Renungan senin ini,
Untuk kita yang muslim, kita semua tentu masih ingat, seperti apa jual beli yang paling menguntungkan itu. Jual beli dengan Allah, dimana kita menjual jiwa dan harta kita untuk agamaNya.
Lalu disebut jual beli yang seperti apakah jika kita menjual agamaNya demi mendapatkan sesuap nasi? Jual beli jual beli yang kita tahu pasti dibenci oleh Allah, tapi tetap kita lakukan. Berpura pura Allah akan ‘memahami’ kita karena keadaan yang ‘terpaksa’.
Berat memang meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan. Hampir terlihat tidak mungkin malah. Tapi disaat kita meninggalkan sesuatu karena Allah, insya Allah, Allah akan ganti dengan yang jauh lebih baik.
Untuk agama yang lain, saya yakin ada hal yang serupa dengan yang saya utarakan diatas. Hidup ini akan jadi jauh lebih manis jika kita benar benar patuh dan mentaati aturan aturan dalam agama kita.
Semoga bermanfaat.
yusuf said on Thursday, April 9, 2009, 12:41
iseng-iseng browsing.. eh nyampe ke blog ini.
saya suka tulisan anda yang ini. kebetulan saya sedang bimbang. jadi beberapa hari yang lalu saya ditawari seorang teman untuk join mlm tianshi. akhirnya saya join tanpa pikir panjang.
tapi makin ke sini kok sepertinya ada yang kurang pas dengan tianshi. rasanya saya sudah banyak berbohong dan 'menjual agama-Nya' untuk mengajak orang-orang lainnya join.
wah.. kok jadi curhat ya.
mungkin bapak ada pengalaman dengan mlm? saya benar-benar bimbang sekarang. maaf kalau oot, saya cuma sedang risau. saya khawatir sudah berbuat dosa besar.
saya harapkan jawaban bapak,
terima kasih.
AbuRamza said on Saturday, April 11, 2009, 21:48
Kenapa? karena kalaupun tidak ada yang salah dengan tianshi, anda tidak akan sukses disana dan makin lama malah makin memberatkan karena hati anda tidak nyaman disana.
Kalau saya jadi anda, saya akan tinggalkan segera. Karena hati yang beriman nggak pernah bohong.
Semoga bermanfaat