-
26
Dec 2009Stop membuat business plan jika anda ingin sukses!
Oleh : Brian Arfi
Kategori : Indonesia Startup
Tags: business plan, Entrepreneurship, startup, ventrure capitalAgak kontroversial memang judulnya. Apalagi karena di blog ini juga dibahas tentang bagaimana cara membuat business plan. Tapi fakta dan kenyataan memang nggak bisa diingkari. Banyak pebisnis baru aliran street smart biasanya diajarkan untuk tidak membuat business plan, tidak berpikir panjang dalam memulai bisnis, dan langsung action!
Sementara ada ‘aliran’ lain yang mewajibkan dan mengharuskan anda untuk memiliki business plan dalam memulai bisnis. Sebagai panduan dan arahan. Paling tidak, biasanya mereka yang sudah memulai bisnis mereka karena belajar dari aliran pertama tadi, kemudian juga memahami pentingnya business plan dan akhirnya membuat business plan.
Saya nggak akan membahas mana yang benar dan mana yang salah. Karena saya tidak peduli yang mana yang benar selama apa yang anda lakukan terbukti berhasil dan menghasilkan. Melainkan di posting ini saya akan membawakan sebuah studi kasus nyata yang benar benar terjadi, dan bisa juga terjadi pada anda.
Study case ini saya dapatkan dari membaca blog wallstreet journal. Berita yang saya baca melaporkan bahwa musim panas yang lalu, HubSpot Inc menerima penawaran dari beberapa venture capital yang ingin berinvestasi di startup di bidang marketing software.
Yang menarik, ternyata HubSpot tidak sedang mencari dana pada saat itu karena mereka masih memiliki sisa 5 juta USD sisa dari total 12 juta USD yang berhasil mereka kumpulkan pada Mei 2008.
Tentu saja akhirnya HubSpot memutuskan untuk mengambil tawaran venture capital pada oktober tahun ini dan mendapatkan 16 juta USD mumpung dananya ada dan tersedia.
Itu adalah ronde ketiga dari perjalanan pengumpulan dana oleh HubSpot. Mereka berhasil mengumpulkan dana lebih dari 30 juta USD hanya dalam 2 tahun saja. Dan yang menarik, semuanya dilakukan tanpa menggunakan business plan resmi.
Menarik sekali, karena ternyata saat ditanya mengenai hal ini, Brian Halligan, Chief Executive dan Founder, mengatakan ternyata para pemodal venture tersebut tidak ada yang benar-benar menanyakan dan meminta business plan.
Ia percaya adalah sebuah tindakan yang sia-sia jika seorang entrepreneur membuat sebuah business plan. Halligan tahu banyak tentang bagaimana cara mengumpulkan modal/dana, karena sebelumnya ia memang terlibat pada salah satu perusahaan venture capital di Longworth Ventures sebelum menjabat posisinya saat ini.“Saat saya menjadi pemodal ventura yang berinvestasi pada perusahaan-perusahaan, saya pada kenyataannya tidak pernah membaca business plan, jadi jangan membuang waktu anda membuat business plan.” katanya.
Halligan dan timnya memang membuat sebuah business plan pada saat awal berdirinya HubSpot. Tapi ternyata butuh waktu yang lebih banyak untuk mengupdate dan menuliskan business plan itu dibandingkan untuk membangun HubSpot secara nyata. Dan akhirnya mereka berkata,”Lupakan business plan”
Sebagai gantinya, Halligan berkata bahwa ada 3 dokumen penting yang harus disiapkan saat sebuah bisnis/startup mulai perjalanan pengumpulan modal/dana.
1. Sebuah presentasi PowerPoint.
“Sepuluh halaman panjangnya. Cukup itu” Kata Halligan. Ia menyarankan untuk belajar dari Steve Jobs dalam membangun sebuah slide presentasi. Artikel mengenai ini juga sudah dituliskan oleh Pak Nukman secara cerdas dalam blognya.
