5 Jul 2010 | Oleh : Brian Arfi Tags: Facebook, internet, social media, twitter
Kategori : Bisnis, social media
Cukup lama rasanya sejak saya menuliskan sesuatu di Blog ini
Ya, memang alhamdulillah belakangan ini saya agak sibuk. Selain dari undangan berbagai macam universitas dan komunitas untuk berbicara, kantor juga sedang banyak menerima pekerjaan. Alhamdulillah…
Apa yang tidak akan kita lakukan untuk dapat memiliki waktu lebih dari 24 jam dalam sehari? Jika Anda sama seperti saya, Anda akan sangat menyadari pentingnya waktu dan benar benar berharap memiliki waktu yang lebih banyak dalam sehari.
Nggak jauh dari bahasan tentang waktu, kali ini saya akan sedikit mengulas tentang tips bagaimana dapat membuat karyawan Anda berhenti Facebookan di jam kerja.
Nah, pertama-tama saya pada dasarnya akan mengaku bahwa saya bukanlah orang yang mudah berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Bagi anda yang mengenal saya belakangan ini, tentu hal ini sulit sekali di percaya. Well… tapi itulah kenyataannya
Coba tanya teman teman SMA dan Kuliah saya kalo nggak percaya. Liat juga hasil test di bawah ini.
Apa hubungannya dengan personality saya yang introvert? Banyak sekali! Salah satunya adalah karena dengan menjadi seorang introvert yang extrovert (bingung kan…. hehe) saya bisa melihat dan merasakan kenikmatan yang didapat dari seseorang yang suka bergaul, dari kacamata orang yang tidak suka bergaul.
Kalo paragraf di atas membuat anda bingung, anda bisa lupakan dulu untuk sekarang. Silahkan lanjutkan membaca.
Bukan menjadi rahasia lagi bahwa Facebook, Twitter, dan aplikasi social media lainnya memang membuat banyak di antara kita menjadi tidak efisien. Dengan kata lain, banyak membuang waktu disana. Selain berakibat buruk bagi diri kita, Hal ini juga berakibat buruk bagi orang lain (boss atau institusi tempat anda bekerja biasanya).
Anyway, berdasarkan pengamatan yang saya lakukan. Dari beberapa social media training yang saya berikan pada perusahaan klien saya, kebanyakan mengambil pendekatan jalan pintas dengan cara melarang dan membatasi akses karyawan mereka ke social media.
Jika anda ingat, cara ini juga dilakukan oleh pemerintahan kita. Dan di Surabaya, peningkatan kinerja yang cukup signifikan telah dicatat sebagai hasil dari pembatasan penggunaan social media ini.
Ok. Permasalahan utamanya adalah, menghambat orang untuk menggunakan social media hanya merupakan solusi sementara. Jika perusahaan anda termasuk yang sedang mengalami dilema ini saat ini (karyawan tidak efektif kerjaannya karena banyak main facebook dll), maka anda perlu mengingat bahwa membatasi hanya solusi yang bersifat sementara.
Kenapa? Karena cepat atau lambat mereka akan menemukan cara mereka masing masing untuk mengakses social media, tanpa sepengetahuan anda pastinya.
Menurut sebuah penelitian yang dituliskan oleh reuters:
Selain dari penelitian di atas, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Richard Cullen dari SurfControl, sebuah perusahaan internet filtering mengestimasikan bahwa inefisiensi ini membuat perusahaan di Australia menghabiskan sekitar USD 5 milliar per tahunnya.
Bukan angka yang kecil tentu saja.
Sementara di sisi lain, penelitian lainnya yang dilakukan oleh universitas Melbourne membuktikan bahwa mereka yang menggunakan facebook (dan mengakses social media) ternyata 9% lebih produktif dibandingkan mereka yang tidak.
Bagaimana bisa? Logikanya adalah karena waktu istirahat sejenak dari pekerjaan meningkatkan fokus dan menyegarkan pikiran.
Tentu saja, peningkatan produktivitas tersebut berakhir jika penggunaan internet untuk keperluan pribadi atau social media pada jam kerja melebihi 20%.
Nah, Anda lihat korelasinya?
Mengajarkan pada karyawan dan tim Anda bagaimana cara menggunakan social media dengan benar bisa memberikan benefit yang luar biasa untuk bisnis dan perusahaan Anda.
Jika Anda berhenti pada tindakan memberikan peraturan yang membatasi untuk penggunaan social media, tanpa memberikan knowledge dan pendidikan untuk karyawan dan tim Anda maka bersiaplah untuk mengalami penurunan produktivitas.
Penting sekali mengajarkan pada tim dan karyawan Anda untuk dapat menggunakan internet, utamanya social media secara tepat.
Sebuah contoh sederhana yang jelas terbukti adalah bagaimana Zappos membiarkan seluruh karyawannya menggunakan social media. Dalam contoh ini, kebijakan Zappos (social media strategy) adalah membuat nama Zappos semakin sering didengar dan semakin sering disebut. Hal yang tidak asing lagi bagi digital agency yang melakukan pencatatan brand mentioning.
