16 Feb 2010 | Oleh : Brian Arfi Tags: Bisnis, Dhe Tips, kegagalan, startup
Kategori : Entrepreneurship, Featured
Bukan cuma sekali dua kali saya ditanya tentang tips, dimintai saran, dan diminta motivasinya tentang bisnis.
Walaupun saya merasa bisnis saya juga masih dalam tahap pertumbuhan, dan masih belum merasakan kesuksesan yang melimpah, saya sering tetap mencoba untuk berbagi apa yang sudah pernah saya alami sebelumnya, berharap semoga apa yang saya ceritakan bisa membantu.
Nggak jauh tentang ini, barusan ada teman lama yang tiba-tiba nge-YM. Kebetulan, ini adalah hari dimana YM saya sempat menyala. Dimana hari hari lain YM ini tidak akan pernah aktif karena saya lebih aktif di twitter
Anyway, teman ini bercerita bahwa ia sudah sejak lama ingin memulai berbisnis. Dan memang sekitar tahun lalu, beliau ini pernah repot-repot main ke tempat saya di Jakarta (bawa oleh-oleh pula).
Kemudian saat itu dia cerita sambil sharing tentang bisnis yang ingin ia bangun. Dan saat itu pertama kali suaminya dikenalkan pada saya.
Kembali ke sore tadi. Di YM dia sharing mengenai ketakutannya memulai bisnis. Saya nanya, kenapa takut? Dia bilang, cuman takut aja, mungkin karena takut mulai.
Nah, karena saya makin gak paham, saya tanya lebih jauh. Sebab takutnya itu kenapa, karena dia sudah lakukan langkah persiapan, eh, pas mau marketing kok stop karena takut.
Dia tetap tidak bergeming, dan semakin bingunglah saya kenapa bisa takut. Karena bingung, akhirnya saya langsung kasih solusi. Solusi jitu yang paling tepat untuk semua orang yang takut untuk memulai bisnis.
Saya tanya satu kali lagi apa dia benar benar mau mendengar saran saya. Karena saking ampuhnya, saran saya ini sering membuat orang stress.
Dia bilang, ya.
Maka saya tulis besar besar make bold:
Yap. Itulah tips cara jitu saya untuk mengatasi ketakutan memulai bisnis yang saya ceritakan pada teman saya ini. Tentu saja, dia langsung stress (sepertinya) karena YMnya bertuliskan “argh T_T”
Kemudian dia nanya lagi, ada nggak sesuatu yang bisa membangkitkan semangatnya dia.
Dan jawaban saya, “kembalikan ke tujuannya, ngapain bisnis?”
Dijawabnya, “untuk menggapai impian”. Halah… abstrak banget, saya nggak bisa berkutik karena jawabannya juga nggak jelas sih. Makanya trus saya nanya lebih jelas, apa impiannya.
Dibilangnya, “banyak” DIENGG….. >.<
Kemudian dia mengalihkan arah pembicaraan ke pertanyaannya selanjutnya. Do’i bertanya apakah PernikMuslim dan DheZign pernah gagal atau nggak. Saya langsung menahan tawa sebisanya karena perut serasa mau keluar semua gara gara kaget
Saya langsung bilang, apa dia nggak pernah ngelihat liputan saya dan bisnis saya di media? Dan langsung saya lanjutkan dengan penjelasan bahwa saya sering sekali gagal.
9 kali berbisnis, semuanya gagal total. Belum ngitung pengalaman dagang, yang juga gak begitu menghasilkan. Ditambah lagi dalam bisnis yang sekarang, sering kesandung juga. Ditolak supplier, dimaki orang, dianggap remeh, dihina, bingung gak bisa gaji karyawan. Semuanya sering dan jadi makanan sehari-hari.
Langsung kagetlah dia. Pikir saya dalam hati, lah masak dia nggak tau kalo memang seperti inilah resiko berbisnis. Dan kemudian saya menerawang ke masa-masa awal dulu di’cuci otak’ di entrepreneur university oleh pak Purdi Chandra… ternyata sama.
