217; seputar personal branding memang mengasyikkan. Saya mungkin lebih berpengalaman urusan entrepreneurship, managing team, dan online marketing secara umum, tapi urusan personal branding (proven lagi!) saya bisa belajar banyak dari beliau.</p>
<p>Saya pribadi memang merasa Leoni ini &#8216;berbeda&#8217;. So setiap saat masuk ke sebuah komunitas, nggak mungkin mata nggak memandang dia. Dan dari sanalah awal cerita segala sesuatunya.</p>
<p>Saya nggak bisa cerita banyak kecuali anda menemui Leonita secara langsung. Sementara kita semua tahu seperti apa tipikal blogger di Indonesia, Leoni benar-benar berbeda dan karena itulah dia langsung mencuat dan melesat.</p>
<p>Leoni bilang bahwa saya sebenarnya sudah mempunyai modal sendiri. Saya adalah <a href="http://fauzan.dhezign.com/729/entrepreneurship/menang-juara-1-wirausaha-muda-mandiri-terbaik-indonesia/">pemenang dari sebuah event prestigius</a> di Indonesia. Dan walaupun Leoni nggak bilang secara langsung, saya yakin penampilan saya cukup unik. Anda yang pernah bertemu saya secara langsung pasti ngerti apa yang saya maksudkan.</p>
<p>Though sometimes not everyone sees it in a positive way, ini tetap salah satu cara untuk berbeda. Inget tapi ya, this is the real me. Saya nggak berpenampilan begini hanya karena ingin berbeda dan dikenal. Tapi memang inilah penampilan saya sejak dulu <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-819" href="http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/attachment/22022010378/"><img class="size-medium wp-image-819" title="Ollie" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/22022010378-300x225.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=225&amp;hash=4810d5685736b5ce09b1fc24f04636b3" alt="Ollie sedang dimintain pendapat" /></a><p class="wp-caption-text">Ollie sedang dimintain pendapat</p></div>
<p>Pendapat yang menyatakan bahwa lebih baik menjadi orang jelek diantara komunitas orang ganteng sebenarnya sering ada benarnya. Being different means the same to being memorized. Apakah berbeda secara positif atau negatif itu urusan belakangan. Dan anda selalu punya waktu untuk membuktikannya nanti&#8230;. wah, jadi banyak mbahas soal personal branding nih.</p>
<p><strong>Kembali ke ngobrol-ngobrol selepas event</strong></p>
<p>Ngobrol terus dilanjutkan dan peserta semakin bertambah. Obrolan berlanjut ke <a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;source=web&amp;ct=res&amp;cd=1&amp;ved=0CAYQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Fkarodalnet.blogspot.com%2F2010%2F02%2Fmario-teguh-diprotes-di-twitter.html&amp;ei=awiDS5OpPM-9rAf3w8zCBw&amp;usg=AFQjCNHB17bcL9vKK1MtSJxcJ1hdCVeYCw&amp;sig2=kh1xRhHfHPiraEy4Vhehag" target="_blank">blunder Mario Teguh di twitter</a> dan membahas mulai bagaimana itu bisa terjadi, apa yang seharusnya dilakukan oleh Mario Teguh, dan berbagai hal lainnya yang masih seputar itu.</p>
<p>Melebar juga akhirnya ke blunder pasangan pengantin terbaru mengenai hashtag MUI next haram. Yang walaupun nggak sempat heboh dan besar, tetap bisa jadi melukai personal branding orang orang dibelakangnya.</p>
<p>Semakin sore, akhirnya @ksetyadi pamit. Mau langsung meluncur ke Bandung katanya. Begitu juga dengan teman teman lain yang juga sepertinya punya urusan masing-masing.</p>
<h2>Lucunya di dekat pintu keluar ketemu dengan @dwirianto dan&#8230;</h2>
<p>berlanjutlah obrolan sampai lama sekali. Tapi materi obrolannya berbeda. Dan @mahadaya juga ada disana.</p>
<p>Materi obrolan akhirnya menyentuh ke startup Indonesia. Danny (@dwirianto) bercerita tentang performance kaskus setelah &#8216;dipegang&#8217; oleh dia. Pertumbuhan user melesat drastis dari sekitar 600rb user di 2008 (pencapaian setelah lebih dari 10 tahun beroperasi) menjadi lebih dari 1,4 juta user saat ini.</p>
<p>Danny juga menceritakan tentang bagaimana sulitnya merubah paradigma kaskus = porn menjadi sesuatu yang berbeda. Dan mereka berhasil, dengan luar biasa.</p>
<div id="attachment_822" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a rel="attachment wp-att-822" href="http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/attachment/at-markplus-powerlunch/"><img class="size-full wp-image-822" title="At MarkPlus PowerLunch" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/At-MarkPlus-PowerLunch.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=400&amp;h=267&amp;hash=3f8b3fdb162b90c641edeed1aa12907f" alt="Kiri ke kanan: Pitra, Brian (it's me!), Kristiono, Ollie " /></a><p class="wp-caption-text">Kiri ke kanan: Pitra, Brian (it&#39;s me!), Kristiono, Ollie </p></div>
<p>Obrolan akhirnya nyangkut ke dream dari @ksetyadi (yap, dia nggak pulang dan masih ikut ngobrol karena menarik banget pembicaraannya) tentang membuat Indonesia menjadi sillicon valleynya asia. Danny akhirnya bercerita tentang mimpinya membangun sebuah lokasi semacam RnD lab khusus untuk startup.</p>
