23 Feb 2010 | Oleh : Brian Arfi Tags: komunitas, media online, new wave marketing, startup
Kategori : Indonesia Startup
Senin 22 Januari ini saya akhirnya mendapatkan undangan dari MarkPlus dan Marketeers untuk menghadiri power lunch. Sepertinya event ini rutin diadakan bulanan oleh MarkPlus dan Marketeers, mengingat bulan januari yang lalu juga diadakan acara serupa.
Hanya, Januari yang lalu yang diundang sebagai tamu kehormatan adalah the infamous @tifsembiring, menkominfo kita paling tidak untuk saat ini. Dan januari yang lalu adalah deklarasi dari… what do you call it… New Wave Marketing. From senior to youth, men to women, citizen to netizen. Baca reviewnya untuk lebih jelasnya.
Btw, saya nggak dapat invitation januari yang lalu :p. Mungkin utamanya adalah karena saya masih under the radar. Karena baru move in di Jakarta kurang dari 3 bulan, most people doesn’t know me… Yet anyway. Dan diundangnya ke event bulan ini menandakan bahwa i made a progress
Dan bulan ini acaranya berfokus pada youth, jadi kali ini yang diundang sebagai stars adalah banyak pemuda yang memiliki dan sudah menorehkan prestasi internasional. Sebut saja diantaranya Hendy Kebab Turki dan Kristiono Setyadi, pemenang Yahoo Open Hack Day SEA 2009.
Tentu saja nggak hanya mereka, banyak sekali pemuda hebat dari berbagai bidang. 5 Bidang yang disebutkan oleh Hermawan Kertajaya. Politik, Science, Art, Sport, dan Entrepreneurship. 5 Bidang dimana remaja pada umumnya berkiprah. Just FYI, menurut undang-undang terbaru dari Menpora, remaja di Indonesia itu yang masuk kategori umur 16-30 tahun. Apakah anda termasuk remaja? Well, saya yakin kebanyakan pembaca blog ini sudah bukan (ups).
Seharusnya, acara hari ini dihadiri oleh MenPora. Bapak Andi Malarangeng. Sayang sekali karena ada keperluan mendadak, terutama karena urusannya adalah dengan presiden, pak HK kalah level, dan tentu saja kepentingan presiden lebih diutamakan.
Anyway, di event ini saya bertemu dengan @unwinged @salsabeela @ilmanakbar @hendysetiono @dwirianto @andjrot @leonisecret @ksetyadi @anakcerdas @villahadis ->(yang ngundang nih) @yoris @billyboen @pandji @mahadaya dan masih banyak yang lainnya. Tentu saja hal ini menyebabkan istilah ‘power lunch’ jadi agak rancu di perut saya siang tadi. Karena saking serunya, nggak sempat makan. Cuma sempet nyomot 2 slice tipis pudding… dan jus jambu (i believe that’s NOT what you usually call a lunch eh?).
Nggak ngerti apakah acara di bulan Januari kemaren se crowded ini. Tapi ruang yang ada PENUH SESAK saking luar biasanya. Dan bukan penuh sesak oleh orang-orang sembarangan, mereka adalah para pemuda yang selain sudah menorehkan prestasi yang luar biasa saya yakin masih banyak yang menunggu mereka di masa depan nanti.
Menurut beberapa rekan yang juga hadir di event januari yang lalu, pembicaraan dan sesi kali ini agak bias dan tidak fokus. Well, that’s what happened if you gather people based on demography (which is young) but do not share relatively the same interest.
Banyak yang berbicara tentang art. Satu tentang science. Beberapa tentang entrepreneurship. Yang ngomongin sport sedikit sekali. Yang ngomong politik cuma satu, tapi kesannya powerful banget (aduh… sampe lupa nama aslinya, cuma inget mbak Tere, anggota DPR).
Puncak acara ditandai dengan dimasukkannya dream yang dituliskan oleh 22 pemuda berprestasi internasional yang dimasukkan ke dalam semacam time capsule untuk dibuka persis 10 tahun dari sekarang. 22-02-20. Satu persatu memasukkan kertas bertuliskan dreamnya ke time capsule tersebut dan difoto bersama deputi menpora (yang mewakili pak Andi Malarangeng).
Foolish for me because i didn’t get any worthy picture. Starting to feel that i will need to buy my own camera. At least a dedicated camera so when my smartphone’s battery is drained, i can still write a good blog accompanied with a good picture
(ada yang mau sponsorin dan ngasih saya kamera anyone? *mode berkhayal).