Memang biasanya pemula dalam berbisnis sering menbayangkan yang indah indah saja. Takut juga gagal, tapi nggak ngerti kalau konsekwensi berbisnis adalah seperti yang sudah saya ceritakan diatas.
Dia melanjutkan pertanyaan dengan,apa yang membuat saya nggak putus asa, dan langsung direvisi pertanyaannya jadi, apakah saya pernah putus asa?
Lanjut tulis ke dia, bahwa saya sering sekali putus asa, desperate istilah kerennya, sedih, stress, bahkan pingin mati, itu sering saya alami. Kalau nggak karena istri dan anak mungkin saya sudah lama nggak hidup, hehe… Mungkin itulah jalan yang ditunjukkan Allah pada saya, menikah muda karena memang saya butuh dari sisi emosional juga (selain dari faktor jasmani).
Nggak usah wirausaha, putus asa, sedih, stress, bahkan pingin mati juga pasti dialami oleh orang orang biasa. Cuma, biasanya entrepreneur itu mengalami hal-hal itu lebih sering
Makanya, yang sering saya katakan, wirausaha itu bukan untuk semua orang. Nggak salah kalau ada yang bilang semua orang itu bisa sukses berwirausaha. Permasalahannya bukan pada bisa atau nggak. Kenyataannya, nggak semua orang mau membayar harganya.
Ibaratnya naik pesawat. Semua orang tentu saja bisa naik pesawat. Tapi apakah semua orang mau naik pesawat? belum tentu. Ada yang takut, ada yang nggak mau bayar harganya, ada yang males. Macem-macem.
Nah itulah kenyataan dunia.
Wirausaha atau jadi entrepreneur itu juga sama. Semua orang bisa, tapi seringkali nggak mau bayar harganya. Jadi nggak semua orang akhirnya menjadi sukses dengan wirausaha. Harga dari sukses wirausaha ya itu tadi, dirundung banyak sekali permasalahan serius. Yang seringkali kita nggak ngerti ada jalan keluarnya atau nggak.
Ibarat kita ditinggalkan disebuah ruangan gelap gulita, tanpa sedikitpun cahaya, dan kita disuruh untuk mencari jalan keluar. Dunia bisnis dan wirausaha itu persis seperti itu.
Semua orang tahu perumpamaan ini. Bahwa untuk menjadi indah, intan harus melewati proses panjang. Bagi tetesan air untuk menghancurkan batu, juga butuh proses dan waktu yang lama.
Sedihnya, jarang yang menangkap esensinya. Memang mereka banyak mengerti bahwa untuk menjadi sukses itu butuh pengorbanan, dan butuh waktu. Tapi, mengerti dan melaksanakan itu beda jauh. Melaksanakan sendiri itu tentu jauh lebih sulit.
Itulah wirausaha.
Jadi, kalau anda masih takut berwirausaha, takut gagal, ikuti saran dan solusi jitu dari saya di atas. Maka anda akan menghindari kegagalan dalam bisnis (yang sebenarnya adalah syarat mutlak untuk mencapai kesuksesan).
Apakah tulisan ini bermanfaat untuk anda? Punya pendapat lain? Silahkan berbagi disini
vyatri said on Wednesday, February 17, 2010, 9:52
jaja said on Wednesday, February 17, 2010, 15:57
Ferdias Ramadoni said on Friday, February 19, 2010, 5:49
mulai dari dipanggil kepala sekolah yang bilang "ini sekolah, bukan pasar" yang ternyata gara2 saya omset jualan di kantinnya (beliau punya dagangan di kantin) menurun drastis, dijegat preman sekolah yang pada saat itu hampir saja meludeskan modal jualan pensil yang sebetulnya gak seberapa banyaknya, hingga hampir2 membuat koperasi sekolah gulung tikar (lebay kalo ini) karena saya sempat mendominasi penjualan buku teks pelajaran di sekolah yang biasanya jadi bisnis kolusi guru dan pihak penerbit.
