Email *

Telopon *

Your Message

Covering the Online insight for Indonesian business, one post at a time by Brian Arfi

Mitos Penalti Duplicate Content

19 May 2009 | Oleh : Brian Arfi Tags: , , ,
Kategori : SEO Tips

Buat anda yang sudah lumayan lama menjadi webmaster, web designer, atau web programmer, atau bahkan blogger yang paham SEO, pasti anda kenal sama yang namanya duplicate content. Buat yang masih nggak ngeh, duplicate content adalah kejadian dimana ada content/materi/artikel dari halaman website anda yang sama dengan halaman website lainnya.

Duplicate content bisa dipisahkan ke 2 kategori besar.

  1. Duplicate Content yang terdapat pada situs kita sendiri (masih berada pada domain yang sama).
  2. Duplicate Content yang terdapat pada situs lainnya (entah karena sindikasi lewat RSS atau memang ada yang mengambil content kita).

Nah, saya tidak akan membahas panjang lebar tentang apa itu duplicate content dan berbagai macam jenis dan cara untuk berhadapan dengannya. Kali ini tulisan saya berbicara tentang mitos yang sering beredar mengenai duplicate content.

Mitos bahwa Google (atau search engine yang lain) memberikan penalti pada website/halaman yang memiliki duplicate content.

Pendapat yang umum kita jumpai adalah berbahaya untuk memiliki duplicate content di website kita. Karena Google akan menurunkan ranking dan memberikan semacam ‘black list’ untuk website kita. Pendapat ini sebenarnya tidak sepenuhnya salah, karena memang kenyataan di lapangan terlihat indikasi demikian. Dan saya sendiri awalnya berpendapat seperti itu.

Apa kata google tentang duplicate content? Google sendiri telah menulis banyak tentang duplicate content di blog resmi mereka. Inti dari apa yang google tulis sendiri sebenarnya adalah, kita tidak perlu khawatir tentang duplicate content. Karena jika yang terjadi adalah duplicate content tipe 1 (domain sama) maka google akan memilih halaman yang memiliki content paling ‘bagus’ untuk ditampilkan di hasil pencarian.

Nah, jika yang terkadi adalah duplicate content tipe 2 (beda domain), maka google akan mencari tahu mana content originalnya. Dan tentu saja content originalnya akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan copyannya. Google sendiri bilang bahwa mereka dapat melakukan hal ini dengan baik, tapi masih banyak kenyataan dimana website dengan content duplikasinya (copyannya) muncul di posisi yang lebih tinggi dibandingkan website dengan content aslinya. Kenapa?

Google sendiri tidak menjelaskan kenapa hal ini terjadi, tapi kalau menurut analisa saya, ini disebabkan karena banyak faktor. Seperti sudah diketahui, google menilai sebuah halaman di internet dengan berbagai macam faktor pertimbangan. Anggaplah detik.com mengambil content hasil duplikat dari sebuah blog baru yang tidak dikenal. Saya yakin jika ada yang mencari tentang content itu, detik.com akan muncul di posisi yang lebih tinggi karena memang value dan authority detik.com sendiri JAUH lebih besar.

Intinya, tidak ada yang namanya penalti dari duplicate content. Yang ada hanyalah, google menampilkan website yang punya value lebih besar dan lebih relevan di posisi yang lebih tinggi. Tentu saja artikel original/asli memiliki value lebih tinggi, tapi bukan berarti total value dari seluruh faktornya lebih tinggi daripada website yang contentnya duplikat.

Semoga bermanfaat.

12 komentar di “Mitos Penalti Duplicate Content”

  1. Suwahadi said on Tuesday, May 19, 2009, 18:19

    Wow, mantap om tulisannya.
    Saya sebelumnya masih takut akan penalty dari om google.

    Seperti dalam blog saya yang termasuk duplicate content type 1 (masih dalam satu blog).
    URL 1: http://suwahadi.net/content/view/162/120/
    URL 2: http://suwahadi.net/artikel-tips/cara-cepat-download-video-youtube.html

    Hal ini terjadi setelah saya migrasi versi core Joomla pada blog saya tsb.
    Sebenarnyanya sih URL1 akan otomatis redirect ke URL 2.
    Saya gak tahu, apakah ini masih masuk dalam kategori duplicate content?
    Thanks… :)

  2. AbuRamza said on Tuesday, May 19, 2009, 18:47

    Nah itulah kenapa saya kurang suka sama yang namanya CMS yang bukan buatan sendiri hehehe…. tapi itu cuma personal preference aja sih

    Anyway, sudah nyoba make mod rewrite htaccess belum? saya nggak ngerti banyak tentang joomla, jadi nggak bisa ngasih masukan banyak.

