19 Dec 2009 | Oleh : Brian Arfi Tags: infotainment, Luna Maya, social media, twitter, wartawan
Kategori : social media
Sebelum menulis panjang lebar, saya ingin mengaku bahwa saya bukanlah termasuk pemirsa televisi. Jadi boro boro nonton infotainment, nonton space toon aja nggak :p
Nah, tapi menurut berita yang beredar di twitterverse, bahwa beberapa hari yang lalu (16 desember menurut catatan detikHot) Luna Maya bintang iklan terkenal itu menutup akun twitternya @lunmay dikarenakan umpatan yang ia tuliskan di twitter kepada para wartawan infotainment.
“Infotemnt derajatnya lebih HINA dr pd PELACUR, PEMBUNUH!!!may ur soul burn in hell,”
Begitulah umpatannya.
Tentu saja anda tidak akan bisa melihat screenshot aslinya karena accountya sudah di delete. Tapi jejaknya masih bisa dilihat di IntipSelebriti. Melalui retweet beberapa rekan artis lainnya.
Anyway, gara gara kasus luna ini beberapa hari belakangan orang orang yang saya follow (yang tentu saja kebanyakan bukan artis) juga rame membahas tentang bunuh membunuh gara gara PWI (Persatuan wartawan infotainment Indoneisa) mengancam akan memolisikan Luna Maya.
Dan beberapa orang di twitter juga pada rame membahas siapa yang bakalan dibela oleh komunitas online kali ini. Dan semakin lama semakin jelas bahwa pembelaan sepertinya berpihak pada Luna Maya.
Mengingat ternyata wartawan wartawan nggak penting infotainment itu ada yang memaksa wawancara sampai sampai kepala Alea (calon anak Luna Maya) yang waktu itu dia gendong terkena kamera. Padahal saat itu Luna Maya sudah meminta wawancara dilakukan dilobi saja.
Pak Nukman menulis mengenai penggunaan twitter ini dengan menarik diambil dari sudut pandang yang berbeda. Dan saya yakin banyak rekan lainnya juga menulis tentang hal yang sama.
Dan sepertinya, mendengar santernya twitter diberitakan di media dan infotainment, akan mulai banyak orang yang bertanya tanya apa itu twitter. Dan pada akhirnya akan ikut mempopulerkan twitter.
Dari sini kita sebenarnya bisa mengambil banyak pelajaran. Bahwa seperti halnya yang terjadi dengan kasus prita dan koinkeadilan yang heboh itu, social media sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari hari. Bukan lagi sesuatu yang bisa dipisahkan dari kehidupan nyata, dan memberikan impact yang dahsyat saat kita menggunakannya dengan benar (ataupun salah).
Apakah akhirnya nanti dukungan masyarakat online ini akan terus menjadi aksi nyata seperti koinkeadilan Prita? Kita lihat saja perkembangannya.
Sementara itu, anda bisa mulai sedikit demi sedikit memahami seperti apa dunia social media itu. Bagaimana cara memanfaatkan social media untuk bisnis anda, dan etika etikanya disana.
Apakah anda pernah mempunyai pengalaman yang serupa berupa hinaan dan umpatan di Social Media? Silahkan komentar disini.
Image is courtesy of gawker.com
Online marketing menggunakan SEO,benarkah yang paling efektif? by Dhe Blog said on Wednesday, December 23, 2009, 9:31
[...] dalam online marketing untuk bisnis anda. Kasus koinkeadilan Prita dan yang terbaru kasus Luna Maya dan PWI menjadi contoh nyata bahwa apa yang tidak termasuk dalam search engine dan SEO juga dapat menjadi [...]
echo said on Wednesday, December 23, 2009, 10:38
pada paragraf awal membahas Luna Maya koq semakin kebawah malah bahas yg lainnya?
Brian Arfi said on Wednesday, December 23, 2009, 11:54
Kan ini blog online marketing. Bukannya blog silet hehe…
Makanya saya tulis bagaimana memandang ini dari sudut online marketing.
ime said on Tuesday, December 29, 2009, 15:51
luna maya VS Pritaa . weleh2