Tetep, seperti biasa what i value most dari acara-acara seperti ini adalah after eventnya. Setelah sholat, langsung lanjut ngobrol. Karena memang dijadwalkan sebelumnya, mau ngobrol sedikit banyak tentang bisnis bareng @ksetyadi. Thinking of partnering up and start our own startup in online utility tools.
Nggak lama, datang @leonisecret. Lama nggak ketemu, saya ngobrol banyak (dan belajar banyak juga) dari pengalaman mbak Leonita ini (check out her latest blogpost btw!). Ternyata, Leonita ini baru saja sekitar setahunan memasuki dunia online. Nggak seperti yang saya kira sebelumnya. Dan ternyata, kerjanya di semut api (marcomm partner Kaskus). Padahal selama ini saya kira kerja bareng rama.
Leoni cerita banyak soal personal branding. How she got through into the barrier of online communities. Gimana cara dapat ‘pengakuan’ dalam waktu singkat. Gimana caranya agar kita bisa dengan cepat dikenal dan ‘nancep’ di mind and heart para stakeholder kita. Sesuai dengan spesialisasi utamanya, personal branding.
Satu kunci yang diberikan oleh Leoni adalah tentang ‘being different’, ‘being brave’, dan ‘being yourself’. Dapat ‘kuliah gratis’ seputar personal branding memang mengasyikkan. Saya mungkin lebih berpengalaman urusan entrepreneurship, managing team, dan online marketing secara umum, tapi urusan personal branding (proven lagi!) saya bisa belajar banyak dari beliau.
Saya pribadi memang merasa Leoni ini ‘berbeda’. So setiap saat masuk ke sebuah komunitas, nggak mungkin mata nggak memandang dia. Dan dari sanalah awal cerita segala sesuatunya.
Saya nggak bisa cerita banyak kecuali anda menemui Leonita secara langsung. Sementara kita semua tahu seperti apa tipikal blogger di Indonesia, Leoni benar-benar berbeda dan karena itulah dia langsung mencuat dan melesat.
Leoni bilang bahwa saya sebenarnya sudah mempunyai modal sendiri. Saya adalah pemenang dari sebuah event prestigius di Indonesia. Dan walaupun Leoni nggak bilang secara langsung, saya yakin penampilan saya cukup unik. Anda yang pernah bertemu saya secara langsung pasti ngerti apa yang saya maksudkan.
Though sometimes not everyone sees it in a positive way, ini tetap salah satu cara untuk berbeda. Inget tapi ya, this is the real me. Saya nggak berpenampilan begini hanya karena ingin berbeda dan dikenal. Tapi memang inilah penampilan saya sejak dulu
Pendapat yang menyatakan bahwa lebih baik menjadi orang jelek diantara komunitas orang ganteng sebenarnya sering ada benarnya. Being different means the same to being memorized. Apakah berbeda secara positif atau negatif itu urusan belakangan. Dan anda selalu punya waktu untuk membuktikannya nanti…. wah, jadi banyak mbahas soal personal branding nih.
Kembali ke ngobrol-ngobrol selepas event
Ngobrol terus dilanjutkan dan peserta semakin bertambah. Obrolan berlanjut ke blunder Mario Teguh di twitter dan membahas mulai bagaimana itu bisa terjadi, apa yang seharusnya dilakukan oleh Mario Teguh, dan berbagai hal lainnya yang masih seputar itu.
Melebar juga akhirnya ke blunder pasangan pengantin terbaru mengenai hashtag MUI next haram. Yang walaupun nggak sempat heboh dan besar, tetap bisa jadi melukai personal branding orang orang dibelakangnya.
Semakin sore, akhirnya @ksetyadi pamit. Mau langsung meluncur ke Bandung katanya. Begitu juga dengan teman teman lain yang juga sepertinya punya urusan masing-masing.
berlanjutlah obrolan sampai lama sekali. Tapi materi obrolannya berbeda. Dan @mahadaya juga ada disana.
Materi obrolan akhirnya menyentuh ke startup Indonesia. Danny (@dwirianto) bercerita tentang performance kaskus setelah ‘dipegang’ oleh dia. Pertumbuhan user melesat drastis dari sekitar 600rb user di 2008 (pencapaian setelah lebih dari 10 tahun beroperasi) menjadi lebih dari 1,4 juta user saat ini.
Danny juga menceritakan tentang bagaimana sulitnya merubah paradigma kaskus = porn menjadi sesuatu yang berbeda. Dan mereka berhasil, dengan luar biasa.
