1+1=? 

Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi

Berbicara di Seminar Entrepreneur ITS tentang Berbisnis Islami

piagam pembicara di ITS

Dalam agama Islam, kita mengenal Rasulullah Muhammad SAW sebagai suri tauladan yang baik dalam segala macam hal. Termasuk dalam hal berbisnis. Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah adalah pedagang yang sangat baik. Dengan kebaikannya itu pula, banyak orang yang percaya untuk berbisnis dengan beliau.

Minggu, 25 April 2010 saya diundang oleh mahasiswa dari Masyarakat Studi Islam Ulul Ilmi Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk berbagi kisah tentang keteladanan Rasul Muhammad SAW dalam berbisnis dan bagaimana cara menerapkannya.

Saya tak tahu mengapa mereka mengundang saya untuk berbicara tentang hal tersebut. Tapi menurut mereka saya cocok untuk menyampaikan materi tersebut. Mungkin karena saya mengelola PernikMuslim.com, sebuah toko online yang menyediakan berbagai macam materi, pernak-pernik islam. Tapi, okelah. Saya akhirnya bersedia untuk berbagi kisah, karena saya pikir, tidak ada salahnya untuk berbagi cerita cara berbisnis yang islami.

Di Ruang Seminar Perpustakaan ITS, kepada para peserta seminar, yang rata-rata mahasiswa yang ingin berbisnis, saya katakan bahwa pada prinsipnya, bisnis yang islami adalah bisnis yang membisniskan barang-barang yang tidak dilarang oleh agama islam dan dilakukan dengan cara yang tidak dilarang oleh islam.

Misalnya, jangan sampai kita membisniskan minuman keras, barang-barang maksiat, dan barang-barang lain yang diharamkan. Kemudian, ketika kita berbisnis, kita harus memegang teguh prinsip saling rela, saling ridho, jujur, mengedepankan kualitas (mutu), dan tidak riba.

Rasul Muhammad SAW pun pada banyak riwayat diceritakan bahwa dalam berbisnis, beliau memperlihatkan dengan jelas apa yang dijualnya, menjelaskan dengan benar, tidak berbohong kepada pembeli, serta mengutamakan kepuasan pelanggannya.

Kemudian, tentang jiwa entrepreneur Rasul Muhammad, banyak juga yang bisa diambil pelajaran. Misal, tentang kerja keras beliau, pantang menyerahnya, tentang rajinnya, tentang pelayanannya kepada konsumen, serta tentang cara manajemen bisnis yang baik.

Dalam pandangan saya, Rasul Muhammad SAW memang pantas untuk menjadi suri tauladan dalam hal bernisnis, berwirausaha. Teladan-teladan dari beliaulah yang selama ini juga selalu saya coba untuk praktekkan dalam bisnis yang saya kelola, baik di PernikMuslim.com maupun di DheZign.com.

Saya mempunyai keyakinan, jika mau menerapkan model bisnis yang jujur, saling percaya, tidak tipu-menipu, mengutamakan kualitas, serta melayani pelanggan dengan baik, saya yakin bisnis tersebut akan sukses dan hasilnya pun berkah.

7 komentar di “Berbicara di Seminar Entrepreneur ITS tentang Berbisnis Islami”

  1. imammtq said on Wednesday, May 19, 2010, 15:27

    keep sharing, bro..
  2. mbahtuman said on Thursday, May 20, 2010, 11:01

    hehehe luar biasa. empat tahun saya berdagang produk islam, selama itu saya coba menerapkan contoh kejujuran yang sederhana. saya katakan ke setiap pelanggan, dari distributor saya mendapat diskon 30%. untuk pelanggan saya beri potongan 10%. buat saya sisanya: 20%!

    sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana cara berdagang tidak blak-blakan seperti itu.

    dari sejarah saya tahu rasulullah berdagang juga dengan cara serupa itu....
  3. luffy said on Thursday, May 20, 2010, 11:14

    Intinya berbisnis islami tuh gak hanya menjual dagangan yg berbau islam, tapi harus jujur, saling percaya, tidak tipu-menipu, mengutamakan kualitas, serta melayani pelanggan dengan baik
  4. Muhammad Arifin said on Friday, May 21, 2010, 16:25

    mas yang ini blum paham maksudnya

    "prinsip saling rela, saling ridho"

    dalam hal gimana ya?
  5. Brian Arfi said on Friday, May 21, 2010, 17:00

    maksudnya, jangan sampai dalam bisnis itu ada win-loss. tapi harus win win. Even if itu bukan win beneran, tapi hanya 'dipersepsikan win' :)
  6. hmcahyo said on Monday, May 31, 2010, 11:15

    hmm nggak kayak bisnis affiliate ebook ,,, yang barangnya aja kita nggak tahu ya mas?
  7. Brian Arfi said on Wednesday, June 9, 2010, 2:30

    Wah.... kalo affiliate ebook sih saya kurang merekomendasikan. Kecuali ebooknya bener bener bermanfaat. Bukan e-book yang dipake kedok, padahal yang dijual sebenernya sistemnya (arisan berantai).

Tinggalkan Komentar

Calendar

February 2012
S M T W T F S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829