3 Jan 2010 | Oleh : Brian Arfi Tags: judi, Teknologi, telekomunikasi, XL
Kategori : Bisnis, Teknologi
Sama dengan dunia pencak silat, dalam dunia bisnis, ada banyak sekali aliran. Ada mereka yang punya jurus secepat kilat, mampu sukses dalam waktu 1 tahun saja sejak kemunculannya. Lalu pelan pelan meredup. Ada juga yang butuh lebih dari 10 tahun untuk muncul ke permukaan, dan kemudian bertahan sampai beberapa generasi.
Dan sama juga dengan dunia bela diri itu, saat ini saya, dan kebanyakan rekan saya juga masih terus belajar pada guru-guru ’sakti’ mandraguna yang sudah sangat menguasai jurus-jurus di aliran yang diseriusinya.
Sebagai gambaran singkat, siapa bilang manajemen perusahaan model kolonialis dan tangan besi tidak bisa sukses? Lihat Apple. Dan tentu saja, perusahaan yang menerapkan gaya kekeluargaan dan kenyamanan juga banyak yang sukses.
Dengan contoh di atas, saya ingin memberikan sedikit gambaran bahwa aliran apapun yang anda ambil dalam bisnis, anda tetap bisa jadi master dan sakti mandraguna. Selama anda fokus. Tentu saja, selama fase belajar (dan kita memang harus terus belajar) kita dapat mempelajari banyak jurus dari banyak aliran. Untuk kemudian menentukan mana yang akan kita tekuni.
Nah, menginjak ke inti tulisan, saya ingin mengajak anda untuk melihat business model dan citra yang ingin dibawakan oleh banyak perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia.
Kita sudah melihat IM3 yang meyasar segmen anak muda dengan promo murahnya tarif akses internet. Kita juga sudah melihat telkomsel yang jarang beriklan, punya tarif yang mahal, tapi memang dipersepsikan lebih reliable oleh masyarakat dibanding provider lainnya.
Ada juga Axis, yang berusaha tampil jujur, tidak menipu, dan terbuka. Kemudian 3, yang nggak jelas kemana arahnya. Dan akhirnya ada XL, yang paling sering beriklan, sering dipersepsikan ‘menjebak’, dan punya turn over rate chip kartu perdana yang sangat tinggi (karena banyak yang lebih suka beli perdana daripada beli pulsa).
Tentu saja ada beberapa provider lainnya, tapi saya nggak akan singgung di sini kali ini.
Fokus bahasan tentu saja ke XL, yang siang ini, saya melihat iklannya. Garis besar iklannya adalah demikian:
Sudah tahu kalo XL bagi-bagi Rp100 juta setiap hari? Kalo belum, buruan gabung! Ketik nama, kirim ke 123, maka anda berkesempatan mendapatkan Rp100 juta yang diundi setiap harinya.
Dan dibawahnya ada tulisan kecil (yang cepat sekali hilang): Tarif Rp 1000/sms
Anda pasti ingat dengan postingan saya mengenai ‘lelang’ tipuan yang sebenarnya adalah praktek judi yang marak sekali waktu itu (dan sampai sekarang). Mungkin anda ingin membacanya sedikit sebelum melanjutkan membaca tulisan saya ini.
Hanya ada satu kata yang melintasi pikiran saya sewaktu melihat iklan XL… JUDI.
Jika anda tidak setuju, silahkan jelaskan pada saya bedanya antara model promo yang dilakukan XL di atas dengan togel atau dengan lotere.
Mereka sama sama mengeluarkan uang untuk ‘membeli’ tiket/kupon undian. Dan kemudian berharap bisa menang. Hanya saja, ini dilakukan dengan teknologi yang canggih. Sehingga tidak mengesankan bahwa ini adalah praktek judi. Walaupun pada dasarnya ini adalah sebuah praktek judi yang nyata.
Seperti yang saya jelaskan di posting saya tentang judi berkedok lelang, ciri khas utama yang membedakan judi dengan praktek jual beli yang halal adalah disaat orang itu membayarkan sesuatu untuk ‘membeli’ kesempatan dalam mendapatkan sesuatu.
Di praktek judi berkedok lelang, mereka membeli token/koin untuk dapat me’nawar’ barang dengan harga murah dan punya kesempatan menang, kalau kalah, hilang uang mereka. Di praktek togel mereka membeli kupon undian dan kemudian menunggu apakah nomor mereka keluar sebagai pemenang atau tidak.
Di praktek SMS undian yang telah di haramkan oleh MUI (dan oleh banyak ulama jauh sebelum MUI bertindak) juga sama. Mereka membeli kupon-kupon undian itu dengan pulsa mereka. Dan kemudian berharap menang. Apa bedanya dengan praktek yang dilakukan XL saat ini?