2. Executive summary satu halaman.
Karena kalau lima halaman nggak akan ada yang mau membacanya. Buat simpel, satu halaman, seperti sebuah resume. Kata Halligan.
3. Income statement ‘fiktif’.
Ini yang penting. Karena ternyata investor ingin anda membangun income statement fiktif ini untuk diserahkan kepada mereka. Dan kemudian mereka akan membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai asumsi-asumsi yang anda buat di income statement fiktif ini. Jika ada orang yang bertanya tentang kefiktifan income statement ini, maka anda akan tahu bahwa anda berbicara pada investor yang salah, karena investor sejati tidak akan menanyakan tentang fiktifnya melainkan asumsinya, kata Halligan.
Navinot juga sudah menuliskan tentang hal ini mengenai perlu tidaknya business plan. Sebuah suplemen menarik bisa anda pelajari di sana mengenai business plan.
Saya sendiri hanya mempergunakan business plan yang ada sebagai acuan. Dan nyatanya sekarang yang kami tempuh sudah sangat banyak berubah sehingga merevisi business plan itu akan memakan sangat banyak waktu. Dan tentu saja, saya lebih suka mendedikasikan waktu saya untuk menghasilkan sesuatu untuk client saya, dibandingkan merevisi business plan.
Parahnya, kebanyakan lomba bisnis dan entrepreneuship di Indonesia di awali dan selalu berhubungan dengan business plan. Dan business plan lah yang menjadi kriteria utama penilaian. Padahal, menurut saya pribadi, mereka yang menyusun sebuah business plan belum tentu bisa beradaptasi secara nyata dalam iklim bisnis yang selalu berubah ini.
Dan kemampuan beradaptasi serta menyesuaikan diri dalam sebuah bisnis adalah sebuah aset terpenting setelah ke’tahan banting’an yang mampu dimiliki oleh seorang entrepreneur.
Kenyataannya, banyak saya lihat adik kelas saya di ITS yang sering memenangkan lomba business plan, namun tidak ada satupun bisnis yang ia bangun dan seriusi sampai saat ini. Keahliannya adalah pada menyusun business plan sementara tidak pada menjalankan bisnis.
Jelaslah bahwa kehebatan dalam membuat business plan tidak berhubungan dengan kemampuan entrepreneurship seseorang.
Video tentang pidato Halligan di Puerto Rico Venture Forum bisa anda lihat dibawah ini
Setelah membaca ini, apakah anda masih ingin membuat business plan resmi? Ataukah anda tidak pernah membuat business plan? Silahkan berbagi di sini.
image is courtesy of startupprofessionals.com & mountpleasantiowa.org
18 komentar di " Stop membuat business plan jika anda ingin sukses! "
Tinggalkan Komentar






uberVU - social comments said on Monday, December 28, 2009, 8:09
This post was mentioned on Twitter by dhezign: Stop membuat business plan jika anda ingin sukses!: Agak kontroversial memang judulnya. Apalagi karena di blog ini ... http://bit.ly/6QMBUX...
effe12 said on Monday, December 28, 2009, 14:45
jbuzz547 said on Tuesday, December 29, 2009, 9:00
Susah payah membuat business plan, ditambah lagi dengan keinginan kami yang semua serba sempurna padahal mood naik turun, akhirnya setelah sebulan nggak jadi-jadi, kami memutuskan untuk membuyarkan ide kami.
Nggak jadi bisnis deh. Hahaha. Artikel yang membuka luka lama.
hb2 said on Tuesday, December 29, 2009, 9:30
zulkarnain said on Tuesday, December 29, 2009, 13:45
ime said on Tuesday, December 29, 2009, 15:46
osh said on Tuesday, December 29, 2009, 16:52
asrul said on Wednesday, April 14, 2010, 23:31
Selamat juga buat Mas Fauzan menang di Wirausaha Muda Mandiri 2010.
