<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Web Business Indonesia - Social Media Insight - Online Marketing Agency Blog &#187; hosting</title>
	<atom:link href="http://fauzan.dhezign.com/tag/hosting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fauzan.dhezign.com</link>
	<description>Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 11:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fauzan.dhezign.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
		<item>
		<title>Kopi Darat Komunitas Web Developer &#8212; Bagaimana Memilih Hosting?</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/591/bisnis/kopi-darat-komunitas-web-developer-bagaimana-memilih-hosting/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/591/bisnis/kopi-darat-komunitas-web-developer-bagaimana-memilih-hosting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 08:18:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Dhe Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Web Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Komintas Web Developer]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Darat]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[

Satu hal penting yang harus ada sebelum menampilkan website/ situs di internet adalah hosting. Tidak ada hosting, halaman website yang telah dibuat tidak akan bisa diakses orang melalui internet.

Nah,..apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli sebuah hosting? Sabtu, 5 Desember 2009 lalu, Komunitas Web Developer berkumpul untuk membicarakannya. Sore itu, perbincangan Komunitas Web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-592" src="http://fauzan.dhezign.com/wp-content/plugins/autothumb/image.php?src=/wp-content/uploads/2009/12/foto-komunitas-di-bungkul.jpg&amp;aoe=1&amp;q=100&amp;w=378&amp;h=284&amp;hash=2b179538e49a9b639463e1924ff18080" alt="foto komunitas di bungkul" /></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Satu hal penting yang harus ada sebelum menampilkan website/ situs di internet adalah hosting. Tidak ada hosting, halaman website yang telah dibuat tidak akan bisa diakses orang melalui internet.</p>
<p style="margin-top: 0.2cm">
<p style="margin-top: 0.2cm">Nah,..apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih atau membeli sebuah hosting? Sabtu, 5 Desember 2009 lalu, Komunitas Web Developer berkumpul untuk membicarakannya. Sore itu, perbincangan Komunitas Web Developer tentang hosting di Taman Bungkul Surabaya terlihat sangat hangat. Banyak anggota yang berbagi pengalaman serta pengetahuannya tentang hosting.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p style="margin-bottom: 0cm">Mohammad Zulkarnaian (Web Designer DheZign Online Solution) mulai bercerita tentang pengalamannya sebelum membeli hosting. Sebelum menentukan pilihan hosting yang akan dibelinya, ia membandingkan beberapa tawaran yang diberikan penjual hosting. Mulai dari space dan bandwith yang ditawarkan, harga, layanan yang diberikan, serta kemungkinan untuk meng-upgrade hosting.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm"><span id="more-591"></span></p>
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Zulkarnain juga mengingatkan agar memperhatikan target pembaca yang dituju website. Jika target pembaca kebanyakan dari dalam negeri, dianjurkan untuk memakai server lokal. Jika target pembaca global disarankan untuk memakai sever dari luar negeri, seperti, dari Amerika misalnya. Itu dilakukan untuk menghemat bandwith.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Perbincangan semakin menarik ketika Dharma, seorang web server dari Indonetwork membagi pengalaman dan pengetahuannya. Menurutnya, ada beberapa jenis layanan hosting, yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated Server, dedicated server, dan colocation server.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Shared Hosting adalah server hosting yang dipakai bersama sama dengan pengguna lain. Ada beberapa domain dalam satu server. Account dibedakan dengan username dan password. VPS, Virtual Private Server, yaitu virtualisasi dari lingkungan software sistem operasi yang digunakan server. Jika memakai ini, penggunan dapat menginstall sistem operasi di atas sistem operasi lain, karena dia merupakan lingkungan virtual.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Jika aplikasi yang digunakan besar, tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau virtual dedicated server, lebih baik menggunakan dedicated server. Jika menggunakan dedicated server, penyediaan server ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan vendor.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Selanjutnya Dharma menjelaskan tentang colocation server. Colocation server adalah layanan penyewaan tempat untuk pelanggan meletakkan server yang digunakan untuk hosting. Server dikelola sendiri oleh pelanggan bekerja sama dengan vendor. Dengan ini, pelanggan leluasa mengelola servernya.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Dalam perbincangan tersebut akhirnya mereka menyimpulkan bahwa pembelian hosting mestinya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika untuk web pribadi dan belum begitu penting untuk memakai hosting berbayar, bisa mencari hosting yang gratis. Tapi, jika memang kebutuhan mengharuskan menggunakan hosting yang lebih proporsional, lebih baik membelinya. Sebelum membeli hosting, mereka menganjurkan agar melihat track record layanan perusahaan penyedia hosting.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm">
<p></p>
<p style="margin-bottom: 0cm">Dalam pertemuan itu, mereka juga sepakat untuk memberikan penjelasan yang utuh dan transparan jika ada klien bertanya tentang hosting yang akan dipakai dalam websitenya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/591/bisnis/kopi-darat-komunitas-web-developer-bagaimana-memilih-hosting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masih Tentang PSB Online di Surabaya</title>
		<link>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/</link>
		<comments>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian Arfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[DheZign]]></category>
		<category><![CDATA[My Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[blunder]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[media internet]]></category>
		<category><![CDATA[PSB online]]></category>
		<category><![CDATA[web developer profesional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fauzan.dhezign.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.
Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengikuti perkembangan semrawutnya PSB Online, di koran Jawa Pos hari ini, tanggal 25 Juni dimuat hasil wawancara antara Jawa Pos dengan Koordinator IT PSB Online Yudhi Purwananto SKom yang juga ketua jurusan teknik informatika ITS.</p>
<p>Setelah saya baca dengan seksama, ternyata benar dugaan salah satu rekan saya Bapak Samuel waktu kami berbincang kemarin. Dari hasil wawancara di Jawa Pos tersebut, memang benar ternyata masalah yang timbul dan membuat repot ribuan orang tua di Surabaya dan sekitarnya kemarin memang benar disebabkan karena tidak siapnya data, seperti yang sudah saya tuliskan <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/06/23/dibalik-keruwetan-psb-online-di-surabaya/">disini</a>. Namun kemarin Bapak Samuel bilang bahwa pasti ada masalah dengan hostingya, dengan servernya, senada dengan ungkapan beberapa rekan di<a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=112856579738&amp;comments" target="_blank">posting saya</a> di facebook. Dan benar, hari ini dibahas penuh tentang ini di Jawa Pos.</p>
<p>Masalah yang terjadi di hari pertama memang benar disebabkan karena dimatikannya server karena upload data oleh admin. Dan pada saat itu pihak ITS membantah<span id="more-247"></span> errornya adalah karena disebabkan crowded (terlalu banyak orang yang mengakses). Ternyata, error yang terjadi di hari kedua nggak jauh dari perkiraan. Sistem PSB online error karena crowded. Sesuatu yang sudah diantisipasi seharusnya oleh developer aplikasi tersebut, tapi tetap gagal untuk diatasi.</p>
<p>Pihak ITS berkata bahwa sebelum go live, sistem telah di ujicoba dengan diakses oleh 600ribu pengakses, dan juga sudah di ujicoba oleh hacker, hasilnya sukses (katanya). Namun, saat ditanya kenapa kok akses hari kedua masih tetap lambat dan error, mereka berkilah bahwa ada gangguan di mirror server yang menyebabkan <strong>enam dari delapan</strong> server yang ada mengalami gangguan. Mereka mencoba berkelit dengan mengatakan bahwa hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang mencoba-coba mengakses website tersebut. Mereka juga berkata bahwa dalam IT tidak ada yang 100%, yang ada hanya 99,9%. Saat ditanya apakah gagalnya PSB online RSBI ini kasus yang 0,1% tersebut tidak ada jawaban yang terlontar.</p>
<p>Kalo pendapat saya, yang namanya dunia internet, dan membuka akses website adalah bersiap dengan lonjakan pengunjung yang tiba-tiba. Dan sudah seharusnya ini dapat diatasi dengan baik. Rusaknya enam dari delapan server yang ada merupakan cermin dari ketidaksiapan pihak developer aplikasi (ITS) dalam menghadapi kendala yang ada.</p>
<p>Dan seperti yang sudah saya tulis di posting saya sebelumnya, hal ini tidak akan terjadi seandainya tidak ada pihak yang sombong dan sok bisa. Sok mandiri dan tidak mau bergantung pada pihak lain, semua inginnya diselesaikan sendiri. Saya yakin 100% masalah ini <strong>tidak akan terjadi</strong> seandainya server yang digunakan bukan in house milik ITS. Namun menggunakan server profesional macam mosso atau mediatemple.</p>
<p><em>Blunder</em> kali ini sedikit banyak menjelaskan bahwa belum tentu sebuah perguruan tinggi ternama dapat menyelesaikan masalah yang biasa dialami oleh profesional-profesional yang bergerak di bidang hosting seperti mosso dan mediatemple.</p>
<p>Seperti yang telah umum diketahui, gap antara dunia akademi dan dunia riil sangatlah besar. Itu masih berbicara tentang industri pada umumnya. Di dunia internet, hal ini terlihat semakin jelas. Kenapa? Pada suatu kesempatan saya pernah mendengar salah seorang akademisi berkata, &#8220;literatur yang berumur 5 tahun itu masih terbilang baru kalo didunia akademis&#8230;&#8221; Nah, bayangkan dunia internet yang setiap tahunnya (bahkan mungkin setiap 3 bulan sekali) mangalami perubahan dan perkembangan yang <strong>sangat signifikan</strong>. Mampukah dunia akademi mengikutinya?</p>
<p>Ini juga sebabnya mengapa belum ada pendidikan formal yang membahas tentang dunia internet dan media digital secara khusus. Kebanyakan mencampur adukkan antara internet dengan IT, seperti yang pernah saya tulis <a href="http://fauzan.dhezign.com/2009/05/15/digital-media-internet-menurut-pemerintah-indonesia/">disini</a>. Padahal, dua hal tersebut amat sangat jauh dan berbeda.</p>
<p>Posting kali ini sama sekali tidak bermaksud menjelekkan pihak-pihak tertentu. Saya hanya ingin lebih banyak orang yang menyadari bahwa dunia IT dan dunia internet memang berbeda. Dengan menyerahkan segala permasalahan pada ahlinya, seharusnya hal-hal seperti ini bisa dihindari.</p>
<p> </p>
<p>Bagaimana dengan anda? apakah anda berpendapat bahwa dunia IT dan internet itu sama? Apakah anda berpendapat bahwa keteledoran ini tanggung jawab ITS, atau mungkin pihak lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fauzan.dhezign.com/247/dhezign/psb-online-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

