<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Business Indonesia - Social Media Insight - Online Marketing Agency Blog &#187; ITS</title>
	<atom:link href="http://fauzan.dhezign.com/tag/its/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzan.dhezign.com</link>
	<description>Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 11:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fauzan.dhezign.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Tips Bisnis dari DheZign dalam Buku &#8220;Profil 50 Entrepreneur Kampus ITS&#8221;</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/1192/bisnis/tips-bisnis-dari-dhezign-dalam-buku-profil-50-entrepreneur-kampus-its/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/1192/bisnis/tips-bisnis-dari-dhezign-dalam-buku-profil-50-entrepreneur-kampus-its/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Jan 2011 07:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dhe Tips]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[PernikMuslim]]></category>
		<category><![CDATA[brian arfi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Web Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=1192</guid>
		<description><![CDATA[Kesuksesan bisnis mahasiswa ITS tak dapat dipungkiri telah menjadi &#8220;role model&#8221; bagi adik-adiknya. Kesuksesan ini akan mampu menginspirasi kita semua bahwa mahasiswa ITS mampu mandiri dan berkreasi secara kreatif menggunakan bekal IPTEKS sejak mereka memasuki lingkungan akademis ITS.
Demikian salah satu bait kata sambutan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1193" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2011/01/buku-dhezign-2-220x300.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=220&amp;h=300&amp;hash=6ad19d66bc2385834a6c4784f240c3da" alt="buku dhezign 2" />Kesuksesan bisnis mahasiswa ITS tak dapat dipungkiri telah menjadi &#8220;role model&#8221; bagi adik-adiknya. Kesuksesan ini akan mampu menginspirasi kita semua bahwa mahasiswa ITS mampu mandiri dan berkreasi secara kreatif menggunakan bekal IPTEKS sejak mereka memasuki lingkungan akademis ITS.</p>
<p>Demikian salah satu bait kata sambutan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS, PhD dalam buku &#8220;50 Profil Alumni Sukses &amp; Wirausahawan Muda ITS&#8221;.</p>
<p>Menurut Priyo penerbitan buku tersebut merupakan langkah strategis untuk menciptakan entrepreneur-entrepeneur baru yang tumbuh dan berkembang dari kampus.</p>
<p>Dalam buku setebal 141 halaman tersebut, diceritakan dan digambarkan sejumlah mahasiswa serta alumni ITS yang telah sukses berwirausaha. Kebanyakan dari mereka adalah yang masih berusia muda.</p>
<p>Di antara para entrepreneur muda yang diceritakan dalam buku tersebut adalah Brian Arfi Faridhi, CEO PT DheZign Online Solution. Dalam usianya yang masih muda, ia mendirikan perusahaan web development dan online marketing DheZign.com. Bersama istrinya, ia juga mendirikan PernikMuslim.com, sebuah toko online penyedia kebutuhan muslim.</p>
<p>Bagi Brian (seperti yang tertulis dalam buku tersebut), modal paling penting dalam memulai bisnis adalah kemauan dan kemampuan untuk terus belajar dan berkembang. Bisnis anda akan mati begitu anda mulai merasa sombong dan tahu segalanya.<span id="more-1192"></span></p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1194" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2011/01/buku-dhezign-1-300x225.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=300&amp;h=225&amp;hash=882495ab8c35a0fbabae6d83285403a1" alt="buku dhezign 1" />Kedua, keberanian itu modal yang paling kuat. Temukan alasan dan tujuan anda berbisnis. Jika anda menemukan alasan yang sangat kuat, maka keberanian anda akan juga menjadi kuat. Dan tidak akan ada yang bisa menghalangi anda mencapai tujuan impian anda.</p>
<p>Ketiga, jangan pernah memikirkan business plan jika anda memulai bisnis dengan modal nol.</p>
<p>Itulah beberapa di antaranya, tips yang diberikan Brian dalam buku &#8220;Profil 50 Entrepreneur Kampus ITS&#8221;.</p>
<p>Dalam paket buku tersebut juga terdapat video wawancara Brian Arfi tentang entrepreneurship.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/1192/bisnis/tips-bisnis-dari-dhezign-dalam-buku-profil-50-entrepreneur-kampus-its/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbicara di Seminar Entrepreneur ITS tentang Berbisnis Islami</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/878/bisnis/berbicara-di-seminar-entrepreneur-its-tentang-berbisnis-islami/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/878/bisnis/berbicara-di-seminar-entrepreneur-its-tentang-berbisnis-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 12:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dhe Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[PernikMuslim]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis islami]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign.com]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[model bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[PernikMuslim.com]]></category>
		<category><![CDATA[rasul muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[

Dalam agama Islam, kita mengenal Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dalam segala macam hal. Termasuk dalam hal berbisnis. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah adalah pedagang yang sangat baik. Dengan kebaikannya itu pula, banyak orang yang percaya untuk berbisnis dengan beliau.