Salam sukses mas dari asrul ITS.
aulia said on Sunday, June 6, 2010, 22:05
saya memulai sebuah bisnis bahkan pada awalnya acuh sekali dengan business plan..'
namun, alhamdulillah,bisnis sy meledak pesat karena sy mengabaikan hal2 yang tidak ingin saya pikirkan dan tetap fokus pada hal yang saya inginkan..
pada pertengahan usaha,saya merasa was-was dan minder karena sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai business plan karena latar belakang pendidikan saya adalah eksakta.
terima kasih artikelnya pak..membuat sy semakin PD dalam berbisnis..
SUKSES!!!
KERY KEMO said on Wednesday, June 16, 2010, 2:34
zenicahearth said on Monday, July 12, 2010, 9:20
Brian Arfi said on Monday, July 12, 2010, 17:36
Ray said on Monday, September 27, 2010, 9:44
bisa dilakukan dengan simple atau sangat simple, buka warung kecil atau dagang kolak untuk buka puasa di depan rumah misalnya.
bisa dilakukan dengan komprehensif, pembukaan Pabrik ethanol, membuka Tambang Batubara
Jadi tergantung keperluan dan risiko yang dihadapi. Bisa dibuat detail on paper atau hanya dalan pikiran kita saja. Intinya kita punya rencana atas tujuan kita bukannya tanpa rencana atau konsep sama sekali, tidak mungkin. Yang ada dipikiran kita tentang rencana mau dagang kolak, siapin meja, beli pisang dimana, masak pakai apa dll itulah plan kita.
Business Plan mmg hanya rencana pelaksanaannya bisa berbeda tergantung kemampuan kita merencanakan kalau kita ngga tahu apa-apa bikin rencana, gimana dong?
Pelaksana dengan pembuat rencana bisa satu orang, tapi ini adalah 2 hal yang berbeda. Keberhasilan sebuah bisnis adalah karena pelaksananya. Kemudahan (efisien, efektif dan keakuratan karena perencanaan dalam sebuah rencana bisnis/business plan yang bagus adalah karena pembuat rencana/plan nya.
Orang yang berhasil tanpa rencana adalah orang yang beruntung, orang yang berhasil sesuai rencana adalah profesional, orang yang gagal sekalipun sudah buat rencana itu orang yang tidak beruntung/tidak profesional atau rencana yang salah diikuti.
saya kira demikian ... terima kasih.
regards,
mivt said on Wednesday, September 29, 2010, 19:49
Brian Arfi said on Tuesday, October 5, 2010, 21:11
Tapi inget, di tahap bisnis tertentu bisnis plan juga perlu. Tapi pas memulai, lupakan aja :)
Lasidi said on Sunday, June 10, 2012, 10:41
Satu ketika aku action apa yg ada di depan mata, hasilnya tdk sesuai harapan krn tidak disusun kerangkanya ( tidak ada bisnis plannya ),..wal hasil jalan tapi tersendat2,..tapi akhirnya bisa diselesaiakn denga tidak bisa tidur nyenyak sebulan lebih .....kalo dilihat kasus ku ini,..ada baiknya bisnis plan kita untuk project jangka panjang,. sedangkan persiapannya harus dimulai dari yg kita bisa,..sehingga tidak terpengaruh dengan bisnis plan,..Segera action jauh lebih baik ketimbang harus menunggu bisnis plan yang sulit merealisasikan,...
salam sukses
Riza said on Friday, July 6, 2012, 20:45
Ide dulu, baru mikir...
jalan dulu, itung itungan belakangan...
sudah jalan, baru coba di buat...
gerak dulu, baru ditulis...
namanya juga business plan, rencana bisnis..
rencanakan apa yang dikerjakan (niat), kerjakan apa yang direncanakan (ikhtiar)...
yang pasti, tips ini sangat cocok untuk yang mau berbisnis...
polasukses said on Monday, September 3, 2012, 22:00
kalau sudah terjadi..... dan ... BISNIS KITA JALAN KITA JALAN JALAN..sukses buat semua