semuanya sudah saya rasakan dan sudah terbiasa dengan yang namanya gagal, tapi ya itu.. karena prinsip saya "kalo gak bikin lu mati, berarti harus bikin lu lebih kuat", dan sampai sekarang masih diberikan nafas oleh Sang Pencipta, jadi harusnya saya sudah lebih kuat daripada saya jualan dulu di bangku sekolah... dan itu artinya gagal bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti bahkan dicari untuk bisa naik ke level yg lebih tinggi, karena gagal itu seperti menu wajib bagi pengusaha, cuman yang perlu dipikirkan adalah bagaimana sikap dan strategi kita untuk bisa kembali bangkit menjadi pengusaha yang lebih kuat mentalnya dan jelas makin banyak ilmunya.... (fiuhhh, selesai juga ni komen, gak bisa nahan buat share untuk bahasan yang satu ini,,,=P)
echo said on Friday, February 19, 2010, 10:08
imam said on Friday, February 19, 2010, 13:28
imam said on Friday, February 19, 2010, 20:27
firda said on Sunday, February 21, 2010, 10:53
sy merasa senang baca ini.waktu sma menjual alat kebersihan badan seperti sabun dll.saya ragu awalnya,lantas sya bisik2 ketetangga.teman mengedarkan dan barang itu bisa dikeahui teman sekelas.
samapai tamat.
afra said on Monday, February 22, 2010, 18:01
Brian Arfi said on Monday, February 22, 2010, 18:39
Buat yang lainnya, saya senang kalo posting ini bisa menginspirasi.
Buat Afra, bilang ke temennya itu ya, klo sudah ada keputusan segera kasih tau aku ;)
kamal said on Monday, February 22, 2010, 19:04
Selama ini saya sering banget denger ato baca ttg kiat2 sukses baik itu dari para tokoh entrepreneur Indonesia, dari blog2 (termasuk blog mas brian ini), dari buku, quotes2 di twitter dsb. Semuanya gak jauh beda. Ngarah2nya ke kerja keras, cerdas dan ikhlas. 3 Kiat itu bisa dibilang emang rangkuman dari segala macam kiat sukses yg beredar dimana2. Tapi apakah semua kunci itu bisa jadi jaminan kita akan sukses? sama sekali TIDAK!
gak pernah ada jaminan seseorang bisa sukses walopun dia udah kerja keras, cerdas dan ikhlas. Mas bill gates sendiri ngomong gitu di blognya dia. Saya banyak melihat orang yg sudah tua, selama hidupnya udah kerja keras, cerdas dan ikhlas tapi gak juga sukses. tapi mereka terus berusaha, keikhlasannya gak pernah pudar. tapi tetep aja gak sukses banyak rezekinya (harta duniawi). Yang bisa menjamin kita sukses ato enggak cuma Allah! biar kata kita udah kerja keras, cerdas dan ikhlas kayak apapun klo Allah gak ngasih sukses, ya tetep gak bakal sukses. Kesuksesan (duniawi) itu semua hak prerogatif Allah. Tapi satu hal yang udah pasti Allah kasih, yaitu yg terbaik buat kita. Bisa jadi itu kesuksesan, bisa jadi juga bukan.
Nah dengan pola pikir kek gini nih, seorang pengusaha gak akan pernah menyerah seumur hidupnya. Dia akan terus usaha, karena dia tahu, mo dia sukses apa enggak, pokoknya selama bisnis itu, segala usahanya udah dinilai sama yg diatas
gitu aja dulu... tunggu postingan lengkapnya di blog saya ;) (yg sedang jarang di-apdet gara2 keasyikan bisnis. hehe :p )
~nb: ini kotak komentarnya koq kecil bner mas
Brian Arfi said on Monday, February 22, 2010, 19:45
Maturnuwun sudah sharing disini. Kalo memang punya passion nulis, sekalian aja nulis di http://j.mp/Dott daripada 'tercecer'.