Minggu, 25 April 2010 saya diundang oleh mahasiswa dari Masyarakat Studi Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;text-align: center"><span lang="nb-NO"><img class="size-full wp-image-879 aligncenter" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/04/piagam-pembicara-di-ITS.JPG&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=448&amp;h=336&amp;hash=11e2f07aba3879a51cfc4dbe57945966" alt="piagam pembicara di ITS" /></span></p>
<p>Dalam agama Islam, kita mengenal Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dalam segala macam hal. Termasuk dalam hal berbisnis. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah adalah pedagang yang sangat baik. Dengan kebaikannya itu pula, banyak orang yang percaya untuk berbisnis dengan beliau.</p>
<p>Minggu, 25 April 2010 saya diundang oleh mahasiswa dari Masyarakat Studi Islam Ulul Ilmi Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk berbagi kisah tentang keteladanan Rasul Muhammad SAW dalam berbisnis dan bagaimana cara menerapkannya.</p>
<p>Saya tak tahu mengapa mereka mengundang saya untuk berbicara tentang hal tersebut. Tapi menurut mereka saya cocok untuk menyampaikan materi tersebut. Mungkin karena saya mengelola PernikMuslim.com, sebuah toko online yang menyediakan berbagai macam materi, pernak-pernik islam. Tapi, okelah. Saya akhirnya bersedia untuk berbagi kisah, karena saya pikir, tidak ada salahnya untuk berbagi cerita cara berbisnis yang islami.</p>
<p>Di Ruang Seminar Perpustakaan ITS, kepada para peserta seminar, yang rata-rata mahasiswa yang ingin berbisnis, saya katakan bahwa pada prinsipnya, bisnis yang islami adalah bisnis yang membisniskan barang-barang yang tidak dilarang oleh agama islam dan dilakukan dengan cara yang tidak dilarang oleh islam.<span id="more-878"></span></p>
<p>Misalnya, jangan sampai kita membisniskan minuman keras, barang-barang maksiat, dan barang-barang lain yang diharamkan. Kemudian, ketika kita berbisnis, kita harus memegang teguh prinsip saling rela, saling ridho, jujur, mengedepankan kualitas (mutu), dan tidak riba.</p>
<p>Rasul Muhammad SAW pun pada banyak riwayat diceritakan bahwa dalam berbisnis, beliau memperlihatkan dengan jelas apa yang dijualnya, menjelaskan dengan benar, tidak berbohong kepada pembeli, serta mengutamakan kepuasan pelanggannya.</p>
<p>Kemudian, tentang jiwa entrepreneur Rasul Muhammad, banyak juga yang bisa diambil pelajaran. Misal, tentang kerja keras beliau, pantang menyerahnya, tentang rajinnya, tentang pelayanannya kepada konsumen, serta tentang cara manajemen bisnis yang baik.</p>
<p>Dalam pandangan saya, Rasul Muhammad SAW memang pantas untuk menjadi suri tauladan dalam hal bernisnis, berwirausaha. Teladan-teladan dari beliaulah yang selama ini juga selalu saya coba untuk praktekkan dalam bisnis yang saya kelola, baik di PernikMuslim.com maupun di DheZign.com.</p>
<p>Saya mempunyai keyakinan, jika mau menerapkan model bisnis yang jujur, saling percaya, tidak tipu-menipu, mengutamakan kualitas, serta melayani pelanggan dengan baik, saya yakin bisnis tersebut akan sukses dan hasilnya pun berkah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/878/bisnis/berbicara-di-seminar-entrepreneur-its-tentang-berbisnis-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Kewirausahaan untuk Siswa SMA Kurang Mampu</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/873/dhezign/pelatihan-kewirausahaan-untuk-siswa-sma-kurang-mampu/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/873/dhezign/pelatihan-kewirausahaan-untuk-siswa-sma-kurang-mampu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 05:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[brian