<p>RnD lab ini berfokus untuk menciptakan dan membuat inovasi dalam hal produk. Dan tim dari Danny yang akan mencoba menghubungkannya dengan bisnis dan menjadikannya valuable secara materi.</p>
<p>Danny juga sharing tentang kerjasamanya dengan DailySocial dan Navinot untuk akan segera mengadakan <a href="http://rumahdot.com/tag/startup/">startup</a> award. Yap! a great news for you guys in the startup industry (including one of our division).S angat-sangat menyenangkan ngobrol dengan Danny. Terutama mengetahui kepeduliannya yang begitu besar pada startup Indonesia.</p>
<p>Setelah obrolan ini selesai, banyak diantara kami yang langsung meninggalkan MarkPlus. Saya? masih neruskan ngobrol dengan @mahadaya. Just the usual business and stuff.</p>
<p>So, itulah report dari Marketeer&#8217;s Power Lunch di bulan Pebruari ini. Not really a review i would say, since kebanyakan insight dan hal menarik justru saya dapatkan after event. Tapi memang seperti itulah seharusnya sebuah event yang bagus.</p>
<p>Btw, Check out <a href="http://www.flickr.com/photos/salsabeela/tags/markpluspowerlunch0210/" target="_blank">Ollie&#8217;s photo from yesterday</a> to get a feel of the event.</p>
<p>Ada yang punya masukan untuk Danny dan startup Indonesia? Atau untuk MarkPlus dan mungkin Marketeers? tuliskan dan komentar di sini</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/814/indonesia-startup/marketeers-power-lunch-february-edition-review-or-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liputan Brian Arfi (CEO PT. DheZign OS) di beberapa media awal Februari</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/758/pengumuman/liputan-brian-arfi-ceo-pt-dhezign-os-di-beberapa-media-awal-februari/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/758/pengumuman/liputan-brian-arfi-ceo-pt-dhezign-os-di-beberapa-media-awal-februari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 06:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, setelah memenangkan Wirausaha Muda Mandiri, banyak sekali liputan media yang saya dapatkan. Memang melelahkan, tapi juga menyenangkan tentu saja. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah saat membaca berita yang keluar.
Seringkali para jurnalis profesional ini bisa menceritakan apa yang saya alami dengan lebih natural, dan mengambil sudut pandang yang lebih menarik.
Alhamdulillah hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-759" href="http://fauzan.dhezign.com/758/pengumuman/liputan-brian-arfi-ceo-pt-dhezign-os-di-beberapa-media-awal-februari/attachment/foto-di-wartakota-online/"><img class="size-full wp-image-759 alignleft" title="foto di wartakota online" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/foto-di-wartakota-online.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=216&amp;hash=8becc70b242ee1660d8e6af8dac8e241" alt="foto di wartakota online" /></a>Beberapa waktu yang lalu, setelah memenangkan Wirausaha Muda Mandiri, banyak sekali liputan media yang saya dapatkan. Memang melelahkan, tapi juga menyenangkan tentu saja. Dan yang lebih mengagetkan lagi adalah saat membaca berita yang keluar.</p>
<p>Seringkali para jurnalis profesional ini bisa menceritakan apa yang saya alami dengan lebih natural, dan mengambil sudut pandang yang lebih menarik.</p>
<p>Alhamdulillah hasil liputan dari Warta Kota sudah keluar (sebenarnya sudah sejak hari minggu kemarin di bagian inspirasi, halaman 9). Tapi versi onlinenya juga ada dan bisa dicek di <a href="http://www.wartakota.co.id/read/inspirasiusaha/20842" target="_blank">Website wartakota</a> . Di sana ada sedikit gambaran mengenai siapa saya dan cara berbisnis saya. Nggak penting sih untuk dibaca kecuali siapa tahu bisa jadi pelajaran untuk anda.</p>
<p>Ada satu artikel lagi di koran wartakota yang saya tidak menyangka akan ditulis. Judulnya provokatif &#8220;Kalau Senang Langsung<span id="more-758"></span> Tembak&#8221;. Wartawannya memang unik dan asik <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Artikel itu sedikit banyak mengisahkan tentang pernikahan saya di umur 18 tahun. Buat yang penasaran tapi nggak sempat baca korannya minggu kemarin, artikelnya bisa <a href="http://www.wartakota.co.id/read/inspirasiusaha/20843" target="_blank">dilihat di sini</a>.</p>
<p>Selain itu, Harian umum duta masyarakat juga sempat menuliskan liputan tentang saya. Karena nggak tahu kapan versi cetaknya muncul, silahkan dibuka <a href="http://www.dutamasyarakat.com/artikel-27407-tidak-harus-repot-ketika-akan-memulai--.html " target="_blank">versi onlinenya</a>. Artikel ini menceritakan bagaimana saya memulai bisnis saya dahulu.</p>