Obrolan akhirnya nyangkut ke dream dari @ksetyadi (yap, dia nggak pulang dan masih ikut ngobrol karena menarik banget pembicaraannya) tentang membuat Indonesia menjadi sillicon valleynya asia. Danny akhirnya bercerita tentang mimpinya membangun sebuah lokasi semacam RnD lab khusus untuk startup.
RnD lab ini berfokus untuk menciptakan dan membuat inovasi dalam hal produk. Dan tim dari Danny yang akan mencoba menghubungkannya dengan bisnis dan menjadikannya valuable secara materi.
Danny juga sharing tentang kerjasamanya dengan DailySocial dan Navinot untuk akan segera mengadakan startup award. Yap! a great news for you guys in the startup industry (including one of our division).S angat-sangat menyenangkan ngobrol dengan Danny. Terutama mengetahui kepeduliannya yang begitu besar pada startup Indonesia.
Setelah obrolan ini selesai, banyak diantara kami yang langsung meninggalkan MarkPlus. Saya? masih neruskan ngobrol dengan @mahadaya. Just the usual business and stuff.
So, itulah report dari Marketeer’s Power Lunch di bulan Pebruari ini. Not really a review i would say, since kebanyakan insight dan hal menarik justru saya dapatkan after event. Tapi memang seperti itulah seharusnya sebuah event yang bagus.
Btw, Check out Ollie’s photo from yesterday to get a feel of the event.
Ada yang punya masukan untuk Danny dan startup Indonesia? Atau untuk MarkPlus dan mungkin Marketeers? tuliskan dan komentar di sini
Arham Blogpreneur said on Tuesday, February 23, 2010, 20:56
UNtk marketeers sih masih seputar design terutama comment pop up nya ngak enak banget. selain itu fontnya bikin lelah mata.
oia, mnrt saya yang ngebuat mba leonita jadi beda adalah jarang seorang blogger wanita justru ngebahas personal branding
Brian Arfi said on Wednesday, February 24, 2010, 0:27
Sudah disampein langsung ke @villahadis mas Arham
dan tentang Leonita, i personally think that She is different.
Dalam hal penampilan utamanya. That what makes her get the chance to ’speak’. Kemudian untuk attitude juga bagus, itu yang bikin Leonita bisa ‘nancep’ dan dikenal.
Ato mungkin mbak Leonita bisa komentar langsung? masak kita yang analisis :p
edo said on Wednesday, February 24, 2010, 1:03
hello guys, malam2 masih sempat ngomongin gw dan leonita. :p , makasih masukannya arham, btw,kita lagi berbenah , integrasi the net, the mag dan the clubnya masih in progress. mohon masukannya terus yah..:) buat brian, sepertinya pengen nancep ke leonita nih?? hehehe
Brian Arfi said on Wednesday, February 24, 2010, 2:33
Walah… mas @villahadis ini nggak jelas
sayang sih, nggak kenal seblom pitch dari marketeers. dan kayaknya in house ya developmentnya?
masukannya sih, overcrowded. Banyak hal yang nggak perlu ikut tampil nongol dengan alasan “apalagi yang bisa ditampilkan?”. Padahal design yang bagus itu sebenarnya “apalagi yang bisa dikurangi, tanpa mengurangi penyampaian pesan?”
Anyway, komentar pengen nancep itu ntar dimarain mbak Leoni lho! Saya gak ikut2 ya, secara she is someone to respect because of her feats
ilmanakbar said on Saturday, February 27, 2010, 0:12
sayang sih lewat sini ga bisa manggil mbak nita langsung kaya di twitter, hahaha.. XD
btw blogger yg bikin review event yg sekarang kok dikit ya.. mbak ollie dan mas pitra nggak (mungkin belum) nulis reviewnya, yg kemarin padahal mereka tulis juga..
Brian Arfi said on Saturday, February 27, 2010, 10:02
iya nih @leonisecret memang lagi sibuk banget tuh kayaknya.
Klo yang lain, ya biasalah… kesibukan meningkat, jadi nggak sempet bikin review.
Kerjaan nulis gini kan khusus yang project lagi santai kayak kita-kita
Kristiono Setyadi said on Tuesday, March 2, 2010, 9:06
Go, Go, Go! Indonesia GO! Let’s make the bette future for Indonesia! From now on!
Dadan @ KuLacak.com said on Wednesday, March 3, 2010, 14:34
wah ketinggalan nih,..kapan lagi ya ada acara kayak begini?..salam
iambadung said on Thursday, March 4, 2010, 0:29
wah saya fans berat @leonisecret loh.. hehehehehe.
Brian Arfi said on Thursday, March 4, 2010, 13:46
wah fans @leonisecret kok bisa ngumpul disini gini ya?