23 Jun 2009 | Oleh : Brian Arfi Tags: media internet, pelayanan pelangga, pendaftaran online, PSB online, siswa baru
Kategori : DheZign, My Mind, Pelayanan Pelanggan, Teknologi
Barusan saya membaca berita di Jawa Pos 23 Juni 2009 bagian Metropolis, yang membahas tentang ruwetnya PSB (pendaftaran siswa baru) online. Disana diberitakan bahwa banyak orang tua siswa dan juga siswa yang kesulitan untuk membuka website PSB online tersebut.
Membaca lebih jauh, ini disebabkan karena ada miskomunikasi dari panitia dan dinas dinas yang terkait.
Jadi, sebenarnya ada data yang dibutuhkan untuk website PSBsby-Online.net (milih nama domainnya aja kurang memperhatikan kaidah menurut saya, dan pintarnya, ada seseorang yang mendaftarkan domain di PSBsbyonline.net dan di parking hehehe
) tapi tidak diberikan oleh salah satu dinas. Sehingga menyebabkan website dioperasikan tanpa salah satu database yang dibutuhkan.
Ibaratnya manusia, tubuhnya beroperasi hanya dengan 1 tangan, karena tangan yang lain belum dipasang. Memang sih bisa berfungsi, tapi tidak optimal. Tapi permasalahan sebenarnya bukan disebabkan karena itu. Masalah yang terjadi dan sempat merepotkan ribuan orang kemarin disebabkan karena secara tiba-tiba database yang dibutuhkan diserahkan. Jadilah server dimatikan untuk upload data. Ibaratnya manusia yang tangannya cuma 1 tadi, terpaksa gak bisa kerja karena harus masuk rumah sakit untuk operasi pemasangan tangan. Itulah yang menyebabkan kemarin banyak yang tidak bisa membuka websitenya.
Permasalahan ini sebenarnya bukan tidak bisa diantisipasi, misalnya dengan membuat redundant server untuk aplikasi online ini. Jadi ibaratnya, manusia satu tangan tadi dikloning, jadi sementara yang satu dioperasi, yang satu masih bisa kerja. Sama dengan website. Kalo ketakutannya karena mahalnya harga server, ya tinggal sewa aja (gak usah beli) di cloud hosting yang punya kemampuan untuk menangani lonjakan pengunjung yang tajam. Seperti contohnya di mosso atau di mediatemple.
Toh kalo ketakutannya adalah tentang security, saya yakin private company profesional seperti mereka sangat bisa dipercaya(paling nggak dibandingkan orang dalam). Apa yang seharusnya mempermudah kehidupan manusia (internet) bisa jadi malah memperumit dan membuat banyak orang kecewa jika tidak dikelola dengan baik.
Nilai aplikasi PSB online yang berada di kisaran angka Rp 430 juta menurut saya cukup wajar untuk proyek sebesar dan serumit ini. Yang tidak wajar adalah, kenapa dengan nilai project yang sudah sesuai, pada deployment atau penerapannya masih ditemukan adanya masalah yang merugikan masyarakat luas?
Bagaimana dengan anda? Pernahkan anda mengalami kejadian serupa?
dsam said on Thursday, June 25, 2009, 12:04
kemarin para guru SD&SMP pada sibuk & stress buat SKHUN krn syarat psbsby-online berubah jadi manual.
yah beginilah kerja si Sahudi memimpin Diknas serba dadakan.
Dan hari ini banyak orang coba acces hasilnya :
Network Error (tcp_error).
Kok masih ERROR,
apakah SAHUDI itu juga sudah ERROR
wakil ortu2 se Surabaya
Dhe Blog » Blog Archive » Masih Tentang PSB Online di Surabaya said on Thursday, June 25, 2009, 14:34
[...] kemarin memang benar disebabkan karena tidak siapnya data, seperti yang sudah saya tuliskan disini. Namun kemarin Bapak Samuel bilang bahwa pasti ada masalah dengan hostingya, dengan servernya, [...]
dede said on Saturday, June 27, 2009, 3:58
Sayang sekali, gara2 kasus ini, reputasi dan nama baik ITS jadi agak tercemar, khususnya di bidang TI. Saya malah angkat topi buat sistem PSB yg ada di psb-online.or.id, yg kalo gak salah dirintis oleh dosen2 dari Unibraw Malang, yg mampu exist dan berkembang sejak th 2003. Buktinya, sistem mereka nampaknya telah dibeli oleh Telkom, dan sekarang ganti nama jadi siap-psb.com. Kalo dilihat dari isi situsnya sih, mereka menawarkan harga yg JAUH lebih murah dari tawaran ITS dgn sistem yg terbukti lebih baik. Apa gak malu tuh ITS?