<p>Alhamdulillah selain itu hari senin, 1 Februari kemarin saya diundang untuk menghadiri Press Conference di ITS, Surabaya oleh rektorat ITS. Undangannya adalah untuk meliput bahwa ada mahasiswa ITS yang memenangkan kompetisi nasional WMM kemarin. Dari sana, ada beberapa media yang meliput, tapi belum ketahuan kapan publikasinya keluar.</p>
<p>Selain itu, JTV (jawapos TV) juga meminta untuk meliput kegiatan sehari-hari di kantor. Jadlah kegiatan kantor pusat kami di liput dan tinggal menunggu jadwal penayangan beritanya.</p>
<p>Hampir lupa, sewaktu di ITS, walaupun belum lulus (dan sepertinya tidak akan lulus dari ITS) saya sempat diminta &#8216;ndosen&#8217; sebentar (sebentar tapi untuk 4 kelas sih) untuk sebuah mata kuliah mahasiswa semester 8 (yang mata kuliah tersebut bahkan belum saya ambil hahaha). Mata kuliah ini akan meminta mahasiswa untuk mendevelop sebuah business plan yang berkesempatan mendapatkan pendanaan dari DIKTI upto 40 juta (tanpa bunga) untuk setiap kelompoknya (kenapa ya kok baru ada setelah saya gak kuliah)</p>
<p>Itulah beberapa small winning (yang sebenernya klo digabung jadi big juga sih) dari saya. Mohon doanya supaya bisa lebih baik ke depannya. Apakah anda mendapatkan manfaat dari tulisan ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/758/pengumuman/liputan-brian-arfi-ceo-pt-dhezign-os-di-beberapa-media-awal-februari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Viral Gap membuat online branding tidak efektif? Reply for navinot</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/748/bisnis/viral-gap-membuat-online-branding-tidak-efektif-reply-for-navinot/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/748/bisnis/viral-gap-membuat-online-branding-tidak-efektif-reply-for-navinot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 06:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=748</guid>
		<description><![CDATA[
Jika anda pembaca setia Navinot, siang ini Ivan baru saja post berjudul Gaps in Indonesian Internet. Sementara post ini benar benar penuh insight dan melihat kondisi internet secara proporsional. Ada beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai post ini.
Generation Gap
Ivan menyebutkan bahwa ada gap generasi yang terjadi dalam pengguna internet Indonesia. Tentu saja kita semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-749" href="http://fauzan.dhezign.com/?attachment_id=749"><img title="bridge-gap" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/02/bridge-gap.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=515&amp;h=341&amp;hash=7c278794e148c244cdb40947760b9772" alt="bridge-gap" /></a></p>
<p>Jika anda pembaca setia <a href="http://navinot.com/" target="_blank">Navinot</a>, siang ini Ivan baru saja post berjudul <a href="http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/?utm_source=twitterfeed&amp;utm_medium=twitter&amp;utm_campaign=Feed%3A+Navinot+%28Navinot%29&amp;utm_content=Twitter" target="_blank">Gaps in Indonesian Internet</a>. Sementara post ini benar benar penuh insight dan melihat kondisi internet secara proporsional. Ada beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai post ini.</p>
<p><strong>Generation Gap</strong></p>
<p><a href="http://twitter.com/ivansielegar" target="_blank">Ivan</a> menyebutkan bahwa ada gap generasi yang terjadi dalam pengguna internet Indonesia. Tentu saja kita semua tahu kebanyakan pengguna internet di Indonesia adalah anak muda. Dan kebanyakan orang berumur di atas 40 tahun belum punya ketergantungan yang tinggi terhadap internet.</p>
<p>Tapi kalau kita merasa internet adalah media yang kurang<span id="more-748"></span> <img title="More..." src="http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />efektif, just because oldies memegang peranan penting dalam bisnis, saya kurang sependapat. Kenapa? karena walaupun mereka telat dan cenderung lambat mengadopsi, trendnya menunjukkan bahwa arahnya memang benar.</p>
<p>Saya pernah membaca sebuah research yang mengatakan bahwa pengguna facebook di US, yang meningkat justru generasi &#8216;tua&#8217;nya. Walaupun saya kurang ingat dimana saya membaca research itu.</p>
<p>Sama juga dengan UKM. Harus diakui memang kebanyakan UKM lebih senang pada hal-hal yang sifatnya DIY (Do It Yourself) dan tidak suka membayar orang lain. Tapi saya yakin saat entrepreneurship semakin meluas di Indonesia, mereka juga akan meningkat ilmunya. Dan mulai mencari bantuan profesional untuk urusan Internet ini.</p>
<p><strong>Economy Gap</strong></p>
<p>Kalau yang ini, saya sepakat 100% <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Viral Gap</strong></p>
<p>Nah, yang ini, penting sekali untuk dibahas.</p>
