-
23
Dec 2009Online marketing menggunakan SEO,benarkah yang paling efektif?
Oleh : Brian Arfi
Kategori : Featured, SEO Tips
Tags: adwords, online marketing, SEM, SEO, social media, UKM
Faktanya, 85% pengunjung website berasal dari search engine
Itulah yang sering kita dengarkan dikatakan oleh banyak ‘ahli’ online marketing dan jago SEO. Saking seringnya kita mendengarnya, sampai-sampai semua orang yang mengatakan hal ini kita anggap sebagai jagoan dan memiliki kompetensi di bidang Online Marketing, utamanya SEO. Benarkah demikian?
Sebelum saya berkata banyak tentang fakta yang diungkapkan di atas, saya ingin mengajak anda semua untuk berpikir jernih.
Jika misalnya saya beritahu anda bahwa konversi dari marketing menggunakan penyebaran brosur/leaflet adalah kurang dari 2%, apakah anda serta merta percaya begitu saja? Ataukah anda akan mencoba sendiri metode itu?
Sebagaimana offline marketing, online marketing juga punya banyak tools/alat. Jika di offline marketing ada penyebaran brosur/leaflet, memasang banner, memasang iklan di majalah, iklan di radio, iklan di TV, ataupun buka lapak di pameran-pameran, begitu juga dengan online.
Online marketing juga punya banyak tools. Yang sayangnya, untuk anda yang baru masuk ke dunia online marketing, ‘racun’ bahwa SEO adalah satu-satunya tools/cara sudah berakar.
Bagaimana pengalaman saya dalam dunia SEO?
Saya mempraktekkan SEO sejak 2006 (dan belajar sejak setahun sebelumnya) lewat pengalaman dan praktek langsung. Nggak terhitung berapa kali dan berapa keyword salah satu website kami yang berdagang herbal dan keperluan muslim menjadi TOP (nomor 1 lho! bukan hanya halaman 1). Jadi, ilmu SEO ini sudah ‘ngelonthok‘ di kepala saya
Saya sama seperti anda, saat mempelajari SEO saya tidak mengenal sama sekali dunia pemrograman, apa itu linkback, apa itu inbound link, dll, semua harus saya pelajari dari awal.
Dan karena saya tahu dan sudah mempraktekannya sendiri, saya tahu apa yang berhasil dan apa yang tidak. Apa yang bisa dilakukan dengan SEO, apa yang harus dilakukan menggunakan tools lainnya.
Sementara banyak ‘ahli’ yang bermunculan belakangan di tahun 2007 dan 2008, yang ternyata apa yang mereka ajarkan adalah sama dengan apa yang saya pelajari di 2005.
Kecuali satu orang, Riyeke Ustadiyanto, orang hebat di balik terselenggaranya Indonesia Bootcamp yang saya akui mampu mengambil dan mensarikan ilmu SEO menjadi jauh lebih mudah dicerna dan dipahami oleh orang awam. Dan saya banyak belajar dari beliau tentang bagaimana teknik mengajarkan SEO pada orang awam dengan mudah.
Kesimpulan saya dari menjalankan SEO selama ini
SEO sebenarnya bukan sebuah ilmu yang sulit. Seperti ilmu marketing dan komunikasi, SEO lebih kearah experience dan penerapan. Sama sekali bukan ilmu pasti dan pasti akan berubah mengikuti perkembangan search engine dan algoritmanya.
SEO itu lebih kearah ketekunan dan keuletan. Dikombinasi dengan ketepatan analisis anda tentang social dan internet behaviour pelanggan anda dalam menentukan keyword yang anda target.
Apakah SEO itu adalah senjata pamungkas yang pasti berhasil?
Tentu tidak. Sebagaimana tools dalam offline marketing, satu hal penting yang perlu anda perhatikan adalah, SEO tidak akan mempan untuk semua hal dan bidang.
SEO itu sama persis dengan yellow pages. Orang hanya akan menemukan anda jika mereka mencari layanan atau produk yang anda tawarkan. Dan tentu saja, jika ranking anda tinggi (masuk di halaman pertama) hasil pencarian.
Jadi jangan harap anda dapat mempromosikan sebuah produk inovatif, atau sebuah layanan yang sama sekali baru yang tidak ada orang yang mencarinya. Karena, walaupun anda peringkat satu di hasil pencarian, tidak akan ada yang mencari keyword itu selain anda!
