22 Apr 2010 | Oleh : imam Tags: brian arfi, DheZign, Entrepreneur, ITS, pelatihan, wirausaha, wirausaha muda mandiri, WMM
Kategori : DheZign, Entrepreneurship
Sabtu, 17 April 2010 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Industri Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyelenggarakan Industrial Engineering (IE) Charity 2010 di kampusnya. IE Charity 2010 adalah pelatihan kewirausahaan bagi siswa-siswi sekolah menengah atas dan kejuruan, terutama bagi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurut Ary Tri Wibowo ketua panitia acara, pelatihan tersebut merupakan acara sosial yang diselenggarakan agar siswa-siswa SMA dan SMK lebih siap menatap masa depan serta mempunyai keahlian untuk mencapainya.
Untuk memberikan materi kewirausahaan, panitia mendatangkan Brian Arfi Faridhi, pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2009. Brian memulai materinya dengan bercerita tentang usahanya untuk mendapatkan tambahan uang jajan dengan berjualan poster sewaktu duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Selanjutnya ia bercerita tentang perjalanan bisnisnya yang banyak menemui kegagalan. Bisnis minyak wangi, jus, burger, roti bakar dan lain-lain yang pernah dijalaninya semuanya gagal. Namun katanya, yang terpenting adalah, setiap kali gagal orang harus berani bangkit dan memperbaiki diri.
“Ketika seseorang mampu bangkit dari kegagalan, berarti ia tengah bersiap untuk menyambut kesuksesan”, tuturnya.
Brian yang kini sukses membidani PT DheZign Online Solution, perusahaan web development dan online marketing, menekankan akan pentingnya sebuah tujuan. Setiap orang bisa mendapatkan hasil yang baik jika mereka tahu apa yang mereka tuju dan mau berjuang untuk mencapai tujuan tersebut.
“Jika kalian belum tahu untuk apa kalian bersekolah, hati-hatilah. Karena, bisa-bisa setelah kalian lulus, kalian juga tak tahu harus berbuat apa, termasuk bagaimana cara bekerja untuk mendapatkan penghasilan”, ujarnya kepada puluhan peserta pelatihan.
Satu lagi yang menurut Brian sangat penting untuk ditanamkan sejak dini kepada para calon wirausahawan adalah prinsip berwirausaha dengan hati. Maksudnya, seorang wirausahawan harus bisa menghargai setiap proses yang dialami ketika menjalankan wirausaha. Ia meyakini, jika seorang wirausahawan beretika baik dan mempergunakan cara-cara baik untuk mendapatkan suatu hasil, maka ia akan bisa meraih kepuasan lahir dan batin.
abah said on Thursday, April 22, 2010, 5:57
sebaiknya istilah kurang mampu diubah... sedikit banyak itu merusak mental peserta!
harusnya diganti dengan kata2 yang lebih positif, misal : pelatihan wirausah untuk calon pengusaha sukses....
just my 2 cent
imammtq said on Wednesday, May 19, 2010, 15:28
luffy said on Thursday, May 20, 2010, 12:06
NURUL_HADI said on Wednesday, June 16, 2010, 21:36
decky zulkarnain said on Thursday, September 29, 2011, 9:26