21 Apr 2009 | Oleh : Brian Arfi Tags: call center, diskon, gratis ongkos kirim, Pelayanan Pelanggan, Toko Online, zappos
Kategori : Bisnis, Pelayanan Pelanggan, PernikMuslim
Berangkat dari Las Vegas sepuluh tahun yang lalu, Zappos saat ini tidak diragukan lagi menjadi salah satu bisnis paling sukses di negri asalnya, Amerika.
Pada acara South by Southwest (SXSW) tahun ini yang diadakan di Austin, Texas, CEO Zappos, Tony Hseh, menyampaikan materi yang sangat luar biasa dan menjadi salah satu highlight di acara tersebut.
Sepuluh tahun yang lalu, Zappos memulai debutnya sebagai toko retailer sepatu online, dan saat ini telah berkembang dan berekspansi menjual pakaian, tas, kacamata, dan banyak kategori lainnya. Kesuksesan Zappos ini banyak disebabkan karena pendekatannya yang berbeda pada aspek pelayanan pelanggan dibandingkan banyak perusahaan lainnya.
Pada awal kehadirannya, Zappos membuat keputusan yang sangat tidak biasa dengan mengalihkan budget marketingnya ke pelayanan pelanggan yang SANGAT (dan saya benar-benar tekankan ini) luar biasa dan budaya perusahaan yang hebat. Hal ini membuat Zappos sukses sementara banyak pesaingnya harus gagal.
Tony memaparkan keputusan keputusan ‘radikal’ yang diambil oleh perusahaannya dengan visi jangka panjang. Mungkin bagi sebagian dari kita, langkah-langkah ini tidak masuk akal untuk diambil, dan mungkin juga ada sebagian dari kita yang berpendapat bahwa langkah ini hanya cocok untuk negara-negara tertentu saja. Tentu saja, saya pribadi tidak dapat mengatakan pendapat pendapat tersebut salah, tapi mengetahui apa saja keputusan ‘radikal’ yang diambil oleh Zappos di awal debutnya bisa jadi adalah pelajaran yang sangat berharga.
Keputusan-keputusan di atas adalah keputusan yang jarang sekali diambil oleh perusahaan-perusahaan (baik kecil maupun besar) dimanapun di dunia. Malahan, banyak bisnis/perusahaan bersaing pada harga dengan memberikan diskon dan potongan dibandingkan berfokus pada layanan yang prima. Lebih jauh lagi, banyak perusahaan berusaha menekan biaya pelayanan pelanggan serendah mungkin dengan mengoutsource call center, dan kemudian memberlakukan pengukuran performansi seperti lama panggilan rata-rata(yang dibatasi) yang harus dipatuhi oleh agen-agen mereka.
| I watched you on Oprah and listened to what you had to say on customer service, hooray!!! I worked in the insurance industry for many years in New Hampshire and then retail here in Florida and the most important thing that went along with a sale was customer service. So many of our retailers, restaurants, banks, supermarkets (I could keep going on) do not teach their employees the value of good customer service. I walk out of places shaking my head how that one person has a job and the company stays in business with such poor customer service. It was refreshing to hear how important customers are to Zappos. Congratulations on your success. Karen W. | ||
| ~ Karen W., February 02 2009 | ||
Jika mau bicara jujur, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan keadaan pasar di Indonesia. Baik di dunia offline maupun online, banyak vendor dan bisnis yang berfokus menyediakan harga yang semurah-murahnya dan bersaing dalam hal diskon dan potongan. Seringkali pelayanan pelanggan, eksklusifitas, dan kenyamanan pelanggan dikorbankan untuk mencapai hal ini. Walaupun tentu saja, tidak semua perusahaan mengorbankan hal di atas.
Di satu sisi, strategi memberikan harga yang termurah adalah salah satu strategi yang paling umum (dan paling mudah) diterapkan dalam sebuah bisnis dengan harapan meningkatkan daya saing. Pertanyaannya, kenapa justru banyak perusahaan (walaupun tidak semua) yang menerapkan strategi ini hilang ditelan waktu?
Anda tentu lebih tahu alasannya
Yan Sofyan said on Monday, May 18, 2009, 9:11
Artikel menarik Mas Fauzan. Gimana perbandingan dengan pernikmuslim? Kira-kira kalo kita implementasikan tantangannya dimana?
AbuRamza said on Monday, May 18, 2009, 17:19
Terima kasih atas komentarnya pak.
PernikMuslim dan DheZign sejak awal memang menganut paham yang serupa. Harga di PernikMuslim.com boleh jadi lebih murah daripada pesaing, tapi bedanya kualitas layanan nggak akan turun.
Mirip dengan DheZign, dengan garansi 100% Money Back nya.
Saya pun belajar banyak dari Zappos, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan beberapa campaign yang serupa. Tentu saja karena lain ladang lain belalang (bahasa kerennya, local wisdomnya beda), kami modifikasi campaignnya.
Karena belum dipraktekkan, belum bisa tau hasilnya dan tantangannya
insya Allah saya tulis lagi tentang ini setelah ada hasil dari campaign kami