Bisa jadi keyword tersebut sering dicari oleh orang, namun mereka tidak mencarinya lewat search engine. Dengan kata lain, mereka belum memahami budaya pencarian online. Sama juga hasilnya, anda tidak akan menghasilkan apa-apa.
Inilah yang kemudian sering digunakan oleh mereka para ‘ahli SEO’, yaitu dengan menjadi peringkat satu di sebuah kata kunci yang tidak ada orang lain yang mengejar (dan mencarinya!) sehingga mereka bisa mengatakan bahwa mereka mampu membawa kata kunci tersebut menjadi nomor satu.
Apakah kemudian produk/jasanya terjual gara-gara mereka ada di peringkat satu untuk keyword itu? Tentu saja kebanyakan tidak akan mengaku kepada anda.
Apakah kalau keyword/kata kunci itu banyak dicari dan kita peringkat satu penjualan pasti akan meningkat?
Belum tentu juga. Berharap sebuah keyword/kata kunci itu akan menghasilkan penjualan untuk anda semata mata karena banyak yang mengetikkan keyword itu adalah sesuatu yang salah kaprah.Belajar dari pengalaman, keyword ‘busana muslim’ misalnya, ada 60.500 pencarian global bulanan berdasarkan data Google keyword external tool (salah satu alat analisis keyword).
Artinya keyword tersebut diketikkan dan dicari sebanyak 60.500 kali dalam sebulan. Jika anda tidak tahu, maka saya informasikan bahwa itu adalah sebuah angka yang cukup besar.
Masalahnya adalah, keyword tersebut bukanlah apa yang biasa saya sebut ‘buying keyword’. Artinya, keyword tersebut dicari bukan hanya oleh mereka yang ingin membeli saja. Tapi juga oleh mereka yang ingin mencari inspirasi design busana muslim. Oleh mereka yang sedang melihat kompetitor toko online mereka. Oleh mereka yang sekedar mengamati perkembangan dunia busana muslim, dan masih banyak lagi.
Saya bicara berdasarkan pengalaman (tentu saja kami pernah menjadi peringkat satu dalam waktu yang cukup lama di keyword ini), bahwa menjadi peringkat satu di keyword ‘busana muslim’ menghasilkan return yang lebih sedikit dibandingkan effort yang harus kami keluarkan.
Adalah sebuah kebohongan jika misalnya anda mendengar seorang ahli SEO berkata bahwa tampil di halaman pertama keyword ini membuat penjualan anda naik drastis, tanpa disertai bukti nyata.
Jikapun iya penjualan anda naik drastis, saya yakin effort yang anda keluarkan untuk mencapai rangking satu di keyword ini jauh lebih besar dibandingkan hasil yang anda dapat. Kenapa saya tahu? Karena saya sendiri pernah mengalaminya.
Memahami SEO dari konsep berpikirnya, bukan pengetahuan teknisnya
Setelah membaca pemaparan saya di atas, saya harapkan anda dapat lebih bijak memandang apa itu SEO secara proporsional.
Saya bisa mengajarkan kepada anda pengetahuan teknis mengenai SEO dalam waktu seharian saja. Berapa? Target market perusahaan saya bukan Usaha Kecil entry level, jadi biarlah ini menjadi kontribusi gratis saya untuk kemajuan industri internet dan entreprenurship di Indonesia.
Apakah kemudian mereka yang mendapatkan pelatihan ini dapat sukses di dunia online? Saya jamin tidak. Tapi, dengan memiliki ilmu SEO ini paling tidak anda bisa menjadi praktisi SEO yang juga bisa melamar ke beberapa perusahaan atau mengerjakan pekerjaan teknis SEO. Jadi ‘tukang’ SEO.
Sebagaimana membangun bisnis anda, ada strategi dan konsep yang harus dimiliki dan dipahami untuk dapat sukses di dunia online marketing dan SEO.
Beberapa konsep sudah saya share di tulisan ini. Namun untuk mempelajari secara dalam dan nyata, dibutuhkan pengalaman, dan arahan dari mereka yang sudah bergerak langsung di dalamnya.
Apa-apa yang menjadi ‘buying keyword’ itu? Apa itu ‘comparison keyword’ ? Apa saja keyword yang harus kita target? Apakah market kita itu sebenarnya melakukan pencarian di internet?