Ingat, nggak semua model undian seperti ini adalah judi. Karena yang dimaksud judi adalah apabila niatan seseorang untuk membeli sebuah barang/kupon/undian tersebut adalah hanya demi untuk mendapatkan hadiah/menang. Artinya apabila anda membeli sabun, terus kemudian tiba tiba menang undian, ya itu halal, karena tujuan anda adalah membeli sabun, bukan memenangkan undian.
Saya seorang muslim, dan itulah judi yang dijelaskan oleh agama saya. Bagi anda yang bukan muslim, saya kurang tahu seperti apa aturannya. Yang pasti, banyak teman-teman istri saya yang bukan muslim, merasa marah dant tertipu karena sudah habis-habisan di model judi berkedok lelang.
Saya adalah seseorang yang percaya bahwa perdagangan atau bisnis itu harus didasari dengan prinsip rela dan ikhlas. Baik saat membeli, ataupun setelah membeli. Artinya, sebagai pedagang kita harus menjelaskan keadaan barang itu apa adanya. Bukan menutupi kerusakan dan kejelekannya. Seperti yang telah diajarkan dan dipraktekkan oleh Rosulullah Muhammad.
Dan saya rasa, tidak ada agama yang suka melihat perdagangan dilakukan atas dasar keikhlasan satu pihak saja.
Adanya penyesalan di sisi pembeli setelah membeli barang bukanlah sebuah hal yang terdengar nyaman bagi saya. Oke anda boleh bilang saya idealis, tapi inilah cara saya berbisnis
Sayangnya, saya yakin promo XL ini akan luar biasa berhasil, jika tidak ada pihak yang mencegah dan mencekalnya. Saya tidak tahu aturan apa yang bisa digunakan, saya hanya menganalisisnya dari pandangan seorang pebisnis teknologi.
Kenapa? Karena masyarakat Indonesia memang suka sekali dengan hal-hal yang berbau instant, cepat kaya, kaya tanpa kerja, duduk diam dapet duit, sistem mesin uang otomatis, e-book rahasia kaya lewat internet, mendapatkan 5000 USD per hari dalam seminggu, dan seterusnya.
Melihat lebih jauh lagi, jumlah pelanggan XL saat ini mendekati 25 juta pelanggan. Dengan asumsi 10% saja dari pengguna XL yang ikut program judi XL, maka akan ada 2,5 juta orang yang secara tidak sadar mengirimkan Rp1000/per hari untuk ikut dalam sebuah program judi.
Jumlah yang akan didapatkan oleh XL adalah 2,5 juta dikalikan Rp1000 yang totalnya adalah Rp2,5 milyar/hari! Dan XL dengan ‘baik hati’ memberikan Rp100 juta pada satu saja orang yang beruntung. Sisanya? Rp2,4 milyar? Tentu saja menjadi profit dan keuntungan buat XL.
Asik? Memang. Dari dulu yang namanya perjudian, bandar (XL) memang paling sering diuntungkan.
Jumlah di atas itu iya kalau cuman 10% yang ikutan, lha kalao 80%??? ada Rp20 M tiap hari! Bayangkan sendiri kekacauan yang ditimbulkan. Mungkin bukan uang yang besar dari skala makro, tapi coba lihat kalau uang sebanyak itu hilang dari peredaran mereka masyarakat kecil.
Correct me if i’m wrong, tapi sepengetahuan saya kebanyakan pengguna XL adalah mereka rakyat kecil yang pendidikannya rata-rata lebih rendah daripada golongan lainnya.
Seharusnya, berfokuslah pada penggunaan layanan yang memberikan benefit dan real value pada pelanggan. Alih-alih sebuah program yang menyedot pulsa secara tidak terasa dan membuat model ‘undian berhadiah’. Saya percaya XL seharusnya lebih cerdas dari pada apa yang mereka lakukan saat ini.
Punya rasa penyesalan dan kesedihan yang sama dengan saya tentang praktek XL ini? Silahkan berbagi di sini.
Picture is courtesy of ANTARA
jbuzz547 said on Sunday, January 3, 2010, 20:31
wahyudi said on Monday, January 4, 2010, 15:55
Brian Arfi said on Monday, January 4, 2010, 18:00
zul said on Monday, January 4, 2010, 18:28
imammtq said on Monday, January 4, 2010, 19:05
masyarakat sangat sangat perlu diberikan pencerahan tentang praktik-praktik seperti kasus tersebut. mestinya.. ada dewan khusus (entah dari pemerintah maupun swasta) yang kalaupun tidak bisa menghentikan praktik-praktik seperti itu.. paling tidak bisa memberikan iklan (kampanye) tandingan, yang isinya: memberi penjelasan kepada masyarakat luas seluk beluk praktik tersebut.
jadi.. nantinya.. masyarakat bisa membandingkan. mana yang benar-benar menguntungkan, mana yang merugikan.
echo said on Tuesday, January 5, 2010, 9:20
Ira said on Tuesday, January 5, 2010, 14:55
"Selamat! Anda adlh 2 dari 13 org terpilih dpt 1 kali kesempatan dgn Rp550! utk dptkan Yamaha Mio, Blackberry,Nokia,Laptop.Tekan*268# OK/call.s/d 3Jan10 16:00 WIB"
Judi juga bukan ? Bedanya hadiah dlm btk barang, bukan uang.