<p>Ivan menjelaskan bahwa karena pengguna internet tidak merata, dan tidak &#8216;rapat&#8217;, online branding  dan marketing juga tidak begitu efektif. Paling tidak dibandingkan dengan singapore (anda harus membaca <a href="http://www.navinot.com/2010/02/02/the-gaps-in-indonesian-internet/" target="_blank">artikel aslinya </a>karena sayang untuk dilewatkan).</p>
<p>Saya hanya kurang sepakat karena, walaupun &#8216;density&#8217;nya kurang, bukan berarti online branding dan marketing kurang efektif di dunia maya. Karena kita semua tahu bahwa tidak semua benda bisa di&#8217;brand&#8217; atau dipasarkan secara online (paling tidak untuk saat ini).</p>
<p>Tapi, ada beberapa hal yang justru sangat efektif jika dipasarkan melalui media online.</p>
<p>Karena mungkin secara geografis densitynya kurang. Tapi jika dilihat dari behaviour, dan kelompok yang ada, biasanya justru &#8216;density&#8217;nya tinggi skali.</p>
<p>Misalnya, coba tanya pada mereka yang biasa &#8216;nangkring&#8217; di wetiga (Jl Langsat no. 3) di malam hari. Kebanyakan sudah dekat sekali dengan dunia online. Coba juga tanya pada mereka para gamers. Atau pada technology freak.</p>
<p>Selain itu, mereka terekspos sebegitu seringya di dunia online. Pada social media utamanya.</p>
<p><strong>Kesimpulannya</strong></p>
<p>Selama targeting bisa dilakukan dengan bagus, dan kemudian strategi dan eksekusi campaign juga maksimal, bukan berarti online marketing/online branding tidak efektif.</p>
<p>Terutama karena media konvensional sekarang sedang &#8216;cinta mati&#8217; dengan social media <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana menurut anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/748/bisnis/viral-gap-membuat-online-branding-tidak-efektif-reply-for-navinot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hambatan dalam memulai social media campaign</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/608/social-media/hambatan-dalam-memulai-social-media-campaign/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/608/social-media/hambatan-dalam-memulai-social-media-campaign/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 01:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dell Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Terlambat]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[
Tidak sedikit dari kita yang mengalami benturan, hambatan, dan tantangan, yang seringkali terlalu berat atau kita tidak tahu bagaimana cara kita menyelesaikannya dalam memulai social media campaign kita.
Posting kali ini akan membahas tentang tantangan, hambatan, dan bagaimana cara menyikapinya. Sebagai kelanjutan dari posting saya mengenai memanfaatkan social media untuk bisnis.  Sebelum selanjutnya saya menuliskan tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/12/rhino-road-block.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-609" title="rhino road block" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/rhino-road-block.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=529&amp;h=406&amp;hash=9cb6d0afc1b9839641128cb741170309" alt="rhino road block" /></a></p>
<p>Tidak sedikit dari kita yang mengalami benturan, hambatan, dan tantangan, yang seringkali terlalu berat atau kita tidak tahu bagaimana cara kita menyelesaikannya dalam memulai social media campaign kita.</p>
<p>Posting kali ini akan membahas tentang tantangan, hambatan, dan bagaimana cara menyikapinya. Sebagai kelanjutan dari posting saya mengenai <a href="http://fauzan.dhezign.com/601/social-media/memanfaatkan-social-media-untuk-bisnis-anda/">memanfaatkan social media untuk bisnis</a>.  Sebelum selanjutnya saya menuliskan tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk memulai social media campaign anda.</p>
<p>Pertama, menurut <em>IAB Platform Status Report &#8211; User Generated Content, Social Media &amp; Advertising</em> bahwa</p>
<blockquote><p>In 2009, If you&#8217;re not on a social networking site, you&#8217;re <strong>NOT</strong> on the Internet.</p></blockquote>
<p>Tapi nyatanya, masuk ke social media atau memulai social media campaign itu membuat &#8216;takut&#8217; banyak perusahaan. Mengutip yang dikatakan oleh Andy @orangemood kemarin, social media itu seperti <em>teensex</em>. Semua orang ingin melakukannya, namun tidak ada yang tahu bagaimana cara melakukannya dengan benar. Dan setelah mencoba melakukannya, mereka bingung apakah hanya seperti itu rasanya (dan manfaatnya).</p>
<p>Jika anda memanfaatkan social media dengan efektif dan benar, maka anda akan terkejut bagaimana besar dampaknya terhadap bisnis anda. Contoh nyata sudah dilakukan oleh @delloutlet , menurut beberapa laporan yang saya baca, pertumbuhan pemasukannya yang dihasilkan dari twitter meningkat tajam.</p>
