Email *

Telopon *

Your Message

Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi

Viral Gap membuat online branding tidak efektif? Reply for navinot

2 Feb 2010 | Oleh : Brian Arfi Tags: , ,
Kategori : Bisnis

bridge-gap

Jika anda pembaca setia Navinot, siang ini Ivan baru saja post berjudul Gaps in Indonesian Internet. Sementara post ini benar benar penuh insight dan melihat kondisi internet secara proporsional. Ada beberapa hal yang ingin saya utarakan mengenai post ini.

Generation Gap

Ivan menyebutkan bahwa ada gap generasi yang terjadi dalam pengguna internet Indonesia. Tentu saja kita semua tahu kebanyakan pengguna internet di Indonesia adalah anak muda. Dan kebanyakan orang berumur di atas 40 tahun belum punya ketergantungan yang tinggi terhadap internet.

Tapi kalau kita merasa internet adalah media yang kurang efektif, just because oldies memegang peranan penting dalam bisnis, saya kurang sependapat. Kenapa? karena walaupun mereka telat dan cenderung lambat mengadopsi, trendnya menunjukkan bahwa arahnya memang benar.

Saya pernah membaca sebuah research yang mengatakan bahwa pengguna facebook di US, yang meningkat justru generasi ‘tua’nya. Walaupun saya kurang ingat dimana saya membaca research itu.

Sama juga dengan UKM. Harus diakui memang kebanyakan UKM lebih senang pada hal-hal yang sifatnya DIY (Do It Yourself) dan tidak suka membayar orang lain. Tapi saya yakin saat entrepreneurship semakin meluas di Indonesia, mereka juga akan meningkat ilmunya. Dan mulai mencari bantuan profesional untuk urusan Internet ini.

Economy Gap

Kalau yang ini, saya sepakat 100% :)

Viral Gap

Nah, yang ini, penting sekali untuk dibahas.

Ivan menjelaskan bahwa karena pengguna internet tidak merata, dan tidak ‘rapat’, online branding  dan marketing juga tidak begitu efektif. Paling tidak dibandingkan dengan singapore (anda harus membaca artikel aslinya karena sayang untuk dilewatkan).

Saya hanya kurang sepakat karena, walaupun ‘density’nya kurang, bukan berarti online branding dan marketing kurang efektif di dunia maya. Karena kita semua tahu bahwa tidak semua benda bisa di’brand’ atau dipasarkan secara online (paling tidak untuk saat ini).

Tapi, ada beberapa hal yang justru sangat efektif jika dipasarkan melalui media online.

Karena mungkin secara geografis densitynya kurang. Tapi jika dilihat dari behaviour, dan kelompok yang ada, biasanya justru ‘density’nya tinggi skali.

Misalnya, coba tanya pada mereka yang biasa ‘nangkring’ di wetiga (Jl Langsat no. 3) di malam hari. Kebanyakan sudah dekat sekali dengan dunia online. Coba juga tanya pada mereka para gamers. Atau pada technology freak.

Selain itu, mereka terekspos sebegitu seringya di dunia online. Pada social media utamanya.

Kesimpulannya

Selama targeting bisa dilakukan dengan bagus, dan kemudian strategi dan eksekusi campaign juga maksimal, bukan berarti online marketing/online branding tidak efektif.

Terutama karena media konvensional sekarang sedang ‘cinta mati’ dengan social media :)

Bagaimana menurut anda?

satu komentar di “Viral Gap membuat online branding tidak efektif? Reply for navinot”

  1. imam said on Friday, February 5, 2010, 11:16

    Kebanyakan orang Indonesia gampang latah. Sekarang, orang-orang sedang latah ber-Facebook. Yang dulu enggan ke warnet buat cari informasi, ber-email, sekarang nyempet-nyempetin ke warnet buat buka Facebook. Atau, beli hape Query biar bisa buka Facebook.
    Bagi saya, tak apa. Ada bagusnya karena dengan itu, mereka semakin familiar dengan internet.

    Nah, tugas selanjutnya adalah menciptakan hal-hal baru yang bisa bikin latah di dunia internet, agar mereka semakin intim dengan internet.

Tinggalkan Komentar

Calendar

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031