arfi]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha muda mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[WMM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 17 April 2010 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Industri Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyelenggarakan Industrial Engineering (IE) Charity 2010 di kampusnya. IE Charity 2010 adalah pelatihan kewirausahaan bagi siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurut Ary Tri Wibowo ketua panitia acara, pelatihan tersebut merupakan acara sosial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 17 April 2010 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Industri Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyelenggarakan Industrial Engineering (IE) Charity 2010 di kampusnya. IE Charity 2010 adalah pelatihan kewirausahaan bagi siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>Menurut Ary Tri Wibowo ketua panitia acara, pelatihan tersebut merupakan acara sosial yang diselenggarakan agar siswa-siswa SMA dan SMK lebih siap menatap masa depan serta mempunyai keahlian untuk mencapainya.</p>
<p>Untuk memberikan materi kewirausahaan, panitia mendatangkan Brian Arfi Faridhi, pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2009. Brian memulai materinya dengan bercerita tentang usahanya untuk mendapatkan tambahan uang jajan dengan berjualan poster sewaktu duduk di bangku sekolah dasar (SD).</p>
<p>Selanjutnya ia bercerita tentang perjalanan bisnisnya yang banyak menemui kegagalan. Bisnis minyak wangi, jus, burger, roti bakar dan lain-lain yang pernah dijalaninya semuanya gagal. Namun katanya, yang terpenting adalah, setiap kali gagal orang harus berani bangkit dan memperbaiki diri.</p>
<p>&#8220;Ketika seseorang mampu bangkit dari kegagalan, berarti ia tengah bersiap untuk menyambut kesuksesan&#8221;, tuturnya. <span id="more-873"></span></p>
<p>Brian yang kini sukses membidani PT DheZign Online Solution, perusahaan web development dan online marketing, menekankan akan pentingnya sebuah tujuan. Setiap orang bisa mendapatkan hasil yang baik jika mereka tahu apa yang mereka tuju dan mau berjuang untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p>&#8220;Jika kalian belum tahu untuk apa kalian bersekolah, hati-hatilah. Karena, bisa-bisa setelah kalian lulus, kalian juga tak tahu harus berbuat apa, termasuk bagaimana cara bekerja untuk mendapatkan penghasilan&#8221;, ujarnya kepada puluhan peserta pelatihan.</p>
<p>Satu lagi yang menurut Brian sangat penting untuk ditanamkan sejak dini kepada para calon wirausahawan adalah prinsip berwirausaha dengan hati. Maksudnya, seorang wirausahawan harus bisa menghargai setiap proses yang dialami ketika menjalankan wirausaha. Ia meyakini, jika seorang wirausahawan beretika baik dan mempergunakan cara-cara baik untuk mendapatkan suatu hasil, maka ia akan bisa meraih kepuasan lahir dan batin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/873/dhezign/pelatihan-kewirausahaan-untuk-siswa-sma-kurang-mampu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi di IE Charity 2010</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/869/bisnis/berbagi-di-ie-charity-2010/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/869/bisnis/berbagi-di-ie-charity-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 10:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dhe Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu siang, 17 April kemarin saya kembali ke kampus Teknik Industri Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Meskipun saya masih berstatus mahasiswa di TI ITS, tapi kali itu saya datang ke sana tidak untuk kuliah ataupun berurusan dengan dosen.
