18 Nov 2008 | Oleh : Brian Arfi Tags: Kualitas, on time, profesional
Kategori : Bisnis, DheZign
Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya di sini. Di posting terakhir saya sempat membahas tentang apa yang seharusnya kita lakukan jika kita sudah profesional (lebih spesifiknya tepat waktu), namun lingkungan di sekitar kita tidak demikian.
Perspektif baru diutarakan oleh hanim di komentar posting saya sebelumnya. Memang jika kita menggunakan landasan berpikir seperti itu, menunggu berapa lamapun insya Allah nggak jadi masalah. Jadi salah satu solusinya adalah dengan mempunyai mindset positif seperti itu.
Nah, selain itu, dengan tetap bersikap on time dan profesional, sedikit dengan sedikit kita dapat membangun branding dan citra diri secara positif. Pendek kata, semakin kita terus konsisten dalam menepati nilai nilai profesionalisme, semakin kita menunjukkan pada orang lain bahwa kita adalah orang yang profesional. Dan seperti magnet, orang orang tertarik pada orang lain yang mempunyai kualitas sama dengan diri mereka. Karena itu, pada gilirannya kita akan menarik orang orang yang profesional juga.
Hal ini terutama penting sekali jika bisnis kita sifatnya B2B dan menembak segmentasi market high end. Bukan berarti kalo sifat bisnisnya B2C dan market low end profesionalitas itu tidak penting. Tapi impact atau efeknya akan jauh lebih terasa jika target market kita high end.
Kenapa? Karena secara umum harga itu dipersepsikan sebanding dengan kualitas. Itu menjadi argumen kuat (dan memang kenyataannya demikian) bahwa kualitas itu sebanding dengan harga yang pantas. Apa yang terjadi jika kita menunjukkan kualitas diri yang profesional? YAP, kita pantas dihargai mahal!
Menarik bukan?
Recent Comments