<p>Dan @delloutlet menghasilkan USD 3,000,000 (itu artnya sekitar <strong>30 miliar rupiah!</strong>), bukan jumlah yang kecil lho. Jika anda penasaran, silahkan berkunjung<span id="more-608"></span> <a href="http://johnfmoore.wordpress.com/2009/11/24/how-dell-outlet-combines-social-crm-and-marketing-to-generate-revenue/" target="_blank">kesini</a></p>
<p>Lalu kenapa banyak bisnis yang <strong>takut?</strong></p>
<h4>Karena banyak bisnis tidak tahu harus memulai dari mana</h4>
<p>Seperti belajar menyetir mobil, semuanya akan jauh lebih mudah jika ada yang menuntun dan mengajarkan caranya kepada anda. Dibandingkan dengan mempelajari semuanya sendiri secara otodidak.</p>
<h4>Alasan kedua adalah karena banyak bisnis yang tidak tahu dimana target mereka</h4>
<p>Adalah sebuah tindakan yang bodoh jika anda memulai berburu sebuah binatang sementara anda tidak tahu dimana lokasi binatang tersebut ditemukan. Sama dengan bisnis anda, seringkali anda merasa takut untuk memulai social media campaign karena anda tidak mengetahui dimana target market anda.</p>
<h4>Sadar bahwa banyak orang memaki brand/bisnis anda</h4>
<p>Jika memang anda melakukan sedikir research seperti yang saya sebutkan diposting saya sebelumnya, maka anda sedikit banyak akan menemukan bahwa ada (mungkin banyak) orang-orang yang berkata jelek tentang bisnis anda. Dan tentu saja, menerima makian dan hinaan dengan hati lapang itu sulit. Maka banyak bisnis yang takut dan keluar dari social media karena hal ini.</p>
<h4>Ternyata tidak gratis</h4>
<p>Mungkin jika anda adalah salah seorang yang menganggap bahwa social media itu adalah gratis, dalam arti tidak ada investasi apapun yang harus dikeluarkan, maka anda akan takut dan mundur ketika anda tahu bahwa pada kenyataannya, social media itu <strong>tidak gratis</strong>.</p>
<p>Anda membutuhkan waktu untuk mempelajarinya (<em>and time is money! right?</em>), dan apabila anda membayar jasa untuk online marketer seperti kami, anda akan heran kenapa tidak ada rumus yang pasti atau ROI yang jelas.</p>
<p>Ini disebabkan karena social media adalah sebuah hal yang baru. Dan semua orang serta bisnis masih mencari cara untuk memanfaatkannya dengan baik. Orang seperti saya yang bergerak di bidang online tahu lebih banyak dan sudah mempelajari studi kasus baik lokal maupun internasional.</p>
<p>Namun walaupun tahu daripada anda, bukan berarti tahu segalanya. Karenanya, tidak ada yang bisa memastikan ROI di social media. Yang ada adalah test and measure.</p>
<h4>Dan yang paling banyak terjadi adalah takut karyawan membuang waktu</h4>
<p>Hayoo&#8230; siapa yang melarang karyawannya <em>facebook</em>an? haha&#8230; ya saya mengerti perasaan anda. Bahkan saya pribadi mengancam karyawan <a title="toko busana muslim, keladi tikus, al-quran digital" href="http://www.pernikmuslim.com">PernikMuslim</a> untuk melarang mereka membuka facebook jika tidak ada kinerja yang meningkat dan mereka terus memanfaatkan facebook untuk kepentingan pribadi mereka di jam kerja.</p>
<p>Memang, larangan di atas <span style="text-decoration: line-through;">tidak</span> belum saya berlakukan. Utamanya adalah karena, kesalahan bukan ada pada facebooknya. Facebook tidak membuang waktu anda dan karyawan anda. Karyawan andalah yang membuang waktunya.</p>
<p>Memang memblok akses facebook merupakan solusi jangka pendek untuk mengembalikan efisiensi kinerja karyawan. Namun jika anda bisa memberikan pengertian dan pengetahuan untuk karyawan anda mengenai bagaimana mereka dapat membantu perusahaan lewat pemanfaatan facebook, maka mereka akan dengan senang hati melakukannya.</p>
<p>Apalagi jika ada rewardnya.</p>
<p>Eits&#8230; nggak percaya? saya nggak akan menuliskan bagaimana caranya disini. Tapi <em>mungkin</em> saya akan membagi rahasia dan caranya kepada anda jika anda mengundang saya ngopi atau ngeteh <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Jangan takut! kalau anda tidak memulai sekarang anda akan ketinggalan</h4>
<p>Kembali ke bahasan utama, itulah sebagian besar hambatan dan ketakutan yang dihadapi oleh brand dan bisnis saat memutuskan untuk memulai social media campaign mereka.</p>
<p>Setelah mengetahui ini, saya harap anda tidak takut dan ragu untuk memulainya sendiri. Atau dengan menggunakan jasa beberapa perusahaan yang berfokus di dunia online. Saya yakin ada banyak pilihan selain dari <a title="web developer indonesia, jakarta web design" href="http://www.dhezign.com">kami</a>. Tinggal anda sesuaikan dengan kebutuhan anda.</p>
<p>Jangan lupa untuk berbagi dan menuliskan komentar anda jika anda menemukan tulisan saya bermanfaat.</p>
<p>Untuk selanjutnya, adalah bagian terakhir dari seri ini. Yaitu langkah-langkah untuk memulai social media campaign bisnis anda.</p>