Oke mas!
Widya Wicaksana said on Wednesday, February 24, 2010, 11:23
Jadi enterpreneur lebih banyak capeknya daripada jadi karyawan.
Tapi insya allah lebih banyak berkahnya. Bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.
Jadi hanya orang-orang terpilih yang mau dan bisa jadi wirausahawan ('sombong' mode on :P)
http://JawaraShop.com
echo said on Wednesday, February 24, 2010, 13:18
afra said on Wednesday, February 24, 2010, 21:42
afra said on Wednesday, February 24, 2010, 21:51
afra said on Wednesday, February 24, 2010, 21:55
ari said on Thursday, February 25, 2010, 1:33
fachry said on Thursday, February 25, 2010, 14:32
Dadan @ KuLacak.com said on Thursday, March 4, 2010, 14:59
kamal said on Thursday, March 25, 2010, 9:43
Pilihan pertama: aku maju kemungkinan bisa sukses,kalau aku gagal aku miskin toh aku juga belum pernah kaya,
Pilihan kedua: aku mundur dan sudah pasti aku gagal
cipstuff said on Wednesday, April 7, 2010, 16:50
yusuf said on Saturday, May 15, 2010, 9:19
danang rahadi said on Saturday, May 15, 2010, 15:46
Brian Arfi said on Saturday, May 15, 2010, 15:53
aditya said on Saturday, May 15, 2010, 16:44
Hehe.. kalo belum berani ikut usaha (bagi yang belum berusaha) ikut festivalwirausaha.com dari tda bekasi aja, hehe.. numpang promo ya mas..
btw, kita pernah ketemu di wordcamp2010.. (kayanya saya aja yg inget.. :D)
pretiprasanthi said on Saturday, May 15, 2010, 18:03
Brian Arfi said on Saturday, May 15, 2010, 19:41
Kalo soal ingat gak ingat, lha habis kenalan 2 menit aja saya biasa lupa nama... >.< susah memang jadi orang pelupa. maapkan saya :D
Brian Arfi said on Saturday, May 15, 2010, 19:42
Btw, saya main ke websitenya, tuh keyword di title banyak amat bu? nggak takut dikira spamming sama google?
idris said on Sunday, May 30, 2010, 23:25
Brian Arfi said on Monday, May 31, 2010, 18:13
Misalnya, cari bisnis yang tidak terlalu sensitif pada modal. Dan kumpulkan modal dari sana.
Semua pengusaha juga kesulitan modal, tapi mungkin cuma anda yang nggak maju karena nggak ada modal, bukan begitu? :)
iwan kurniawan said on Wednesday, September 22, 2010, 14:50
Brian Arfi said on Thursday, September 23, 2010, 3:50
Terima kasih banyak pak.
adhi abu ahmad said on Wednesday, October 6, 2010, 19:47
Brian Arfi said on Saturday, October 9, 2010, 6:47
Dan kartunnya juga dah di edit :) terima kasih dah diingatkan
yoyok said on Saturday, October 9, 2010, 9:08
Jadi menjaga berpikir dan berperilaku Positif dalam menjalani bisnis itu juga sangat penting.
semoga bermanfaat.
Brian Arfi said on Saturday, October 9, 2010, 9:58
Begitu sudut pandang saya pak Yoyok. Mungkin banyak pengusaha lain yang punya mindset berbeda, terutama yang sering seminar untuk mengubah paradigma. Itu adalah hak masing masing orang :) saya hanya share apa yang saya rasa, secara nyata, tanpa diplintir.
Matur nuwun dah mampir pak Yoyok
reza said on Friday, December 10, 2010, 11:32
klo gw baca dari atas, gw suka senyum-senyum sendiri..dilala gw juga mengalami seperti ini.
dulu cita-cita waktu kecil ingin jd dokter, insinyur dll. tetapi setelah kuliah malah ingin jadi "pedagang yang jujur".
terimakasih semuanya ^^