<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Business Indonesia - Social Media Insight - Online Marketing Agency Blog &#187; media internet</title>
	<atom:link href="http://fauzan.dhezign.com/tag/media-internet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzan.dhezign.com</link>
	<description>Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 11:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fauzan.dhezign.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Masih Tentang PSB Online di Surabaya</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[blunder]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[media internet]]></category>
		<category><![CDATA[PSB online]]></category>
		<category><![CDATA[web developer profesional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.
Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.</p>
<p>Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara di Jawa Pos tersebut, memang benar ternyata masalah yang timbul dan membuat repot ribuan orang tua di Surabaya dan sekitarnya kemarin memang benar disebabkan karena tidak siapnya data, seperti yang sudah saya tuliskan <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/06/23/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/">disini</a>. Namun kemarin Bapak Samuel bilang bahwa pasti ada masalah dengan hostingya, dengan servernya, senada dengan ungkapan beberapa rekan di<a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=112856579738&amp;comments" target="_blank">posting saya</a> di facebook. Dan benar, hari ini dibahas penuh tentang ini di Jawa Pos.</p>
<p>Masalah yang terjadi di hari pertama memang benar disebabkan karena dimatikannya server karena upload data oleh admin. Dan pada saat itu pihak ITS membantah<span id="more-247"></span> errornya adalah karena disebabkan crowded (terlalu banyak orang yang mengakses). Ternyata, error yang terjadi di hari kedua nggak jauh dari perkiraan. Sistem PSB online error karena crowded. Sesuatu yang sudah diantisipasi seharusnya oleh developer aplikasi tersebut, tapi tetap gagal untuk diatasi.</p>
<p>Pihak ITS berkata bahwa sebelum go live, sistem telah di ujicoba dengan diakses oleh 600ribu pengakses, dan juga sudah di ujicoba oleh hacker, hasilnya sukses (katanya). Namun, saat ditanya kenapa kok akses hari kedua masih tetap lambat dan error, mereka berkilah bahwa ada gangguan di mirror server yang menyebabkan <strong>enam dari delapan</strong> server yang ada mengalami gangguan. Mereka mencoba berkelit dengan mengatakan bahwa hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang mencoba-coba mengakses website tersebut. Mereka juga berkata bahwa dalam IT tidak ada yang 100%, yang ada hanya 99,9%. Saat ditanya apakah gagalnya PSB online RSBI ini kasus yang 0,1% tersebut tidak ada jawaban yang terlontar.</p>
<p>Kalo pendapat saya, yang namanya dunia internet, dan membuka akses website adalah bersiap dengan lonjakan pengunjung yang tiba-tiba. Dan sudah seharusnya ini dapat diatasi dengan baik. Rusaknya enam dari delapan server yang ada merupakan cermin dari ketidaksiapan pihak developer aplikasi (ITS) dalam menghadapi kendala yang ada.</p>
<p>Dan seperti yang sudah saya tulis di posting saya sebelumnya, hal ini tidak akan terjadi seandainya tidak ada pihak yang sombong dan sok bisa. Sok mandiri dan tidak mau bergantung pada pihak lain, semua inginnya diselesaikan sendiri. Saya yakin 100% masalah ini <strong>tidak akan terjadi</strong> seandainya server yang digunakan bukan in house milik ITS. Namun menggunakan server profesional macam mosso atau mediatemple.</p>
<p><em>Blunder</em> kali ini sedikit banyak menjelaskan bahwa belum tentu sebuah perguruan tinggi ternama dapat menyelesaikan masalah yang biasa dialami oleh profesional-profesional yang bergerak di bidang hosting seperti mosso dan mediatemple.</p>
<p>Seperti yang telah umum diketahui, gap antara dunia akademi dan dunia riil sangatlah besar. Itu masih berbicara tentang industri pada umumnya. Di dunia internet, hal ini terlihat semakin jelas. Kenapa? Pada suatu kesempatan saya pernah mendengar salah seorang akademisi berkata, &#8220;literatur yang berumur 5 tahun itu masih terbilang baru kalo didunia akademis&#8230;&#8221; Nah, bayangkan dunia internet yang setiap tahunnya (bahkan mungkin setiap 3 bulan sekali) mangalami perubahan dan perkembangan yang <strong>sangat signifikan</strong>. Mampukah dunia akademi mengikutinya?</p>
<p>Ini juga sebabnya mengapa belum ada pendidikan formal yang membahas tentang dunia internet dan media digital secara khusus. Kebanyakan mencampur adukkan antara internet dengan IT, seperti yang pernah saya tulis <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/05/15/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/">disini</a>. Padahal, dua hal tersebut amat sangat jauh dan berbeda.</p>
<p>Posting kali ini sama sekali tidak bermaksud menjelekkan pihak-pihak tertentu. Saya hanya ingin lebih banyak orang yang menyadari bahwa dunia IT dan dunia internet memang berbeda. Dengan menyerahkan segala permasalahan pada ahlinya, seharusnya hal-hal seperti ini bisa dihindari.</p>
<p> </p>
<p>Bagaimana dengan anda? apakah anda berpendapat bahwa dunia IT dan internet itu sama? Apakah anda berpendapat bahwa keteledoran ini tanggung jawab ITS, atau mungkin pihak lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Keruwetan PSB Online di Surabaya</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/240/dhezign/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/240/dhezign/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 14:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[media internet]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan pelangga]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran online]]></category>
		<category><![CDATA[PSB online]]></category>
		<category><![CDATA[siswa baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Barusan saya membaca berita di Jawa Pos 23 Juni 2009 bagian Metropolis, yang membahas tentang ruwetnya PSB (pendaftaran siswa baru) online. Disana diberitakan bahwa banyak orang tua siswa dan juga siswa yang kesulitan untuk membuka website PSB online tersebut.