<p><em>picture is courtesy of newcommbiz.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/608/social-media/hambatan-dalam-memulai-social-media-campaign/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunikasi 2 Arah Sebagai Bentuk New Wave Marketing</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/548/social-media/komunikasi-2-arah-sebagai-bentuk-new-wave-marketing/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/548/social-media/komunikasi-2-arah-sebagai-bentuk-new-wave-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 13:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[new wave marketing]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[
Sebagai bentuk kelanjutan tulisan saya yang membahas tentang twitter dan facebook serta tulisan saya yang berisi panduan menggunakan twitter bagian satu dan bagian dua, tulisan saya kali ini akan membahas tentang penerapan komunikasi dua arah dalam marketing sebagai bentuk dasar dari facebook dan twitter. Tulisan ini juga sebagai bentuk partisipasi dalam event Bloggers @ MarkPlus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-549" title="2 way communication" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/11/2-way-communication.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=541&amp;h=366&amp;hash=6b10e2c4a1b145e4a2a3806d20895e76" alt="2 way communication" /></p>
<p>Sebagai bentuk kelanjutan tulisan saya yang <a href="http://fauzan.dhezign.com/465/social-media/kenapa-beralih-ke-twitter-dari-facebook/">membahas tentang twitter dan facebook</a> serta tulisan saya yang berisi <a href="http://fauzan.dhezign.com/467/social-media/apa-itu-twitter-panduan-menggunakan-twitter-1/">panduan menggunakan twitter bagian satu</a> dan <a href="http://fauzan.dhezign.com/490/social-media/mengatasi-hambatan-terbesar-pengguna-twitter-panduan-menggunakan-twitter-2/">bagian dua</a>, tulisan saya kali ini akan membahas tentang penerapan komunikasi dua arah dalam marketing sebagai bentuk dasar dari facebook dan twitter. Tulisan ini juga sebagai bentuk partisipasi dalam event Bloggers @ MarkPlus Conference 2010.</p>
<p>Contoh yang sangat bagus telah dikemukakan oleh Hermawan Kartajaya melalui tulisannya yang berjudul &#8220;<a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/11/15/19350636/mobile.karena.konsumen.mobile">Mobile karena konsumen Mobile</a>&#8221; . Di sana, walaupun menurut saya judulnya <span style="text-decoration: line-through;">lumayan menipu</span> tidak sesuai, isi tulisannya sangat bagus dan inspiratif.</p>
<p>Beliau membahas tentang beberapa strategi pemasaran yang dilakukan oleh beberapa perusahaan besar<span id="more-548"></span> di seluruh dunia yang mengandung muatan komunikasi 2 arah (interaktif).</p>
<p>Seperti yang sudah anda tahu, jika anda membaca tulisan saya tentang <a href="http://fauzan.dhezign.com/411/social-media/kenapa-anda-harus-terlibat-di-social-media-meskipun-anda-benci-social-media-2/">keharusan anda menggunakan social media</a>, anda akan menemukan fakta bahwa Nike membuat sepatu custom, <a href="http://nikeid.nike.com/" target="_blank">Nike iD</a>. Nah, tulisan Hermawan juga membahas tentang Nike iD ini dalam aplikasi pemasarannya yang lain.</p>
<p>Jika anda telah selesai membaca artikel pak Hermawan di link di atas, maka anda akan mengetahui bahwa salah satu bentuk dari New Wave Marketing adalah dengan mengandalkan pada interaksi dengan customer. Baik itu secara online maupun secara offline.</p>
<p>Tentu saja, facebook dan twitter bisa menjadi salah satu alat anda untuk melakukan interaksi 2 arah sebagai bentuk new wave marketing anda. Namun bagaimana dengan offline? artikel pak Hermawan tadi memberikan satu lagi contoh yang brilian, yaitu pada contoh apa yang dilakukan oleh Adwalker, sebuah perusahaan periklanan asal eropa.</p>
<p>Jika anda adalah salah satu pembaca setia blog ini, maka anda pasti tahu bahwa bahasan di blog ini adalah seputar web business. Tapi ingat, marketing itu tetap harus terintegrasi! Seperti layaknya anda harus juga menggunakan social media selain dari SEO sebagai bagian dari strategi marketing online anda, anda juga tidak boleh melupakan pentingnya marketing offline.</p>
<p>Tentu saja itu JIKA customer anda ada di sana. Tidak ada gunanya anda beriklan secara online dan menggunakan metode komunikasi 2 arah yang di bahas di sini jika ternyata customer anda tidak berada di tempat anda beriklan.</p>
<p>Oiya, tulisan mas Pitra <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/07/08/saat-brand-berkampanye-melalui-channel-social-media/" target="_blank">disini</a> juga layak dijadikan acuan mengenai komunikasi 2 arah dalam social media dan perbandingannya dengan komunikasi 1 arah.</p>