Berapakah ROI dari sebuah keyword tertentu? Berapa persen konversi dari pengunjung menjadi pembeli yang terjadi atas keyword tertentu? Berapa persen orang yang langsung pergi saat mengunjungi website kita?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menjadi pertanyaan kunci dalam strategi dan penerapan online marketing. Tentu saja jika levelnya sudah sedalam ini, itu artinya bisnis anda sudah siap take off dan menggunakan konsultan seperti kami dalam urusan online marketing.
Atau kalau anda ternyata memang jago dalam menjawab dan mengengineer hasil dari pertanyaan-pertanyaan di atas, saya yakin anda sudah masuk kualifikasi untuk memberikan arahan dan petunjuk pada bisnis/perusahaan lainnya (menjadi konsultan di bidang ini).
Kembali ke pertanyaan semula, benarkah pernyataan 85% pengunjung datang dari Search Engine?
Saya mungkin akan menjawab benar, dari pengalaman saya. Namun ini adalah angka rata-rata dimana sebagian besar didominasi oleh blog dan situs-situs yang berisi informasi.Jadi apabila anda ingin toko online anda banyak didatangi pengunjung, rajinlah update artikel disana, atau gunakan juga Adwords dan jangan hanya bergantung pada SEO.
Sebagaimana yellow pages, adwords itu semacam featured ads di search engine, yang memberikan hasil jauh lebih baik untuk website-website yang berjualan produk atau jasa tertentu.
Jika ada ‘ahli’ SEO yang tidak sependapat dengan saya, silahkan berargumen dengan data yang jelas dan riil. Karena nyatanya, data bahwa Adwords lebih memberikan impact dan hasil yang lebih nyata saya dapatkan dari rekan saya yang sudah mencoba SEO, adwords, dan kombinasi keduanya.
Data dari google sendiri menyebutkan bahwa peringkat yang bagus di SEO, dikombinasi dengan iklan adwords yang baik akan membuahkan hasil yang berlipat-lipat dibandingkan hanya dengan menggunakan SEO saja, atau adwords saja.
Kesimpulannya, visitor yang berasal dari adwords/iklan itu bisa saja jauh lebih sedikit dibandingkan yang berasal dari SEO, tapi bisa jadi revenue/pendapatan yang berasal dari mereka yang datang melalui adwords itu jauh lebih besar dibandingkan mereka yang datang melalui SEO.
Online Marketing lebih dari strategi yang berkutat seputar search engine
Masih ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam online marketing untuk bisnis anda. Kasus koinkeadilan Prita dan yang terbaru kasus Luna Maya dan PWI menjadi contoh nyata bahwa apa yang tidak termasuk dalam search engine dan SEO juga dapat menjadi besar.
Anda juga bisa belajar selengkapnya tentang social media yang sudah saya tuliskan.
Bagaimana pendapat anda? Apakah anda memiliki pengalaman tersendiri dalam SEO dan online marketing bisnis anda?
image is courtesy of europages.com, matrixmt.com, expertseo.com, sainathseoupdates.blogspot.com
14 komentar di " Online marketing menggunakan SEO,benarkah yang paling efektif? "
Tinggalkan Komentar






Pertumbuhan pengguna facebook di Indonesia tertinggi di dunia! by Dhe Blog said on Thursday, December 24, 2009, 18:42
Pitra said on Thursday, December 24, 2009, 6:58
nonadita said on Thursday, December 24, 2009, 7:28
mbahdanny said on Thursday, December 24, 2009, 10:33
Brian Arfi said on Thursday, December 24, 2009, 13:14
Converting pembaca yang mampir juga perlu. Cuma ini butuh trial. gak ada rumusnya :D
Brian Arfi said on Thursday, December 24, 2009, 13:15
Mau buka pelatian SEO murah? yok adain. sponsorship aja biar makin oye. Tapi saya kan penduduk baru Jakarta. Mas Pitra dong organisir *nodong
Brian Arfi said on Thursday, December 24, 2009, 13:15
ime said on Tuesday, December 29, 2009, 15:48
jbuzz547 said on Wednesday, December 30, 2009, 14:21
Reply for: Lupakan SEO dan Segera Buka Toko! by Dhe Blog said on Saturday, January 16, 2010, 17:11
tokoislam.info said on Tuesday, May 18, 2010, 9:46
wassalam.
fawwaz-store.com said on Sunday, July 18, 2010, 22:31
Haryo Herbal said on Monday, June 11, 2012, 17:39
toko herbal said on Tuesday, October 23, 2012, 13:38
baru nambah wawasan nih