Siang itu saya diminta adik-adik angkatan saya untuk menjadi pembicara dalam acara pelatihan yang mereka selenggarakan. Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-870" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2010/04/ie-charity-Small.JPG&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=384&amp;h=288&amp;hash=08c18651985002774a50673f6bb4709a" alt="ie charity (Small)" />Sabtu siang, 17 April kemarin saya kembali ke kampus Teknik Industri Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Meskipun saya masih berstatus mahasiswa di TI ITS, tapi kali itu saya datang ke sana tidak untuk kuliah ataupun berurusan dengan dosen.</p>
<p>Siang itu saya diminta adik-adik angkatan saya untuk menjadi pembicara dalam acara pelatihan yang mereka selenggarakan. Saya sangat tertarik dengan konsep acara yang mereka selenggarakan.</p>
<p>Nama acaranya Industrial Engineering Charity 2010 (IE Charity 2010). Menurut panitia, acara ini adalah acara sosial yang diselenggarakan untuk memberikan pelatihan kepada siswa-siswa tingkat sekolah menengah atas, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka lebih<br />
siap menatap masa depan dan mempunyai keahlian untuk mencapainya.</p>
<p>Oleh panitia saya diminta menyampaikan materi tentang kewirausahaan.</p>
<p>Memasuki ruangan pelatihan, saya melihat puluhan siswa-siswi SMA dan SMK Surabaya tengah disiapkan panitia untuk mengikuti materi. <span id="more-869"></span></p>
<p>Saya memulai materi dengan bercerita tentang pengalaman saya yang berusaha untuk mendapatkan tambahan uang jajan sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saya menceritakan bagaimana saya berjualan poster ke teman-teman SD, kemudian bagaimana usaha menambah uang saku dengan mengikuti berbagai ajang perlombaan di saat SMP dan SMA, serta bagaimana perjuangan saya mulai berbisnis untuk menghidupi keluarga di awal-awal masa kuliah.</p>
<p>Contoh-contoh tersebut saya sampaikan untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka, bahwa setiap orang bisa mendapatkan hasil yang baik jika mereka tahu apa yang mereka tuju dan mau berjuang untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini, tentu saja berkaitan dengan kewirausahaan.</p>
<p>Selanjutnya saya bercerita tentang perjalanan bisnis saya yang banyak gagalnya. Namun dari kegagalan tersebut saya banyak belaar. Dalam materi tersebut saya ingin menyampaikan bahwa untuk mencapai suatu tujuan (berwirausaha) orang akan menemuai masalah dan tidak sedikit yang akhirnya gagal. Namun, ketika seseorang itu mampu bangkit dari kegagalan, berarti ia tengah bersiap untuk menyambut kesuksesan.</p>
<p>Saat tiba sesi tanya jawab, banyak pertanyaan menarik dari para peserta. Ada yang bertanya: Bagaimana kalau kita termasuk orang yang tidak kreatif? Padahal kewirausahaan kan perlu kreatifitas?</p>
<p>Lalu, saya jawab: Yang bisa dilakukan untuk tipe orang seperti itu adalah ATP. Amati, Tiru, Plek. Artinya, mereka bisa mengamati model bisnis yang sudah terbukti berhasil, kemudian mereka bisa menirunya. Dengan begitu, paling tidak mereka telah bisa mempraktikkannya.</p>
<p>Pertanyaan lain, misalnya: Bagaimana cara mencari peluang untuk berbisnis? Apalagi kami masih sekolah.</p>
<p>Saya jawab: Peluang bisnis bisa dicari dari hal yang paling dekat dengan diri Anda. Misalnya hobi, keinginan lingkungan terdekat, dan dari kemampuan yang Anda punya. Tidak perlu muluk-muluk. Lakukan dari yang sederhana. Dan kalau memang tidak bisa dilakukan sendiri, bekerjasamalah.</p>
<p>Satu hal yang saya pesankan kepada mereka. Jika nanti menjadi wirausahawan, berwirausahalah dengan hati. Maksudnya, berusahalah untuk tidak selalu memandang dari segi hasil semata. Cobalah untuk menghargai setiap proses yang dialami ketika menjalankan wirausaha. Berusahalah untuk menjadi wirusaha yang beretika baik dan mempergunakan cara-cara baik untuk mendapatkan sesuatu. Jika itu yang dilakukan, saya yakin, ketika kesuksesan dicapai, kepuasan lahir batin akan terwujud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/869/bisnis/berbagi-di-ie-charity-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Tentang PSB Online di Surabaya</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[blunder]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[media internet]]></category>
		<category><![CDATA[PSB online]]></category>
		<category><![CDATA[web developer profesional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.
Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.</p>
<p>Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara di Jawa Pos tersebut, memang benar ternyata masalah yang timbul dan membuat repot ribuan orang tua di Surabaya dan sekitarnya kemarin memang benar disebabkan karena tidak siapnya data, seperti yang sudah saya tuliskan <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/06/23/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/">disini</a>. Namun kemarin Bapak Samuel bilang bahwa pasti ada masalah dengan hostingya, dengan servernya, senada dengan ungkapan beberapa rekan di<a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=112856579738&amp;comments" target="_blank">posting saya</a> di facebook. Dan benar, hari ini dibahas penuh tentang ini di Jawa Pos.</p>
<p>Masalah yang terjadi di hari pertama memang benar disebabkan karena dimatikannya server karena upload data oleh admin. Dan pada saat itu pihak ITS membantah<span id="more-247"></span> errornya adalah karena disebabkan crowded (terlalu banyak orang yang mengakses). Ternyata, error yang terjadi di hari kedua nggak jauh dari perkiraan. Sistem PSB online error karena crowded. Sesuatu yang sudah diantisipasi seharusnya oleh developer aplikasi tersebut, tapi tetap gagal untuk diatasi.</p>
<p>Pihak ITS berkata bahwa sebelum go live, sistem telah di ujicoba dengan diakses oleh 600ribu pengakses, dan juga sudah di ujicoba oleh hacker, hasilnya sukses (katanya). Namun, saat ditanya kenapa kok akses hari kedua masih tetap lambat dan error, mereka berkilah bahwa ada gangguan di mirror server yang menyebabkan <strong>enam dari delapan</strong> server yang ada mengalami gangguan. Mereka mencoba berkelit dengan mengatakan bahwa hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang mencoba-coba mengakses website tersebut. Mereka juga berkata bahwa dalam IT tidak ada yang 100%, yang ada hanya 99,9%. Saat ditanya apakah gagalnya PSB online RSBI ini kasus yang 0,1% tersebut tidak ada jawaban yang terlontar.</p>
<p>Kalo pendapat saya, yang namanya dunia internet, dan membuka akses website adalah bersiap dengan lonjakan pengunjung yang tiba-tiba. Dan sudah seharusnya ini dapat diatasi dengan baik. Rusaknya enam dari delapan server yang ada merupakan cermin dari ketidaksiapan pihak developer aplikasi (ITS) dalam menghadapi kendala yang ada.</p>
<p>Dan seperti yang sudah saya tulis di posting saya sebelumnya, hal ini tidak akan terjadi seandainya tidak ada pihak yang sombong dan sok bisa. Sok mandiri dan tidak mau bergantung pada pihak lain, semua inginnya diselesaikan sendiri. Saya yakin 100% masalah ini <strong>tidak akan terjadi</strong> seandainya server yang digunakan bukan in house milik ITS. Namun menggunakan server profesional macam mosso atau mediatemple.</p>
<p><em>Blunder</em> kali ini sedikit banyak menjelaskan bahwa belum tentu sebuah perguruan tinggi ternama dapat menyelesaikan masalah yang biasa dialami oleh profesional-profesional yang bergerak di bidang hosting seperti mosso dan mediatemple.</p>