<p>Anda akan melihat perbedaan mendasar dari metode marketing 1 arah dan 2 arah, dari contoh sederhana sehari hari. Jika anda sedang menginginkan sesuatu dan mencoba berkomunikasi kepada orang tua atau pasangan anda, coba tebak, yang mana yang lebih efektif. Langsung mengungkapkan apa yang anda inginkan, ataukah dengan cara mendengarkan dan memahami apa yang ada di benak mereka sebelum kemudian memodifikasi permintaan anda agar sesuai dan mempunyai <em>chance </em>lebih besar untuk dikabulkan?</p>
<p>Yap! Tentu saja yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan terlebih dahulu. Ini juga yang menjadi dasar dari <em>salesmanship</em>. Sales yang baik adalah mereka yang banyak mendengarkan, bukan yang banyak bicara. Inilah salah satu contoh komunikasi 2 arah dalam marketing.</p>
<p>Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga memiliki ide atau bahkan sudah melakukan bentuk komunikasi 2 arah sebagai bentuk new wave marketing anda?</p>
<p><em>Image is courtesy of futurelab.net</em></p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<p><!--Session data--></p>
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/548/social-media/komunikasi-2-arah-sebagai-bentuk-new-wave-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Online di 2009</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/144/bisnis/media-online-di-2009/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/144/bisnis/media-online-di-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 02:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[E-Commerce]]></category>
		<category><![CDATA[emarketing]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[krisis global]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Bagi banyak pebisnis, tahun 2008 tampak sebagai tahun kebangkitan media online. Jumlah iklan online maupun transaksi online meningkat pesat. Bukan hanya di Indonesia saja, kejadian ini terjadi di seluruh belahan dunia. Sebagai contoh, di Amerika grafik peningkatan dan prediksi peningkatan terlihat cukup signifikan.

Nah, bagaimana dengan tahun 2009? Semua penelitian mengindikasikan bahwa media online akan terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi banyak pebisnis, tahun 2008 tampak sebagai tahun kebangkitan media online. Jumlah iklan online maupun transaksi online meningkat pesat. Bukan hanya di Indonesia saja, kejadian ini terjadi di seluruh belahan dunia. Sebagai contoh, di Amerika grafik peningkatan dan prediksi peningkatan terlihat cukup signifikan.</p>
<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/01/us-online-ad-spending.gif"><img class="alignnone size-medium wp-image-145" title="us-online-ad-spending" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/01/us-online-ad-spending-300x205.gif&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=205&amp;hash=bd4289c1270ddec24c7056ccae04a836" alt="" /></a><br />
Nah, bagaimana dengan tahun 2009? Semua penelitian mengindikasikan bahwa media online akan terus berkembang. Hal ini didukung dengan penetrasi jasa layanan koneksi internet yang semakin mudah diakses dan semakin murah. Kita tentu masih ingat bagaimana gencarnya<span id="more-144"></span> telkom dengan produk andalannya <span style="text-decoration: line-through;">sapidi </span>speedy, serta beberapa kompetitor lainnya yang belakangan ini banting bantingan harga (walaupun kenyataannya profit margin mereka masih besar banget).</p>
<p>Orang orang yang dulu tidak memerlukan internet, semakin hari semakin menyadari pentingnya internet. Tentu saja ini juga berarti peningkatan jangkauan media online. Pada gilirannya, hal ini akan membawa pengaruh pada peningkatan jumlah target iklan, dan tentu saja jumlah pembelanja online.</p>
<p>Cosa Aranda dari <a href="http://cosaaranda.net" target="_blank">CAN</a> juga pernah berkata pada saya disuatu kesempatan, bahwa tahun 2009 adalah tahun boomingnya bisnis dotcom.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-146" title="us-retail-e-commerce-sales-miliar" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/01/us-retail-e-commerce-sales-miliar-300x186.gif&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=186&amp;hash=88f3ec1f3e6a7b847b4e9cb0ab45e473" alt="" /></p>
<p>Media online di 2009 bisa jadi adalah suatu hal yang tidak bisa lagi dikesampingkan. Perusahaan yang dulunya masih enggan atau masih belum melihat pentingnya media online mau tidak mau harus mulai menyusun strategi untuk memanfaatkan media yang relatif baru ini.</p>
<p>Di posting saya yang <a title="Perubahan budaya pencarian" href="http://fauzan.dhezign.com/2008/11/05/perubahan-budaya-pencarian/">ini</a> sedikit banyak sudah saya bahas mengenai <a title="Perubahan budaya pencarian" href="http://fauzan.dhezign.com/2008/11/05/perubahan-budaya-pencarian/">perubahan budaya pencarian</a>. Dan tentu saja hal ini akan diikuti dengan perubahan budaya belanja.</p>
