1+1=? 

Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi

Semuanya Demi UANG!

budak dunia

Apakah judul di atas cukup provokatif?

Saya harap anda benar benar terprovokasi :) karena jika anda merasa tidak nyaman dan sedikit aneh dengan judul tulisan saya, silahkan baca selengkapnya supaya nggak penasaran lagi.

Sudah beberapa lama sejak saya tidak menuliskan sesuatu di blog saya. Memang belakangan ini saya disibukkan dengan beberapa undangan berbicara (sehingga harus menyiapkan presentasi dan berlatih tentu saja) dan juga undangan menulis.  Selain itu alhamdulillah DheZign sedang dikaruniai banyak pekerjaan. Tentu saja semua juga karena kerja keras seluruh tim kami.

Kembali ke tulisan ini, judul di atas sebenarnya terpikir saat beberapa kali saya memberikan seminar tentang bisnis dan kewirausahaan. Namun sebenarnya, tulisan ini juga cocok dan sangat bermanfaat untuk mereka yang ingin memulai dan menjalani karir mereka dengan sukses.

Apakah anda pernah merasakan hal diatas? Merasa semua yang anda lakukan adalah Demi UANG? Saya yakin kebanyakan kita di satu titik pernah merasakannya. Sayapun pernah merasakannya, saat kondisi kritis perusahaan, tentu saja hal di atas sempat terasa. Nah, apakah anda juga pernah merasakannya?

Bagi anda yang memulai karir, mungkin anda yang bergerak di dunia web development, atau anda yang bergerak di dunia marketing, atau anda yang bergerak di bidang training. Apakah anda pernah mengalami perasaan yang sama?

Bagaimana dengan anda yang baru saja lulus kuliah atau sekolah? Apakah anda mencari kerja semata-mata dengan tujuan dan mindset, “demi Uang!” ?

Tidak, tentu saja saya tidak mengatakan melakukan sesuatu dengan tujuan “demi Uang!” itu salah. Saya hanya ingin menjelaskan beberapa hal yang baru saya pahami setelah sempat jatuh dalam beberapa lubang.

Yang pertama, saya sering menjumpai bahwa mereka-mereka yang menciptakan perubahan, memiliki nama yang dikenang, menjadi pemimpin yang disegani, menjadi penemu sesuatu yang bermanfaat, atau bahkan berprestasi dan memiliki karir yang melejit adalah mereka yang memberikan effort dan usaha yang jauh melebihi apa yang ia dapatkan (dalam uang).

Dan sering saya melihat, mereka yang menjadikan uang sebagai tujuan utamanya seringkali jatuh terjungkal di tengah jalan. Sering saya jumpai mereka yang memimpikan jadi kaya akhirnya menjadi miskin. Mereka yang berharap bisa bekerja pada sebuah perusahaan dan punya karir melejit, kalah dengan seorang tukang pel yang bekerja pada perusahaan yang sama.

Apakah itu hanya cerita karangan saya? tentu bukan. Saya benar benar tahu langsung mereka yang memiliki kisah sejenis. Seorang cleaning service yang akhirnya menjadi direktur perusahaan BUMN di Semarang. Itu kisah nyata. Dan ia dipuji-puji oleh karyawan dan bawahannya.

Bagaimana ceritanya kok bisa jadi direktur? Simpel, beliau suka belajar dan selalu meluangkan waktu untuk membantu orang lain. Yang akhirnya banyak orang sadar akan skill dan potensinya. Singkat cerita ia melesat karirnya. Dan saya yakin anda juga bukan hanya sekali mendengar cerita sejenis ini.

Yang bisa saya katakan adalah, kemungkinan besar cerita cerita seperti ini memang benar terjadi.

Pertanyaannya adalah, Apakah tujuan mereka itu adalah DEMI UANG?

Seringkali jawabannya adalah tidak. Sebaliknya mereka yang menjadikan uang tujuan biasanya akan menilai segala sesuatunya dengan uang. Diminta meningkatkan skillnya, minta bayaran. Di minta belajar tentang suatu hal, minta dibayar. Di biayai training dan pelatihan, eh… minta uang lembur.

Yang berwirausaha juga mirip. Di minta sharing tentang ilmunya, eh… malah curiga. Di minta ngisi seminar, eh kok matok harganya tinggi banget. Di ajak kerjasama dengan penawaran yang saling menguntungkan, eh, belum dengar penawarannya kok nolak duluan, karena takut dimanfaatkan?

Semuanya biasanya karena persepsi. Bahwa menjalankan sesuatu yang tidak memberikan immediate benefit, atau keuntungan secara langsung, dinilai merugikan.

Jangan dikira pengusaha nggak ada yang terjangkit penyakit ini. Banyak malah. Terutama biasanya mereka yang terbiasa menggunakan batu loncatan dan effort orang lain untuk kepentingan pribadi.

Yang dari sisi karyawan? Lebih banyak lagi! Nggak terhitung jumlahnya mereka yang inginnya dibayar melebihi dari apa yang bisa mereka hasilkan. Sedikit sekali mereka yang mau benar benar bekerja dan menyumbangkan sesuatu karena passion dan dedikasinya.