Membaca lebih jauh, ini disebabkan karena ada miskomunikasi dari panitia dan dinas dinas yang terkait.
Jadi, sebenarnya ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/uploads/2009/06/psb.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-243" title="psb" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/06/psb.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=150&amp;h=113&amp;hash=fec5a72deff6927d0ddf5e88b51b9f8e" alt="" /></a>Barusan saya membaca berita di Jawa Pos 23 Juni 2009 bagian Metropolis, yang membahas tentang ruwetnya PSB (pendaftaran siswa baru) online. Disana diberitakan bahwa banyak orang tua siswa dan juga siswa yang kesulitan untuk membuka website PSB online tersebut.</p>
<p>Membaca lebih jauh, ini disebabkan karena ada miskomunikasi dari panitia dan dinas dinas yang terkait.</p>
<p>Jadi, sebenarnya ada data yang dibutuhkan untuk website PSBsby-Online.net (milih nama domainnya aja kurang memperhatikan kaidah menurut saya, dan pintarnya, ada seseorang yang mendaftarkan domain di PSBsbyonline.net dan di parking hehehe <img src='http://fauzan.dhezign.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) tapi tidak diberikan oleh salah satu dinas. Sehingga menyebabkan website dioperasikan tanpa salah satu database yang dibutuhkan.</p>
<p>Ibaratnya manusia, tubuhnya beroperasi hanya dengan 1 tangan, karena tangan yang lain belum dipasang. Memang sih bisa berfungsi, tapi tidak optimal.  Tapi permasalahan seb<span id="more-240"></span>enarnya bukan disebabkan karena itu. Masalah yang terjadi dan sempat merepotkan ribuan orang kemarin disebabkan karena secara <strong>tiba-tiba</strong> database yang dibutuhkan diserahkan. Jadilah server dimatikan untuk upload data. Ibaratnya manusia yang tangannya cuma 1 tadi, terpaksa gak bisa kerja karena harus masuk rumah sakit untuk operasi pemasangan tangan.  Itulah yang menyebabkan kemarin banyak yang tidak bisa membuka websitenya.</p>
<p>Permasalahan ini sebenarnya bukan tidak bisa diantisipasi, misalnya dengan membuat redundant server untuk aplikasi online ini. Jadi ibaratnya, manusia satu tangan tadi dikloning, jadi sementara yang satu dioperasi, yang satu masih bisa kerja. Sama dengan website.  Kalo ketakutannya karena mahalnya harga server, ya tinggal sewa aja (gak usah beli) di cloud hosting yang punya kemampuan untuk menangani lonjakan pengunjung yang tajam. Seperti contohnya di <a href="http://mosso.com" target="_blank">mosso</a> atau di <a href="http://mediatemple.net" target="_blank">mediatemple</a>.</p>
<p>Toh kalo ketakutannya adalah tentang security, saya yakin private company profesional seperti mereka sangat bisa dipercaya(paling nggak dibandingkan orang dalam).  Apa yang seharusnya mempermudah kehidupan manusia (internet) bisa jadi malah memperumit dan membuat banyak orang kecewa jika tidak dikelola dengan baik.</p>
<p>Nilai aplikasi PSB online yang berada di kisaran angka Rp 430 juta menurut saya cukup wajar untuk proyek sebesar dan serumit ini. Yang tidak wajar adalah, kenapa dengan nilai project yang sudah sesuai, pada deployment atau penerapannya masih ditemukan adanya masalah yang merugikan masyarakat luas?</p>
<p>Bagaimana dengan anda? Pernahkan anda mengalami kejadian serupa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/240/dhezign/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