<p>Dengan semakin ketatnya persaingan, krisis global yang masih belum sepenuhnya berakhir, dan budaya masyarakat yang mulai berubah, apakah perusahaan anda dapat memanfaatkan media online semaksimal mungkin?</p>
<p>Dan apakah perusahaan anda akan menjadi pemimpin di Industri anda melalui media online?</p>
<p>Tahun 2009 akan menjadi tahun yang sangat menarik <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/144/bisnis/media-online-di-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan Budaya Pencarian di Era Informasi</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/81/dhezign/perubahan-budaya-pencarian/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/81/dhezign/perubahan-budaya-pencarian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 03:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[budaya pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[media online]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu materi yang dibawakan Pak Romi di posting saya yang lalu, adalah tentang berubahnya budaya pencarian generasi sekarang ini. Beliau memberi contoh, beberapa waktu yang lalu, temannya di lingkungan rumahnya sedang membutuhkan travel agent yang dekat dengan rumahnya (beliau bilang rumahnya agak minggir dari kota). Berhubung butuhnya mepet, teman beliau mencari travel lewat search [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="size-full wp-image-82 alignnone" title="google" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2008/11/google.gif&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=281&amp;h=110&amp;hash=0af5924c8dc87672f480ca6d936b2800" alt="" />Salah satu materi yang dibawakan Pak Romi di posting saya yang lalu, adalah tentang berubahnya budaya pencarian generasi sekarang ini. Beliau memberi contoh, beberapa waktu yang lalu, temannya di lingkungan rumahnya sedang membutuhkan travel agent yang dekat dengan rumahnya (beliau bilang rumahnya agak minggir dari kota). Berhubung butuhnya mepet, teman beliau mencari travel lewat search engine di Internet, tapi nggak ketemu.</p>
<p style="text-align: left;">Kemudian teman pak Romi tersebut meminta bantuan pak Romi untuk mencarikan travel. Nah, masalahnya karena daerah yang &#8216;terpencil&#8217; itu, beliau yakin tidak ada travel agent yang boro boro terlisting di search engine, punya website aja nggak kepikiran. Karena itu kemudian beliau memutuskan untuk menggunakan search engine yang lain, yaitu<span id="more-81"></span> 108. hehehe&#8230; di 108 beliau mendapatkan belasan travel agent yang ada di daerah itu. Dan kemudian beliau menginformasikannya ke temannya.</p>
<p style="text-align: left;">Temannya yang kagum itu pun bertanya,&#8221;hebat banget kamu Rom, search enginenya apaan nih kok bisa ketemu segini banyak&#8221;. Sambil bercanda dan supaya terlihat search enginenya pak Romi menjawab, &#8220;108.com&#8221; <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p style="text-align: left;">Nah, itu adalah salah satu contoh tentang budaya pencarian saat ini. Contoh lainnya, dari pak Romi juga, saat beliau minta tolong pada anaknya untuk dicarikan jadwal rapat RT, anaknya langsung searching di google. Pak Romi yang keheranan kemudian bilang pada anaknya bahwa yang ia maksud adalah lembaran kertas pemberitahuan dari RT.</p>
<p style="text-align: left;">Anaknya kemudian menimpali, &#8220;kan bapak yang bikinin milis untuk RT sini, nah ini ada jadwalnya&#8221;. Ternyata ada salah satu anggota RT yang posting jadwal rapat di milis RT tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Contoh kedua ini juga mengimplikasikan bahwa, kedepannya, budaya pencarian akan berubah drastis. Mulai dari searching di media media offline seperti majalah, 108, koran, dan lainnya, menjadi searching di internet. Dan seperti banyak dugaan para ahli, jago jago pencarianlah (google dan konco konconya) yang akhirnya akan &#8216;menguasai&#8217; peluang ini.</p>
<p style="text-align: left;">Dan tentu saja, pencarian tidak akan berakhir hanya pada informasi, tapi juga komunitas, produk, kebutuhan sehari hari, kesehatan, makanan, sampai pada kupon belanja dan diskon diskon.</p>
<p style="text-align: left;">Pertanyaan besarnya adalah, apakah kita akan diam dan menunggu kompetitor dan dunia mendahului kita dalam media pencarian yang baru ini, ataukah kita akan mengambil inisiatif untuk tampil dan terus menerus memperkuat brand image kita di media ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/81/dhezign/perubahan-budaya-pencarian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