<p>Seperti yang telah umum diketahui, gap antara dunia akademi dan dunia riil sangatlah besar. Itu masih berbicara tentang industri pada umumnya. Di dunia internet, hal ini terlihat semakin jelas. Kenapa? Pada suatu kesempatan saya pernah mendengar salah seorang akademisi berkata, &#8220;literatur yang berumur 5 tahun itu masih terbilang baru kalo didunia akademis&#8230;&#8221; Nah, bayangkan dunia internet yang setiap tahunnya (bahkan mungkin setiap 3 bulan sekali) mangalami perubahan dan perkembangan yang <strong>sangat signifikan</strong>. Mampukah dunia akademi mengikutinya?</p>
<p>Ini juga sebabnya mengapa belum ada pendidikan formal yang membahas tentang dunia internet dan media digital secara khusus. Kebanyakan mencampur adukkan antara internet dengan IT, seperti yang pernah saya tulis <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/05/15/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/">disini</a>. Padahal, dua hal tersebut amat sangat jauh dan berbeda.</p>
<p>Posting kali ini sama sekali tidak bermaksud menjelekkan pihak-pihak tertentu. Saya hanya ingin lebih banyak orang yang menyadari bahwa dunia IT dan dunia internet memang berbeda. Dengan menyerahkan segala permasalahan pada ahlinya, seharusnya hal-hal seperti ini bisa dihindari.</p>
<p> </p>
<p>Bagaimana dengan anda? apakah anda berpendapat bahwa dunia IT dan internet itu sama? Apakah anda berpendapat bahwa keteledoran ini tanggung jawab ITS, atau mungkin pihak lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERKASA (Perkemahan Kamis-Sabtu)</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/21/my-mind/perkasa-perkemahan-kamis-sabtu/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/21/my-mind/perkasa-perkemahan-kamis-sabtu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 16:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[camp]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[ospek]]></category>
		<category><![CDATA[teknik industri]]></category>
		<category><![CDATA[TI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aburamza.wordpress.com/2008/02/10/perkasa-perkemahan-kamis-sabtu/</guid>
		<description><![CDATA[Jumat kemarin, ada acara seru yang diadakan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) ITS Surabaya. Acara rutin tahunan yang menyangkut penerimaan Mahasiswa Baru (MaBa) sebagai anggota penuh HMTI. Tentu saja, sebagai senior yang baik dan dalam rangka bertemu dengan teman teman lama yang sudah berpencar bekerja di luar kota Surabaya, Saya ikut menghadiri dengan niat membentak-bentak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat kemarin, ada acara seru yang diadakan Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) ITS Surabaya. Acara rutin tahunan yang menyangkut penerimaan Mahasiswa Baru (MaBa) sebagai anggota penuh HMTI. Tentu saja, sebagai senior yang baik dan dalam rangka bertemu dengan teman teman lama yang sudah <s>berpencar</s> bekerja di luar kota Surabaya, Saya ikut menghadiri dengan niat <s>membentak-bentak</s> mengawasi jalannya acara dan <s>tebar pesona</s> mencari tahu seperti apa Camp tahun ini.</p>
<p>Acara diadakan di Bumi Perkemahan daerah Juanda Sidoarjo. Dan ini adalah yang paling dekat dengan kampus dibandingkan camp tahun tahun sebelumnya. Seperti biasa, setiap tahun pihak ITS selalu mencari cara untuk mengekang dan melarang diadakannya Ospek. Begitu juga dengan tahun ini, kabarnya pihak Rektorat ITS tidak mengijinkan adanya camp sehingga menyebabkan beberapa mahasiswa <s>pengecut</s> takut<span id="more-21"></span> dan memutuskan untuk tidak mengikuti camp.</p>
