5 Nov 2008 | Oleh : Brian Arfi Tags: budaya pencarian, google, media online, search engine
Kategori : DheZign
Salah satu materi yang dibawakan Pak Romi di posting saya yang lalu, adalah tentang berubahnya budaya pencarian generasi sekarang ini. Beliau memberi contoh, beberapa waktu yang lalu, temannya di lingkungan rumahnya sedang membutuhkan travel agent yang dekat dengan rumahnya (beliau bilang rumahnya agak minggir dari kota). Berhubung butuhnya mepet, teman beliau mencari travel lewat search engine di Internet, tapi nggak ketemu.
Kemudian teman pak Romi tersebut meminta bantuan pak Romi untuk mencarikan travel. Nah, masalahnya karena daerah yang ‘terpencil’ itu, beliau yakin tidak ada travel agent yang boro boro terlisting di search engine, punya website aja nggak kepikiran. Karena itu kemudian beliau memutuskan untuk menggunakan search engine yang lain, yaitu 108. hehehe… di 108 beliau mendapatkan belasan travel agent yang ada di daerah itu. Dan kemudian beliau menginformasikannya ke temannya.
Temannya yang kagum itu pun bertanya,”hebat banget kamu Rom, search enginenya apaan nih kok bisa ketemu segini banyak”. Sambil bercanda dan supaya terlihat search enginenya pak Romi menjawab, “108.com”
)
Nah, itu adalah salah satu contoh tentang budaya pencarian saat ini. Contoh lainnya, dari pak Romi juga, saat beliau minta tolong pada anaknya untuk dicarikan jadwal rapat RT, anaknya langsung searching di google. Pak Romi yang keheranan kemudian bilang pada anaknya bahwa yang ia maksud adalah lembaran kertas pemberitahuan dari RT.
Anaknya kemudian menimpali, “kan bapak yang bikinin milis untuk RT sini, nah ini ada jadwalnya”. Ternyata ada salah satu anggota RT yang posting jadwal rapat di milis RT tersebut.
Contoh kedua ini juga mengimplikasikan bahwa, kedepannya, budaya pencarian akan berubah drastis. Mulai dari searching di media media offline seperti majalah, 108, koran, dan lainnya, menjadi searching di internet. Dan seperti banyak dugaan para ahli, jago jago pencarianlah (google dan konco konconya) yang akhirnya akan ‘menguasai’ peluang ini.
Dan tentu saja, pencarian tidak akan berakhir hanya pada informasi, tapi juga komunitas, produk, kebutuhan sehari hari, kesehatan, makanan, sampai pada kupon belanja dan diskon diskon.
Pertanyaan besarnya adalah, apakah kita akan diam dan menunggu kompetitor dan dunia mendahului kita dalam media pencarian yang baru ini, ataukah kita akan mengambil inisiatif untuk tampil dan terus menerus memperkuat brand image kita di media ini?
sutatosa said on Thursday, November 6, 2008, 20:37
mending bisnis turunannya aja deh,... long tail nya,... yg kagok kalo dikerjain oleh pemodal buesarrr, tapi cukup menggiurkan juga jika dikerjain
AbuRamza said on Monday, November 17, 2008, 11:02
Persis seperti kata bapak. Bisnis 'turunan'nya pun banyak yang menggiurkan. Intinya bagaimana kita bisa memanfaatkan perubahan budaya ini menjadi keunggulan bisnis kita masing masing
Dhe Blog » Blog Archive » Media Online di 2009 said on Friday, January 2, 2009, 9:12