    Intinya sih, kalo yang terjadi duplicate content tipe 1 menurut saya lebih berbahaya dibandingkan tipe 2.

    Kenapa? karena kalo yang terjadi tipe 1, kekuatan/value dari content tersebut terpisah jadi 2. Jadi ada yang linknya nyambung ke url1 dan ada yang ke url2. ini kurang efektif dan sayang banget.

    Aturan redirectnya aja yang diperbaiki kalo memang nggak menggunakan rewrite htaccess. redirect kan ada macem macem. Pake redirect yang permanen redirect. Untuk menunjukkan bahwa content memang sudah pindah.

    Cara ini kami terapkan waktu PernikMuslim.com launch versi 3.0 dan alhamdulillah lancar :)

  3. itus ariyadi said on Wednesday, May 20, 2009, 6:04

    wah.. bagus.. sip..sip.. baru ngerti duplicate content (ketok goblog e :D )
    ada link g cara make mod rewrite htaccess?? cara sing g njlimet but praktis.
    nek masalah CMS emang daku juga lebih suka karya sendiri, tapi kalau konsumennya minta CMS an ya mesti diturutin.

  4. tontowi said on Wednesday, May 20, 2009, 9:45

    betul om, saya punya web kelinci percobaan saya selama setahun ini, isinya full copas dr artikel direktori so far baik2 saja. malahan ketika web saya pr naik saya pake jual tla malah laris maniz…

  5. kamal said on Wednesday, May 20, 2009, 11:25

    ooooo… gitu toh… baru tau

    makasi banyak mas postingannya mantabz

  6. AbuRamza said on Wednesday, May 20, 2009, 14:51

    @Itus
    Waduh… salah tempat nanyanya :p kan saya bukan coder, jadi nggak ngerti caranya rewrite htaccess. Googling lah :)

    Anyway, nanti kalo websitenya AIWI dah jadi, yang kayak ginian bisa juga dibahas disana

    @Kamal
    Sama sama mas, seneng bisa bermanfaat.

  7. purwo said on Wednesday, May 20, 2009, 16:39

    saya suka pakai fasilitas export import di wordpress, jadi isi pasti sama. saya ada punya beberapa blog dan isinya duplicate banget, tapi semua terindex di google dengan selamat tanpa ada penalty. biasanya kalau saya lakukan pencarian maka satu blog saya berurutan di satu halaman hasil pencarian google.

  8. arytravel said on Monday, July 6, 2009, 11:13

    trima kasih pencerahanya akh,… mantep artikel kayak gini,…

  9. raiderhost said on Saturday, July 11, 2009, 19:58

    pencerahan yang bagus broo …

    value bagus ato tidaknya dilhat google dari mana yach ?

  10. AbuRamza said on Friday, July 17, 2009, 18:34

    @raiderhost

    banyak faktor mas. Tentu saja google sendiri nggak akan membuka hal ini, tapi kita bisa analisa sendiri.

    Pertama bisa dari waktu publish dari artikel itu sendiri. yang kedua ya dari pagerank website tersebut. :)

    seperti yang sudah saya tulis, detik.com ‘dikenal’ oleh google sebagai authority di bidang berita di indonesia, dst.

  11. Brillianty Rizky said on Friday, November 6, 2009, 22:48

    sejauh yang saya tau… Google tidak mengecek keseluruhan content kok. Dia cuma mengecek paragraf pertama dari halaman. Jadi, sisa paragraf lainnya diputer2, dibolak-balik, it's ok lah… spinning article / menggunakan sinonim juga gpp kyknya, dah jadi artikel baru yg gak duplikat. itu yg kami ajarkan untuk pemula di dunia internet marketing. gila aja kalo harus buat “fresh” & “new” article gitu, wah… wah.. gak semua orang bisa dan punya waktu. maaf kalau pendapat saya beda…

  12. BrianArfi said on Saturday, November 7, 2009, 7:09

    Terima kasih banyak atas komentarnya Mbak :) Seperti yang saya tuliskan diatas, sebenarnya tidak ada yang namanya penalti untuk duplicate content, jadi santai saja.

    Walaupun, sebenarnya yang lebih baik adalah menggunakan original content. Kenapa? karena in the long run, atau jangka panjangnya, content original yang bermanfaatlah yang akan membantu memompa visitor secara stabil ke website kita. Itu menurut pengalaman saya.

Tinggalkan Komentar

Calendar

March 2010
S M T W T F S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031