Bagaimana cara Zappos melakukannya? Karyawan mereka sekedar mengupdate statusnya di twitter. Misalnya, saat pagi hari akan menuju tempat kerja, mereka akan mengupdate, “Going to Zappos right now. I am FIRED up today
”.
Perusahaan yang berbeda memiliki policy berbeda. Tentu saja hal yang sama juga seharusnya dilakukan pada bisnis dan perusahaan Anda.
Saya yakin anda sadar bahwa semakin lama, usia produktif akan dipenuhi oleh generasi muda yang notabene sangat adaptif dan sudah terbiasa menggunakan Facebook (dan social media lainnya).
Permasalahan utamanya adalah jika Anda belum sadar dan berharap bahwa euforia facebook akan berakhir dan menurun dengan sendirinya. Sambil berharap karyawan dan tim Anda akhirnya berhenti membuang waktu disana.
Jika memang benar harapan Anda seperti itu, bersiaplah benar benar kecewa. Karena apa yang Anda impikan tidak akan terjadi.
Di Inggris, 20% kaum muda mencari kerja lewat website social network. 15% di antaranya telah menemukan pekerjaan lewat website social network. Dan angka ini akan terus bertambah.
Bayangkan bagaimana dengan Indonesia! Ada lebih dari 25 juta akun terdaftar di Facebook yang berasal dari Indonesia. Indonesia adalah negara penghasil tweet ketiga terbesar di dunia! Jelas-jelas Indonesia adalah negara yang sangat reseptif terhadap social media.
Jadi jika Anda dan perusahaan Anda tidak mulai dari sekarang menentukan social media policy dan memberikan training serta pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan social media secara efektif di jam kerja, bersiaplah untuk menghadapi penurunan kinerja yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Anda bisa menghubungi saya atau DheZign.com mengenai edukasi dan training yang bisa kami lakukan untuk karyawan dan tim Anda.
Jangan lupa Anda bisa juga tuliskan pengalaman atau pendapat Anda dengan cara berkomentar di sini
image is courtesy of Grahambones, siliconbeachtraining.co.uk, closingbigger.net, realfresh.tv
Arham Blogpreneur said on Tuesday, July 6, 2010, 7:42
Sehingga yang sibuk refreshingpun juga sekaligus berkomunikasi kan, secara emosional sang owner atau HRD pun ngak merasa kecurian jam kerja
Tweets that mention Cara membuat karyawan Anda berhenti membuang waktu di Facebook ...: Brian Arfi on Foto Dokumentasi Workshop Teknik... -- Topsy.com said on Tuesday, July 6, 2010, 7:51
Brian Arfi said on Tuesday, July 6, 2010, 15:09
Matur nuwun sharingnya mas Arham :) Tapi memang masalahnya, hal itu nggak gampang dilakukan oleh perusahaan dengan struktur yang agak 'gemuk'. Kalo small biz nggak terlalu sulit memang.
slams said on Tuesday, July 6, 2010, 15:21
Brian Arfi said on Thursday, July 8, 2010, 1:23
Yang bisa sama sama memberikan benefit baik ke karyawan itu maupun ke perusahaan.
handayani_hariri said on Thursday, July 8, 2010, 10:28
kebanyakan mereka (boss),cuma mengedepankan Emosi doang!!.apabila ada kary.yg menggunakan account
Dian Hendriyana said on Thursday, July 8, 2010, 10:38
menarik juga.. saya coba deh..
Terima kasih pak..
Purwadi I grosirsepatusafety said on Thursday, July 8, 2010, 14:17
Brian Arfi said on Thursday, July 8, 2010, 16:38
Bapak sudah cerita sendiri kan, bahwa banyak jalan belakang. Lha trus caranya gimana dong? ya diajarin yang bener. Logikanya sama dengan melarang anak muda untuk ngedrugs dan minum minum. Bukan dengan diawasi secara ketat! kalo dibegitukan, mereka akan lari dan sembunyi2 minum dan ngedrugs.
Cara yang paling efektif dan efisien adalah dengan mengajarkan pada mereka, dan memberikan pengertian kepada mereka tentang apa itu drugs, efek baik dan buruknya, dan apa implikasi untuk masa depan mereka. Persis sama dengan social media dan internet ini :)
enang said on Thursday, July 8, 2010, 18:34
Tina Yuliani said on Friday, July 9, 2010, 13:18
Rony said on Friday, July 9, 2010, 14:34
Brian Arfi said on Saturday, July 10, 2010, 4:13
Dan untuk mendapatkan efek maksimal, perlu edukasi. Nggak cuma untuk karyawan dan tim sebenernya. Untuk kita sendiri juga perlu :)
belajar ngeblog said on Wednesday, August 4, 2010, 7:36
selain terkesan menghabiskan waktu dengan sia-sia, facebookan ternyata juga bisa dijadikan aja bisnis. yaitu untuk menjalin hubungan baik relasi kita. So, keakraban dalam berbisnispun akan terwujud dengan indah.