<p>Ada dua hal utama yang akan saya bahas kali ini mengenai camp. Yang pertama menyangkut tindakan rektorat dalam melarangnya. Dan yang kedua mengenai pendapat mahasiswa sendiri tentang camp ini, termasuk mereka yang sedang menjalani tentu saja.</p>
<p>Berkaitan dengan larangan dan kekangan dari rektorat mengadakan camp, beserta larangan larangan dan aturan aturan seputar ospek, sudah jelas sekali bahwa pihak kampus terkesan tidak senang dengan diadakannya rangkaian ospek ini (termasuk camp). Alasannya jelas, menurut mereka ospek menghambat prestasi akademis mahasiswa. Selain itu, dalam rangkaian acara ospek ada yang namanya &#8216;pressing&#8217;. Suatu keadaan dimana mahasiswa baru ditekan secara mental oleh instruktur (panitia ospek) dengan tujuan untuk menanamkan nilai nilai tertentu. Sesi Pressing ini biasa diwarnai dengan bentakan bentakan dan kadang hukuman fisik seperti pushup dan bending.</p>
<p>Jika dilihat dari perkembangannya secara umum dari tahun ke tahun. Terdapat penurunan yang signifikan dalam bidang kerasnya bentakan dan &#8216;parah&#8217;nya hukuman fisik. Parahnya, pihak kampus masih merasa &#8216;kurang puas&#8217; dalam mengurangi hal hal tersebut. Sehingga tidak jarang Himpunan Mahasiswa dan pihak rektorat sering main kucing kucingan dalam hal ini.</p>
<p>Jika dilihat dari alasan pihak rektorat, memang jika dilihat dari satu sisi ospek membuat maba kurang konsentrasi pada akademis mereka. Dikarenakan tugas tugas yang diberikan oleh panitia ospek yang sering memakan banyak waktu dan tenaga. Namun jika dilihat secara lebih luas lagi, apakah cukup dengan nilai akademis yang tinggi saja bisa menjadikan seseorang sukses? Tanpa adanya soft skill yang berupa kerjasama tim, leadership, serta stamina yang &#8216;lebih&#8217; jarang seseorang dapat mencapai potensi maksimal diri mereka masing masing. Dan inilah yang mencoba diciptakan oleh panitia ospek.</p>
<p>Nah, kalo dilihat dari pendapat maba mengenai ospek dan camp, sepertinya memang pihak rektorat terkesan semaunya sendiri dan tidak memahami kemauan mahasiswa dalam melarang diadakannya camp.</p>
<p>Dari keterangan yang saya dapatkan dari maba sewaktu saya sedang <s>membentak-bentak</s> sharing dengan mereka, ternyata mereka sendiri mengakui pentingnya diadakan camp dan ospek. Bahkan ada salah satu dari mereka yang membandingkan dengan ospek jurusan lain, yaitu Teknik Mesin ITS (yang terkenal keras). Dia berkata bahwa setelah 6 bulan menjalani ospek yang &#8216;kejam&#8217; di jurusan Teknik Mesin ITS, teman sekamar kostnya yang dulunya pendiam dan penakut berubah total menjadi lebih berani.</p>
<p>Dan tidak ada satupun yang mengatakan bahwa ospek itu nggak berguna (entah jujur atau karena takut sama saya hehehehe&#8230;). Dari sini seharusnya, pihak rektorat lebih memahami kepentingan para mahasiswa, dan menyadari bahwa <strong>tidak seharusnyalah mereka memaksakan kepentingan institusi (membuat seluruh mahasiswa memiliki prestasi akademis yang bagus) kepada para mahasiswa</strong>. Karena disadari atau tidak, <strong>mahasiswa punya kepentingan sendiri. Yang tidak jarang bertolak belakang dengan kepentingan institusi</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/21/my-mind/perkasa-perkemahan-kamis-sabtu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