Pengirimnya betul2 asli Telkomsel, bukan yg tipuan. Dan SMS2 seperti ini cukup sering dikirimkan...
bay said on Tuesday, January 5, 2010, 17:04
Brian Arfi said on Wednesday, January 6, 2010, 0:51
Cuma memang XL yang sampai berani campaign dan iklan ATL gila2an seperti ini. (sampai sekarang at least :p)
Sekolah Internet said on Thursday, January 7, 2010, 20:01
Sekali judi tetap judi
syamsul said on Monday, January 11, 2010, 14:41
ikiu said on Monday, January 25, 2010, 2:08
terlepas dr soal postingan Brian basi atau ngga, fatwa MUI juga udah jelas basi...persoalannya, judi di negara kita ilegal, yg mestinya bertindak adalah pemerintah bukan lembaga agama. Pemerintah mestinya memperketat pengawasan terhadap regulasi yg mengatur mengenai hal ini. Ngga perlu orang super jenius buat ngedapetin logika kalo promo2 yg diusung oleh semua operator telepon seluler banyak yg menyesatkan, penuh manipulasi dan berbau judi. Dan soal MUI, gw ga pernah percaya yg sama yg namanya keyakinan bisa dilembagakan. After all, negara kita udah kadung bobrok, seluruh dunia pun begitu. Percaya deeh, ga usah terlalu optimis kita bisa ngerubah dunia, alam semesta punya mekanisme tersendiri untuk melakukan hal itu. Berikan yg terbaik selama kita hidup, itu aja. Sisanya, biar Sang Maha Pencipta yg menentukan. Sampai jumpa di kehidupan yg lain. Wallahualam. :)
a4n said on Tuesday, January 26, 2010, 10:33
adi said on Friday, March 5, 2010, 21:08
Gunawan said on Monday, March 8, 2010, 14:28
Ingin menyampaikan KEKECEWAAN Pelayanan XL yang selalu MENUNDA dan MENUNDA tanpa ada SOLUSI, PENGECUT yg tidak bisa pegang perkataan Kronologi:
Saya berlangganan BB ONE BULANAN. Pada 6 MARET'10 pk. 6:20 AM telah dipotong pulsa 150.000 utk biaya service BB sebulan.
Sampai sekarang saya muat di sini, tgl 8 MARET'10 pk. 2:20 PM masih belum bisa.
Padahal sudah saya komplain 6X via 817 dan 5X via Email.
Jawaban selalu sama:
Dibuatkan LAPORAN, LAPORAN dan LAPORAN.
Bukan masalah 150rb nya. Saya pake BB utk bisnis.
Apakah itu Seharga 150rb?? JAUH di atas itu.
APakah XL mau bertanggung jawab?
IMPOSSIBLE!!
Masalah kecil gini aja nggk teratasi apalagi yg lain.
SAya sudah telpon terakhir kali untuk merelakan 150rb saya dan agar diRESET kembali dari awal. Dan saya bisa daftar lagi manual BB ONE secara manual.
Cust Serv, meng-IYA-KAN, tunggu saja sms, PAK>
Sampai sekarang masih belum ada konfirmasi.
Dan belum bisa AKTIF!
Apakah pantas XL disebut sebagai salah satu PROVIDER di INDONESIA??
I DON'T THINK SO
Aris said on Sunday, March 14, 2010, 14:54
Padahal saya tidak pernah request apapun. Itu gratis cuma 7 hari, seterusnya kan bayar?? Jadilah saya pergi ke XL Center dan kemudian diberi instruksi untuk berhenti langganan RBT. Cukup kirim sms UNSUB ke 1818. TAPI.... Nah ini dia bagian liciknya... Untuk unsub, pulsa saya terpotong (Rp 350) + (10% dari Rp 350) = (350)+(35) = Rp 385!!! Jumlah yang tidak ada artinya, tapi ini kan sama saja perampokan pulsa oleh XL sendiri? Apakah praktek ini legal? Tidak dilarang oleh hukum di Indonesia? Saya cuma rugi Rp 385, tapi bayangkan berapa jumlah pelanggan XL yang sudah dirampok dengan cara seperti ini... Kalikan saja, sudah berapa milyar terkumpul...
protes said on Saturday, April 24, 2010, 4:46
Ind Dra said on Thursday, May 20, 2010, 22:11