Yang pengusaha juga sama. Biasanya yang terjangkit penyakit ini adalah mereka yang lupa bahwa memberikan sesuatu kepada masyarakat, komunitas, dan yang membutuhkan itu biasanya berbuah manis…. JAUH lebih manis di belakangnya nanti.

Nah, lalu apa tujuan saya bekerja? Yang pasti BUKAN DEMI UANG tujuan utamanya. Saya membangun perusahaan saya sekarang, melakukan personal branding, meninggalkan keluarga di Surabaya, dan memenuhi undangan berbicara bukanlah Demi Uang!

Semuanya karena passion. Pertanyaan yang mungkin akan diajukan adalah, apakah saya akan tetap menjalani bisnis ini dan apakah saya akan tetap sama walaupun tidak ada uang yang saya peroleh? Jawabannya insya Allah YA! Karena saya sudah pernah mengalaminya :)

Berbisnis yang belum menghasilkan uang. Dan tidak menghasilkan apa apa kecuali kepuasan pribadi. Saat dulu awal membangun PernikMuslim.com dan DheZign.com. Alhamdulillah, sekarang semuanya sudah mulai terasa manisnya. Dan insya Allah akan semakin manis di akhirnya nanti.

Jadi jika anda ingin hebat, menjadi yang terdepan di bidang anda, memberikan yang terbaik untuk keluarga anda, dan menyumbangkan kontribusi yang besar bagi komunitas anda, berhentilah memikirkan bahwa semuanya harus ditukar dengan uang.

Anda yang ingin menjadi web designer handal, tunjukkan dengan skill anda bahwa anda lebih hebat daripada apa yang anda terima. Anda yang ingin cepat naik jabatan, tunjukkan bahwa anda bekerja seperti seorang pemilik (yang masih terus bekerja pada malam hari dan hari libur) jika dibutuhkan. Anda yang ingin menjadi pengusaha yang handal, berpikirlah terbuka dan jangan pernah merasa pintar!

Insya Allah saat anda mulai bekerja bukan demi kepentingan Anda sendiri, saat itulah orang lain dan lingkungan anda akan mengapresiasi dan mendukung Anda.

Silahkan baca membaca artikel lainnya tentang bisnis.

Dan jangan lupa sharing dan kemukakan pendapat anda di sini :)

13 komentar di “Semuanya Demi UANG!”

  1. imammtq said on Tuesday, May 11, 2010, 15:35

    uang adalah efek. bukan tujuan utama.
  2. byotenega said on Wednesday, May 12, 2010, 10:19

    Bener banget, mas. Good luck buat sampeyan.
  3. Brian Arfi said on Friday, May 14, 2010, 19:02

    Matur nuwun atas doanya :) semoga artikel dan sedikit tulisan saya bisa bermanfaat
  4. luffy said on Wednesday, May 19, 2010, 15:25

    Uang memang bukan segalanya, masih ada credit card,master card dll
  5. violustz said on Wednesday, May 19, 2010, 15:58

    kalo g ada uang ya g bisa makan
  6. mbahtuman said on Wednesday, May 19, 2010, 17:24

    hehehe..aku jadi ingat lelucon, uang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang :) hmm..tidak ada yang melarang orang jadi kaya dengan berlimpah uang, tetapi ketika uang menjadi tujuan maka ia akan menjadi pembatas upaya terbaik yang bisa kita lakukan!
  7. luffy said on Thursday, May 20, 2010, 11:01

    @mbahtuman : emang tuh lelucon ya mbah?kq aku gak ketawa mbah? lucu bagian mananya? mohon petunjuknya :)
  8. Zukilover said on Thursday, May 20, 2010, 12:17

    Kalo gitu generasi muda (saya sudah tua) harus mulai ditanamkan prinsip asset oriented sejak di perguruan tinggi, bukan job and money oriented. hehe, OOT kah saya? whatever.
  9. mbahtuman said on Friday, May 21, 2010, 9:05

    @ luffy: kalo gak lucu, ketawain ane aja ya hahaha...bayangin ane kayak siapa aja yang ente anggep lucu. oke bro :))
  10. vyatri said on Monday, May 24, 2010, 5:26

    bener banget nih dan terbukti sekali. :) Maka dari itu nggak ada ceritanya orang yang jatuh miskin gara-gara senang berbagi dan bersedekah (kata orang tua sih). Rezeki datangnya dari Allah. Dan menyembah uang adalah bentuk kesyirikan. Jangan suka menakar-nakar kalau kita nggak mau rezeki buat kita ditakar-takar juga oleh Allah. cmiiw ya
  11. arief maulana said on Thursday, May 27, 2010, 5:50

    Saya sependapat mas. Dulu awal memulai bisnis online juga money oriendted.

    alhamdulillah di tengah jalan, malah semangat berbaginya yg lebih.

    Dan Allah juga akhirnya membarengi dengan rezeki manakala kita tidak pelit dan senang berbagi.

    Artikelnya bagus.
    Salam kenal...
  12. hmcahyo said on Monday, May 31, 2010, 11:09

    hmm jadi ingat bukunya denis waitley... chase your passion not your pension kurang lebih isinya sama

    salam kenal :)
  13. Brian Arfi said on Monday, May 31, 2010, 18:14

    wah wah... saya malah belum baca buku itu :D salam kenal juga.

Tinggalkan Komentar

Calendar

February 2012
S M T W T F S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829