1+1=? 

Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi

TeknoPreneur Award 2009 salah sasaran???

19 Oct 2009 | Oleh : Brian Arfi Tags: , , ,
Kategori : Entrepreneurship

Malam ini setelah iseng ngecek sebuah milist bisnis yang saya ikuti, saya mendapatkan informasi tentang Teknopreneur Award 2009. Respon pertama saya setelah melihat websitenya adalah:

Wah…. (sambil melongo)

Setelah ngecek websitenya… kok sepertinya masih belum siap ya (banyak banner kosong, link error, dan tulisan yang terputus sebelum komplit) ?

Anyway, selamat berjuang untuk yang mau ikutan. Setelah liat persyaratannya. Untuk kelas Uprising (yang rendah), omzetnya minimal 5 M per tahun dan maksimal 100 M. Untuk yang entreprise (kelas tinggi), omzet minimal 100 M…

Sementara di halaman depan tertulis :

“Bisnis-bisnis teknologi yang saat ini menjadi raksasa dalam dunia bisnis selalu dimulai dari skala bisnis yang sangat kecil atau dari hasil riset.

Kekuatan inovasi produk dan model bisnisnya mampu menumbuhkan bisnis-bisnis tersebut secara cepat dan kontinu.

Kecenderungan mengarusutamakan bisnis-bisnis berbasis inovasi teknologi terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Banyak bisnis-bisnis yang lahir dari otak dan tangan lulusan perguruan tinggi dengan modal utama hasil inovasinya dalam produk dan model bisnis.

Upaya ini makin menguat setelah pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai tahun Indonesia Kreatif. Sebagai bentuk apresiasi untuk para pelaku bisnis teknologi di Indonesia dan upaya mendorong tumbuhnya bisnis-bisnis teknologi berskala UKM saat ini menjadi bisnis-bisnis besar di masa depan…”

Inkonsisten menurut saya :p

Jika tujuannya adalah apresiasi terhadap bisnis yang dimulai dari skala bisnis yang sangat kecil, seharusnya UMKM, bukan UKM. Dan kalo melihat batas turnover (omzet) pertahunnya yang 5M, ini sudah masih ke skala Menengah, bukan kecil lagi (batas kecil setahu saya 3 M, CMIIW)

Sedihnya melihat perkembangan UMKM dan respon berbagai lembaga terhadapnya. Bisa jadi hal ini juga yang menyebabkan beberapa (atau mungkin malah sebagian besar?) UMKM dan pebisnis yang membuat laporan dan angka fiktif untuk disertakan dalam lomba. (hayoo…. ngaku yang merasa)

Satu lagi yang tidak kalah pentingnya, hadiah utama yang ‘cuma’ Rp20 juta. Sekarang jika persyaratan minimal untuk mengikuti Award ini adalah punya omzet lebih dari 400 juta per bulan (5M setahun), buat apa hadiah Rp20 juta ? Berbeda dengan industri retail, bisnis berbasiskan teknologi dan informasi biasanya memiliki profit margin yang tinggi!

Sekedar sedih saja sih. Karena saya tidak peduli dengan kondisi-kondisi di atas. Saya membangun bisnis saya secara mandiri dan Insya Allah secara mandiri juga besarnya. Hanya bergantung pada Allah semata.

Sekedar coretan malam hari yang mungkin bisa jadi renungan tambahan untuk para pebisnis yang ‘mengharapkan’ pukulan dan tamparan uluran tangan dari pemerintah dan lembaga-lembaga sejenis. Bahwa sudah saatnya kita menunjukkan kompetensi kita secara mandiri!

Punya pengalaman serupa? Silahkan berbagi :)

satu komentar di “TeknoPreneur Award 2009 salah sasaran???”

  1. Malam penghargaan TeknoPreneur Award 2009 (un)Official report by Dhe Blog said on Thursday, December 17, 2009, 9:04

    [...] seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya mengenai teknopreneur award ini. Ajang kompetisi ini ’salah sasaran’. Yang ternyata setelah di konfirmasi merupakan [...]

Tinggalkan Komentar

Calendar

February 2012
S M T W T F S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829